alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Tahun Depan Pemprov Jawa Timur Target Tanam Mangrove 1.280 Hektare

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menargetkan penanaman mangrove di Jawa Timur pada 2022 mencapai 1.280 hektare. Target tersebut sebagai bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur terhadap program rehabilitasi mangrove nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Tahun 2020 telah dilaksanakan penanaman mangrove di Jatim seluas 1.046 hektare dengan jumlah bibit 4.203.200 batang. Lalu, direncanakan tahun 2022, target penanaman mangrove naik menjadi 1.280 hektare,” ujar Emil di Surabaya, Jumat (10/12).

Emil menambahkan, Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya mitigasi perubahan iklim dan fenomena global warming. Salah satunya dengan merestorasi mangrove dengan melakukan penanaman mangrove sebanyak 881.508 batang di lahan seluas 295,62 hektare. Di antaranya, di Kabupaten Gresik, Bangkalan, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, dan Probolinggo.

Baca Juga :  Razia Jelang Nataru, Ratusan Miras Ditemukan di Tempat Hiburan

Mantan bupati Trenggalek itu menambahkan, upaya tersebut sebagai wujud dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional. Ia berharap bisa menjadi kontribusi untuk merehabilitasi mangrove di tanah air. Apalagi peraturan presiden (perpres) tentang nilai ekonomi karbon sudah terbit. “Itu bisa memberikan dorongan bagi masyarakat bagaimana memenuhi kesejahteraan dengan tetap melestarikan lingkungan,” katanya.

Menurut Emil, hutan mangrove memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dalam luasan yang setara dengan hutan tropis itu, hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat biota yang bernilai ekonomis seperti ikan, kepiting, dan udang. Juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati lainnya.

Ekosistem mangrove yang sehat juga bisa didorong menjadi salah satu objek ekowisata yang menarik. “Jatim punya 40 juta penduduk, luasnya terbatas, ekosistem sangat berpotensi untuk dirambah dengan cara yang tidak berkelanjutan. Inovasi akan sangat penting untuk menjaga lingkungan dan ikut berkonstruksi dalam perang dunia menangani perubahan iklim,” jelasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Omicron, RSUD dr Soetomo Siapkan Oksigen Generator

Setelah menanam mangrove terdapat mekanisme perawatan. Dalam konteks tersebut, tidak hanya diserahkan kepada pemerintah atau segelintir pihak saja. Tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat. Pemprov Jatim tetap mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat luas untuk meningkatkan upaya pemulihan ekosistem mangrove di Jatim.

“Semua kembali rasa memiliki masyarakat. Ini bukan proyek tapi pemberdayaan masyarakat. Termasuk pembibitan untuk mendukung program mangrove. Insya Allah, akan berkelanjutan,” pungkasnya. (mus/rek)

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menargetkan penanaman mangrove di Jawa Timur pada 2022 mencapai 1.280 hektare. Target tersebut sebagai bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur terhadap program rehabilitasi mangrove nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Tahun 2020 telah dilaksanakan penanaman mangrove di Jatim seluas 1.046 hektare dengan jumlah bibit 4.203.200 batang. Lalu, direncanakan tahun 2022, target penanaman mangrove naik menjadi 1.280 hektare,” ujar Emil di Surabaya, Jumat (10/12).

Emil menambahkan, Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya mitigasi perubahan iklim dan fenomena global warming. Salah satunya dengan merestorasi mangrove dengan melakukan penanaman mangrove sebanyak 881.508 batang di lahan seluas 295,62 hektare. Di antaranya, di Kabupaten Gresik, Bangkalan, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, dan Probolinggo.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Omicron, RSUD dr Soetomo Siapkan Oksigen Generator

Mantan bupati Trenggalek itu menambahkan, upaya tersebut sebagai wujud dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional. Ia berharap bisa menjadi kontribusi untuk merehabilitasi mangrove di tanah air. Apalagi peraturan presiden (perpres) tentang nilai ekonomi karbon sudah terbit. “Itu bisa memberikan dorongan bagi masyarakat bagaimana memenuhi kesejahteraan dengan tetap melestarikan lingkungan,” katanya.

Menurut Emil, hutan mangrove memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dalam luasan yang setara dengan hutan tropis itu, hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat biota yang bernilai ekonomis seperti ikan, kepiting, dan udang. Juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati lainnya.

Ekosistem mangrove yang sehat juga bisa didorong menjadi salah satu objek ekowisata yang menarik. “Jatim punya 40 juta penduduk, luasnya terbatas, ekosistem sangat berpotensi untuk dirambah dengan cara yang tidak berkelanjutan. Inovasi akan sangat penting untuk menjaga lingkungan dan ikut berkonstruksi dalam perang dunia menangani perubahan iklim,” jelasnya.

Baca Juga :  Bersenjatakan Video Tik Tok, Kakek Penjaga Makam Ini Cabuli 4 Bocah

Setelah menanam mangrove terdapat mekanisme perawatan. Dalam konteks tersebut, tidak hanya diserahkan kepada pemerintah atau segelintir pihak saja. Tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat. Pemprov Jatim tetap mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat luas untuk meningkatkan upaya pemulihan ekosistem mangrove di Jatim.

“Semua kembali rasa memiliki masyarakat. Ini bukan proyek tapi pemberdayaan masyarakat. Termasuk pembibitan untuk mendukung program mangrove. Insya Allah, akan berkelanjutan,” pungkasnya. (mus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/