alexametrics
25 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Batal Jual Sabu, Keburu Ditangkap di Demak Jaya

SURABAYA – Lelaki ini sudah membayangkan keuntungan besar yang akan diperoleh. Namun, impiannya kandas karena keburu ditangkap polisi. Tersangka AA, 43, warga Jalan Kendalsari, Surabaya, ditangkap di tempat kosnya Jalan Demak Jaya, Surabaya.

Polisi menangkap tersangka AA sesaat setelah mengambil ranjauan sabu-sabu (SS). Sebanyak dua poket sabu dengan berat 2,34 gram diamankan polisi dari genggaman tersangka. Sabu tersebut belum sempat dibagi oleh tersangka. Namun, sudah disita lebih dulu oleh polisi.

Satresnarkoba Polrestabes Surabayamembawa tersangka untuk penyelidikan lebih lanjut. “Pengakuannya, tersangka menjual sabu satu gram. Dia tidak membagi menjadi kemasan poket kecil,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri, Rabu (10/8).

Selama ini tersangka bekerja sebagai tukang pasang marmer. Namun, ia diam-diam nyambi jadi pengedar sabu gara-gara masalah ekonomi. AA mengaku membeli sabu dari MF. Sekali membeli langsung dua gram dengan harga Rp 1,9 juta.

Tersangka AA lalu diminta untuk mengambil sabu pesanannya tersebut di rel kereta api sekitar Jalan Demak, Surabaya. Nah, ia pun datang mengambil sabu dan pulang. “Kami masih cari MF. Namun, pengakuan tersangka, ia tidak pernah bertemu langsung dengan MF,” ujarnya.

Daniel mengungkapkan, tersangka AA diduga sudah beberapa kali membeli dan mengedarkan serbuk terlarang tersebut. Tersangka mengaku menjual sabu dengan harga Rp 1,050 per gramnya. Keuntungannya Rp 100 ribu per poketnya.

“Ini masih kami selidiki lagi. Anggota tidak menemukan timbangan elektrik saat penggeledahan,” tutur Daniel. (gun/rek)

SURABAYA – Lelaki ini sudah membayangkan keuntungan besar yang akan diperoleh. Namun, impiannya kandas karena keburu ditangkap polisi. Tersangka AA, 43, warga Jalan Kendalsari, Surabaya, ditangkap di tempat kosnya Jalan Demak Jaya, Surabaya.

Polisi menangkap tersangka AA sesaat setelah mengambil ranjauan sabu-sabu (SS). Sebanyak dua poket sabu dengan berat 2,34 gram diamankan polisi dari genggaman tersangka. Sabu tersebut belum sempat dibagi oleh tersangka. Namun, sudah disita lebih dulu oleh polisi.

Satresnarkoba Polrestabes Surabayamembawa tersangka untuk penyelidikan lebih lanjut. “Pengakuannya, tersangka menjual sabu satu gram. Dia tidak membagi menjadi kemasan poket kecil,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri, Rabu (10/8).

Selama ini tersangka bekerja sebagai tukang pasang marmer. Namun, ia diam-diam nyambi jadi pengedar sabu gara-gara masalah ekonomi. AA mengaku membeli sabu dari MF. Sekali membeli langsung dua gram dengan harga Rp 1,9 juta.

Tersangka AA lalu diminta untuk mengambil sabu pesanannya tersebut di rel kereta api sekitar Jalan Demak, Surabaya. Nah, ia pun datang mengambil sabu dan pulang. “Kami masih cari MF. Namun, pengakuan tersangka, ia tidak pernah bertemu langsung dengan MF,” ujarnya.

Daniel mengungkapkan, tersangka AA diduga sudah beberapa kali membeli dan mengedarkan serbuk terlarang tersebut. Tersangka mengaku menjual sabu dengan harga Rp 1,050 per gramnya. Keuntungannya Rp 100 ribu per poketnya.

“Ini masih kami selidiki lagi. Anggota tidak menemukan timbangan elektrik saat penggeledahan,” tutur Daniel. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/