alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Polisi Buru Penadah Emas Batangan di Luar Jatim

SURABAYA – Polisi masih mengejar penadah lain dalam kasus penggelapan emas batangan yang dilakukan Djoni, karyawan PT IGS. Penadah tersebut diduga berada di luar Jawa Timur.

“Masih kami kembangkan. Ada beberapa penadah, kami masih kejar terus,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono, Minggu (10/10).

Lintar melanjutkan, dalam pelariannya tersangka berpindah-pindah tempat. Pertama di Sidoarjo. Pria asal Banda Aceh itu memotong kecil-kecil emas batangan untuk dijual. Terbukti 20 gram berhasil dijual di Sidoarjo.

Selain di Sidoarjo, emas juga dijual di beberapa kota tempat pelariannya. Seperti di Purwokerto. Namun, tersangka mengaku tidak kenal dengan penadah yang ada di Purwokerto. “Sudah ada beberapa yang dijual sesuai tempat larinya dia. Jadi, dipotong, lalu dijual lagi. Terus lari, dipotong, dijual lagi, begitu,” terangnya.

Menurut Lintar, hasil penjualan emas itu dipakai biaya hidup selama pelarian tersangka di beberapa kota. “Yang terakhir itu dia mau keluar dari penginapan, akhirnya langsung ditangkap,” paparnya.

Sebelumnya, polisi membekuk pelaku penggelapan emas seberat 7 kilogram (Kg) dan seorang penadahnya. Tersangka Djoni, 38, asal Kelurahan Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, tinggal di Jalan Pakuwon City San Antonio Blok N, Surabaya dan SB, 34, warga Jalan Rungkut, Surabaya.

Tersangka Djoni masuk ke dalam Pasar Atom untuk mengambil 7 kg emas yang hendak dimurnikan. Sementara ML menunggu di luar. Namun, bukannya dibawa ke PT IGS, tujuh batang emas tersebut malah dibawa kabur tersangka Djoni.

Setelah diburu hampir sebulan, tersangka Djoni dibekuk di kafe apartemen Jalan MH Thamrin, Cikokol, Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (1/10). Sementara SB diringkus polisi di Pasar Wadungasri Jalan Raya Kundi, Waru, Sidoarjo, Sabtu (2/10). (rus/rek)


SURABAYA – Polisi masih mengejar penadah lain dalam kasus penggelapan emas batangan yang dilakukan Djoni, karyawan PT IGS. Penadah tersebut diduga berada di luar Jawa Timur.

“Masih kami kembangkan. Ada beberapa penadah, kami masih kejar terus,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono, Minggu (10/10).

Lintar melanjutkan, dalam pelariannya tersangka berpindah-pindah tempat. Pertama di Sidoarjo. Pria asal Banda Aceh itu memotong kecil-kecil emas batangan untuk dijual. Terbukti 20 gram berhasil dijual di Sidoarjo.

Selain di Sidoarjo, emas juga dijual di beberapa kota tempat pelariannya. Seperti di Purwokerto. Namun, tersangka mengaku tidak kenal dengan penadah yang ada di Purwokerto. “Sudah ada beberapa yang dijual sesuai tempat larinya dia. Jadi, dipotong, lalu dijual lagi. Terus lari, dipotong, dijual lagi, begitu,” terangnya.

Menurut Lintar, hasil penjualan emas itu dipakai biaya hidup selama pelarian tersangka di beberapa kota. “Yang terakhir itu dia mau keluar dari penginapan, akhirnya langsung ditangkap,” paparnya.

Sebelumnya, polisi membekuk pelaku penggelapan emas seberat 7 kilogram (Kg) dan seorang penadahnya. Tersangka Djoni, 38, asal Kelurahan Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, tinggal di Jalan Pakuwon City San Antonio Blok N, Surabaya dan SB, 34, warga Jalan Rungkut, Surabaya.

Tersangka Djoni masuk ke dalam Pasar Atom untuk mengambil 7 kg emas yang hendak dimurnikan. Sementara ML menunggu di luar. Namun, bukannya dibawa ke PT IGS, tujuh batang emas tersebut malah dibawa kabur tersangka Djoni.

Setelah diburu hampir sebulan, tersangka Djoni dibekuk di kafe apartemen Jalan MH Thamrin, Cikokol, Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (1/10). Sementara SB diringkus polisi di Pasar Wadungasri Jalan Raya Kundi, Waru, Sidoarjo, Sabtu (2/10). (rus/rek)



Most Read

Berita Terbaru