alexametrics
28 C
Surabaya
Monday, May 23, 2022

Kenalan di WA, Diajak Kencan, ABG Dicabuli di Malam Tahun Baru

SURABAYA – Media sosial (medsos) memang sangat efektif untuk berkomunikasi dan berkenalan dengan siapa saja. Namun, ada saja pelaku kejahatan yang memanfaatkan medsos untuk mencari mangsa.

Di era digital ini, para orang tua dituntut ikut selalu mengawasi anaknya. Khususnya dalam menggunakan gadget, ponsel, dan perangkat teknologi komunikasi dan informasi. Ini penting agar anak-anak tidak menjadi sasaran pencabulan.

Nasib apes dialami Melati, 13, bukan nama sebenarnya. Niatnya bertemu dengan kenalannya di media sosial membuatnya dicabuli pada malam tahun baru lalu. Gadis remaja itu diajak menginap di hotel dan pulang keesokan harinya.

Akhmad, paman korban, ikut mendampingi Melati untuk dimintai keterangan di Polrestabes Surabaya. Dari keterangannya, korban awalnya saling kenal dengan pelaku yang diketahui berusia 30 tahun melalui grup WhatsApp (WA). Mereka akhirnya saling tukar nomor ponsel. Hubungan keduanya berlanjut dengan chat pribadi.

Baca Juga :  Janjian Mau Nyabu Bareng, Dua Sopir Taksi Keburu Disergap Polisi

Nah, korban dan pelaku kemudian sepakat bertemu saat malam tahun baru. Diduga, saat itu, korban dijemput pelaku di depan gang untuk diajak jalan-jalan keliling Kota Surabaya saat malam pergantian tahun. Namun, bukannya pulang, Melati malah diajak ke hotel oleh pelaku.

Korban sempat berontak, tapi diancam oleh pria yang baru kali pertama kopi darat itu. Korban diancam agar mau menuruti permintaan pelaku.

“Orang tua korban sempat mencari. Korban sempat tidak pulang. Nah, ketika pulang baru kami tanya dan ia menceritakan semuanya. Akhirnya, kami laporkan ke polisi karena kasus ini berat dan serius,” ujar Akhmad.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Unit Perempuan dan Anak (PPA) sudah meminta keterangan korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi dugaan pencabulan.

Baca Juga :  Lebih Mudah, Pelamar Lebih Siap Kerja

“Saat ini masih proses penyelidikan. Korban sudah divisum dan dimintai keterangan,” ujar AKBP Mirzal Maulana. (gun/rek)

SURABAYA – Media sosial (medsos) memang sangat efektif untuk berkomunikasi dan berkenalan dengan siapa saja. Namun, ada saja pelaku kejahatan yang memanfaatkan medsos untuk mencari mangsa.

Di era digital ini, para orang tua dituntut ikut selalu mengawasi anaknya. Khususnya dalam menggunakan gadget, ponsel, dan perangkat teknologi komunikasi dan informasi. Ini penting agar anak-anak tidak menjadi sasaran pencabulan.

Nasib apes dialami Melati, 13, bukan nama sebenarnya. Niatnya bertemu dengan kenalannya di media sosial membuatnya dicabuli pada malam tahun baru lalu. Gadis remaja itu diajak menginap di hotel dan pulang keesokan harinya.

Akhmad, paman korban, ikut mendampingi Melati untuk dimintai keterangan di Polrestabes Surabaya. Dari keterangannya, korban awalnya saling kenal dengan pelaku yang diketahui berusia 30 tahun melalui grup WhatsApp (WA). Mereka akhirnya saling tukar nomor ponsel. Hubungan keduanya berlanjut dengan chat pribadi.

Baca Juga :  Lebih Mudah, Pelamar Lebih Siap Kerja

Nah, korban dan pelaku kemudian sepakat bertemu saat malam tahun baru. Diduga, saat itu, korban dijemput pelaku di depan gang untuk diajak jalan-jalan keliling Kota Surabaya saat malam pergantian tahun. Namun, bukannya pulang, Melati malah diajak ke hotel oleh pelaku.

Korban sempat berontak, tapi diancam oleh pria yang baru kali pertama kopi darat itu. Korban diancam agar mau menuruti permintaan pelaku.

“Orang tua korban sempat mencari. Korban sempat tidak pulang. Nah, ketika pulang baru kami tanya dan ia menceritakan semuanya. Akhirnya, kami laporkan ke polisi karena kasus ini berat dan serius,” ujar Akhmad.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Unit Perempuan dan Anak (PPA) sudah meminta keterangan korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi dugaan pencabulan.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Margorukun Ditangkap di Rumahnya

“Saat ini masih proses penyelidikan. Korban sudah divisum dan dimintai keterangan,” ujar AKBP Mirzal Maulana. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/