alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

MUI GRESIK: Termasuk Wabah, Meninggal Kena Covid-19 Mati Syahid

GRESIK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mengeluarkan fatwa terbaru di tengah Pandemi Covid-19. Yakni orang yang meninggal karena Covid-19 masuk kategori mati syahid. Sehingga, proses pemulasarannya harus sesuai syariat Islam.

Ketua MUI Gresik, KH Mansoer Shodiq mengatakan syahid akhirat adalah orang Islam yang meninggal karena kondisi tertentu seperti terkena wabah Covid-19, tenggelam, melahirkan dan sebagainya. Untuk itu jenazah para syuhada, menurutnya harus dirawat dengan baik, dengan cara syariat Islam.

“Status orang Islam yang meninggal karena wabah seperti Covid-19 adalah syahid akhirat dan cara pengurusan jenazahnya harus sesuai dengan syariat Islam, meliputi memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan serta diupayakan dilakukan sesempurna mungkin,” kata Mansoer.

Menurut dia, MUI menyarankan saat dimandikan, jenazah ditutupi dengan kain agar auratnya tidak kelihatan dan orang yang memandikan jenazah tidak boleh melihat auratnya kecuali suami istri. Lembaga keagamaan itu juga meminta supaya perwakilan keluarga jenazah diberi akses melihat atau ikut serta dalam proses memandikan dengan menggunakan APD dan disemprot dengan desinfektan.

“Banyak isu bertebaran tentang perawatan jenazah di rumah sakit sesuai syariat atau tidak. Untuk itu kerjasama dengan pemerintah ini atau Dinas kesehatan (Dinkes) terkait pemulasaran jenazah menjawab problematika itu. Bahwa yang mengurus jenazah memang petugas yang sudah dibekali sesuai syariat,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Ummi Khoiroh mengaku, kerjasama dalam pemulasaran jenazah Covid-19 dengan MUI Gresik memberikan dampak positif bagi petugas nakes. Paling tidak ada pandangan syariat selain sisi medis yang diterapkan petugas selama di lapangan. “Sampaikan kepada masyarakat bahwa MUI menyiapkan kita semua telah melaksanakan pemulasaran sesuai dengan syariat Islam,” tutupnya. (jar/rof)


GRESIK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mengeluarkan fatwa terbaru di tengah Pandemi Covid-19. Yakni orang yang meninggal karena Covid-19 masuk kategori mati syahid. Sehingga, proses pemulasarannya harus sesuai syariat Islam.

Ketua MUI Gresik, KH Mansoer Shodiq mengatakan syahid akhirat adalah orang Islam yang meninggal karena kondisi tertentu seperti terkena wabah Covid-19, tenggelam, melahirkan dan sebagainya. Untuk itu jenazah para syuhada, menurutnya harus dirawat dengan baik, dengan cara syariat Islam.

“Status orang Islam yang meninggal karena wabah seperti Covid-19 adalah syahid akhirat dan cara pengurusan jenazahnya harus sesuai dengan syariat Islam, meliputi memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan serta diupayakan dilakukan sesempurna mungkin,” kata Mansoer.

Menurut dia, MUI menyarankan saat dimandikan, jenazah ditutupi dengan kain agar auratnya tidak kelihatan dan orang yang memandikan jenazah tidak boleh melihat auratnya kecuali suami istri. Lembaga keagamaan itu juga meminta supaya perwakilan keluarga jenazah diberi akses melihat atau ikut serta dalam proses memandikan dengan menggunakan APD dan disemprot dengan desinfektan.

“Banyak isu bertebaran tentang perawatan jenazah di rumah sakit sesuai syariat atau tidak. Untuk itu kerjasama dengan pemerintah ini atau Dinas kesehatan (Dinkes) terkait pemulasaran jenazah menjawab problematika itu. Bahwa yang mengurus jenazah memang petugas yang sudah dibekali sesuai syariat,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Ummi Khoiroh mengaku, kerjasama dalam pemulasaran jenazah Covid-19 dengan MUI Gresik memberikan dampak positif bagi petugas nakes. Paling tidak ada pandangan syariat selain sisi medis yang diterapkan petugas selama di lapangan. “Sampaikan kepada masyarakat bahwa MUI menyiapkan kita semua telah melaksanakan pemulasaran sesuai dengan syariat Islam,” tutupnya. (jar/rof)



Most Read

Berita Terbaru