alexametrics
25 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Tidak Ada Indikasi Kekerasan Jenazah Mr X di Bundaran Waru

SURABAYA – Polsek Gayungan dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya memastikan jasad pria yang ditemukan di Bundaran Waru, Surabaya, meninggal dunia bukan karena tindak pidana kekerasan atau pembunuhan.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi hingga pukul 19.00. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan indikasi kekerasan di tubuh korban. Diduga korban tewas karena sakit. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolsek Gayungan Kompol Suhartono, Rabu (10/8).

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Hedjen Oktianto menambahkan, berdasar olah TKP tim Inafis, jenazah yang belum teridentifikasi itu diduga kuat orang tidak memiliki tempat tinggal tetap (T4). “Dugaannya, T4, dilihat dari kuku tangan dan kaki panjang-panjang,” terangnya.

Terkait adanya bagian kulit tubuh korban yang terkelupas, menurut Hedjen, diduga karena proses pembusukan jenazah. Bukan akibat tindakan kekerasan atau penganiayaan.

Menurut Hedjen, saat ditemukan korban hanya mengenakan celana panjang warna cokelat tanpa memakai baju atasan. Polisi menemukan uang tunai Rp 69 ribu di saku celana depan. “Barang bukti celana panjang warna cokelat, sebuah botol kosong, sepasang sandal jepit warna hitam dan uang Rp 69 ribu,” bebernya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Surabaya Hanafi menyatakan, diduga korban meninggal dunia sekitar tiga hari yang lalu. “Polisi memastikan korban sudah meninggal dunia kemungkinan tiga atau empat hari yang lalu,” katanya.

Jenazah Mr X saat ditemukan hanya memakai celana warna cokelat. Korban tidak memakai baju atasan. Usia korban diperkirakan sekitar 35 tahun. Petugas juga menemukan botol bekas air mineral kosong yang beraroma menyengat seperti bekas wadah alkohol.

Salah satu saksi, Sodik, kali pertama melihat jenazah itu saat melintas mengendarai motor dari arah Sidoarjo ke Surabaya di Bundaran Waru hendak pulang kerja.

Saat melihat ke area lahan yang ditumbuhi rerumputan diketahui ada sesosok pria yang tergeletak. “Saya kira ada orang tak kira tidur. Tapi kok ada lalatnya,” ujarnya

Ia kemudian berhenti dan melaporkan kepada anggota kepolisian yang bertugas di Pos Polisi sisi utara Bundaran Waru. “Saya nggak berani mendekat. Langsung lapor polisi di pos situ,” ujar pria yang tinggal di Jalan Kutisari itu. (rus/rek)

SURABAYA – Polsek Gayungan dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya memastikan jasad pria yang ditemukan di Bundaran Waru, Surabaya, meninggal dunia bukan karena tindak pidana kekerasan atau pembunuhan.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi hingga pukul 19.00. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan indikasi kekerasan di tubuh korban. Diduga korban tewas karena sakit. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolsek Gayungan Kompol Suhartono, Rabu (10/8).

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Hedjen Oktianto menambahkan, berdasar olah TKP tim Inafis, jenazah yang belum teridentifikasi itu diduga kuat orang tidak memiliki tempat tinggal tetap (T4). “Dugaannya, T4, dilihat dari kuku tangan dan kaki panjang-panjang,” terangnya.

Terkait adanya bagian kulit tubuh korban yang terkelupas, menurut Hedjen, diduga karena proses pembusukan jenazah. Bukan akibat tindakan kekerasan atau penganiayaan.

Menurut Hedjen, saat ditemukan korban hanya mengenakan celana panjang warna cokelat tanpa memakai baju atasan. Polisi menemukan uang tunai Rp 69 ribu di saku celana depan. “Barang bukti celana panjang warna cokelat, sebuah botol kosong, sepasang sandal jepit warna hitam dan uang Rp 69 ribu,” bebernya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Surabaya Hanafi menyatakan, diduga korban meninggal dunia sekitar tiga hari yang lalu. “Polisi memastikan korban sudah meninggal dunia kemungkinan tiga atau empat hari yang lalu,” katanya.

Jenazah Mr X saat ditemukan hanya memakai celana warna cokelat. Korban tidak memakai baju atasan. Usia korban diperkirakan sekitar 35 tahun. Petugas juga menemukan botol bekas air mineral kosong yang beraroma menyengat seperti bekas wadah alkohol.

Salah satu saksi, Sodik, kali pertama melihat jenazah itu saat melintas mengendarai motor dari arah Sidoarjo ke Surabaya di Bundaran Waru hendak pulang kerja.

Saat melihat ke area lahan yang ditumbuhi rerumputan diketahui ada sesosok pria yang tergeletak. “Saya kira ada orang tak kira tidur. Tapi kok ada lalatnya,” ujarnya

Ia kemudian berhenti dan melaporkan kepada anggota kepolisian yang bertugas di Pos Polisi sisi utara Bundaran Waru. “Saya nggak berani mendekat. Langsung lapor polisi di pos situ,” ujar pria yang tinggal di Jalan Kutisari itu. (rus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/