alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Awasi Prokes, Satgas Covid-19 Siagakan Petugas di Tempat Nongkrong

SURABAYA – Aktivitas masyarakat saat ini mulai beranjak normal, seiring adanya pelonggaran sejumlah tempat yang memperbolehkan buka pasca melandainya kasus Covid-19 di Surabaya. Oleh karena itu pembatasan dan protokol kesehatan tetap diberlakukan.

Untuk mengantisipasi kerumunan dan keteledoran masyarakat sehingga tidak menimbulkan kenaikan kembali kasus Covid-19 di Surabaya, Satgas Covid-19 akan menempatkan petugasnya di masing-masing tempat keramaian.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19, Irvan Widyanto, memastikan bahwa pengawasan tempat yang mengundang keramaian akan ditingkatkan. Tempat-tempat tersebut, diantaranya meliputi kedai kopi atau warung kopi, restoran, tempat karaoke hingga kedai makanan cepat saji. “Pengawasan ditingkatkan. Terutama pengawasan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker ketika mengobrol,” katanya.

(ISTIMEWA/POLRES PERAK)

Lebih lanjut Irvan menjelaskan, bahwa beberapa kelompok petugas yang disiapkan oleh Satgas Covid-19 di antaranya adalah Vaksin Hunter, Covid-19 Hunter, dan Swab Hunter. Tiga kelompok ini tidak hanya bersiaga dan mengingatkan prokes pengunjung, namun juga siaga untuk melakukan vaksin dan swab pada pengunjung.

“Dengan begitu masyarakat yang lalai atau abai prokes bisa kami ingatkan. Karena dengan begitu kasus Covid-19 bisa kembali ditekan dan berharap kebiasaan tertib prokes ini terus menjadi kebiasaan baru,” jelasnya.

Meski demikian, Irvan mengaku bersyukur kasus Covid-19 di Surabaya kini makin melandai. Sebab itu, perekonomian terus meningkat dan berjalan dengan baik. “Dengan ramainya tempat nongkrong, berarti kan perekonomian sudah berjalan dengan normal. Ini pertanda baik,” imbuhnya.

Ia mengaku khawatir ketika prokes tidak dijalankan dengan baik, maka kasus Covid-19 akan meningkat kembali. “Pesan Pak Wali Kota sudah jelas. Perekonomian boleh buka dan lanjut lagi kalau Prokes diterapkan dengan baik. Maka dari itu kami siagakan dan awasi lebih ketat,” tegas Irvan

Sementara itu salah satu pemilik kedai kopi di kawasan Surabaya Pusat mengaku tidak setuju dengan rencana penempatan satgas Covid-19. Karena menurutnya pengunjung akan merasa kurang nyaman. Oleh karena itu imbauan prokes seharusnya lewat edaran dan peringatan verbal.

“Penempatan Satgas di kedai kopi menurut saya kurang pas. Karena customer akan tidak nyaman dan merasa terawasi. Cukup memberikan penyuluhan atau pengumuman melalui edaran apa yang harus dilakukan untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Adit. (rmt/jay)


SURABAYA – Aktivitas masyarakat saat ini mulai beranjak normal, seiring adanya pelonggaran sejumlah tempat yang memperbolehkan buka pasca melandainya kasus Covid-19 di Surabaya. Oleh karena itu pembatasan dan protokol kesehatan tetap diberlakukan.

Untuk mengantisipasi kerumunan dan keteledoran masyarakat sehingga tidak menimbulkan kenaikan kembali kasus Covid-19 di Surabaya, Satgas Covid-19 akan menempatkan petugasnya di masing-masing tempat keramaian.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19, Irvan Widyanto, memastikan bahwa pengawasan tempat yang mengundang keramaian akan ditingkatkan. Tempat-tempat tersebut, diantaranya meliputi kedai kopi atau warung kopi, restoran, tempat karaoke hingga kedai makanan cepat saji. “Pengawasan ditingkatkan. Terutama pengawasan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker ketika mengobrol,” katanya.

(ISTIMEWA/POLRES PERAK)

Lebih lanjut Irvan menjelaskan, bahwa beberapa kelompok petugas yang disiapkan oleh Satgas Covid-19 di antaranya adalah Vaksin Hunter, Covid-19 Hunter, dan Swab Hunter. Tiga kelompok ini tidak hanya bersiaga dan mengingatkan prokes pengunjung, namun juga siaga untuk melakukan vaksin dan swab pada pengunjung.

“Dengan begitu masyarakat yang lalai atau abai prokes bisa kami ingatkan. Karena dengan begitu kasus Covid-19 bisa kembali ditekan dan berharap kebiasaan tertib prokes ini terus menjadi kebiasaan baru,” jelasnya.

Meski demikian, Irvan mengaku bersyukur kasus Covid-19 di Surabaya kini makin melandai. Sebab itu, perekonomian terus meningkat dan berjalan dengan baik. “Dengan ramainya tempat nongkrong, berarti kan perekonomian sudah berjalan dengan normal. Ini pertanda baik,” imbuhnya.

Ia mengaku khawatir ketika prokes tidak dijalankan dengan baik, maka kasus Covid-19 akan meningkat kembali. “Pesan Pak Wali Kota sudah jelas. Perekonomian boleh buka dan lanjut lagi kalau Prokes diterapkan dengan baik. Maka dari itu kami siagakan dan awasi lebih ketat,” tegas Irvan

Sementara itu salah satu pemilik kedai kopi di kawasan Surabaya Pusat mengaku tidak setuju dengan rencana penempatan satgas Covid-19. Karena menurutnya pengunjung akan merasa kurang nyaman. Oleh karena itu imbauan prokes seharusnya lewat edaran dan peringatan verbal.

“Penempatan Satgas di kedai kopi menurut saya kurang pas. Karena customer akan tidak nyaman dan merasa terawasi. Cukup memberikan penyuluhan atau pengumuman melalui edaran apa yang harus dilakukan untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Adit. (rmt/jay)



Most Read

Berita Terbaru