alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Tiga Sekawan Sekongkol Gelapkan Satu Truk Susu Dancow

SURABAYA – Yustus bersama Joko Asmoko dan Abdul Rozaq nekat menadah satu truk susu merek Dancow. Akibatnya, tiga sekawan itu diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (10/1) sore.

Aksi komplotan Yustus dan kawan-kawan bermula saat Rozaq sebagai sopir truk Isuzu Giga L 8019 UH ditugaskan membawa muatan muatan Susu Dancow sebanyak 32 palet. Tiap palet berisi 50 karton. Masing-masing karton berisi 10 saset seberat 27 gram. Ratusan susu itu dibawa dari pabrik Nestle yang berada di Kejayan, Pasuruan, dengan tujuan Cikarang, Jawa Barat.

Sekitar pukul 21.45, saat melintas di Jalan Tol Margomulyo, Surabaya, Rozaq ingin menjual susu Dancow tersebut. Rozaq lalu menghubungi rekannya, Joko, dan menawarkan susu tersebut. “Susu Dancow ditawarkan kepada saksi Joko Asmoko untuk dijual dengan harga Rp 400 juta,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Mendapat tawaran itu, Joko menghubungi Yustus lalu menawarkan susu yang telah ditawarkan Rozaq. Joko lalu meminta agar Yustus mencarikan pembeli. Hal itu direspon Rozaq dengan mengirimkan foto surat jalan. “Terdakwa Yustus menghubungi Dani (DPO) dan ditawar Rp 225 juta. Yustus lalu menghubungi Joko jika Susu Dancow itu ditawar seharga Rp 200 juta,” papar Irene.

Baca Juga :  Modus Ngamen, Dua ABG Tepergok Curi Motor di Bulak Rukem

Joko menyampaikan kepada Rozaq jika Susu Dancow itu ditawar Rp 200 juta. Rozaq pun diminta untuk datang ke SPBU di Jalan Raya Weleri Kendal dan menunggu di warung depan SPBU. Setibanya di lokasi, Rozaq diminta meninggalkan truk dengan kunci kontak tetap menempel. Rozaq diminta ke warung. Saat itu, Yustus datang menemui Rozaq. Keduanya kemudian membawa truk berisi susu untuk anak-anak itu.

Keduanya lalu menuju pintu keluar Tol Batang bertemu dengan Wawan (DPO). Saat bertemu, Wawan (DPO) menyerahkan uang Rp 80 juta kepada Yustus sebagai uang muka. Sementara sisanya baru dibayar dua atau tiga hari kemudian.

Usai transaksi, Wawan membawa pergi truk berisi susu itu dan membongkar muatannya. Truk pun ditinggalkan di Jalan Kaliwungu, Krapyak, Semarang. Wawan lalu menghungi Yustus untuk menghilangkan truk tersebut. “Yustus dan Rozaq lalu membawa truk tersebut menuju ke Jalan Kaliwungu, Krapyak, Semarang dan diparkir di depan pintu keluar tol Brebes Jawa Tengah,” bebernya.

Baca Juga :  Super Nekat, 2 Orang Copet HP Bonek di Arakan Persebaya, Dimassa

Nah, saat Joko menjemput Rozaq dan Yustus, Rozaq memberi Joko uang keuntungan Rp 50 juta. Pada 28 September 2021 lalu, Rozaq menerima uang Rp 40 juta. Sehingga total uang yang diterima Rozaq mencapai Rp 120 juta. Sedangkan Yustus menerima dapat ponsel Vivo Y15 seharga Rp 2,1 juta dan uang Rp 65,9 juta. Pada saat itu pula, Janu Kumbara menghubungi Kustoni dan mengatakan bahwa truk bermuatan susu itu belum sampai di Bekasi.

Janu kemudian menghubungi Rozaq. Sayang, HP Rozaq mati. Setelah dicek lewat history GPS, diketahui jika GPS dimatikan di Jalan Margomulyo, pada 24 September 2021 pukul 21.45. Hingga akhirnya, Joko Asmoko ditangkap anggota Polres Tanjung Perak di parkiran truk Jalan Banyu Putih, Batang, Jawa Tengah. Sementara Yustus dibekuk di Cengkareng Timur Jakarta Barat. (far/rek)

SURABAYA – Yustus bersama Joko Asmoko dan Abdul Rozaq nekat menadah satu truk susu merek Dancow. Akibatnya, tiga sekawan itu diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (10/1) sore.

Aksi komplotan Yustus dan kawan-kawan bermula saat Rozaq sebagai sopir truk Isuzu Giga L 8019 UH ditugaskan membawa muatan muatan Susu Dancow sebanyak 32 palet. Tiap palet berisi 50 karton. Masing-masing karton berisi 10 saset seberat 27 gram. Ratusan susu itu dibawa dari pabrik Nestle yang berada di Kejayan, Pasuruan, dengan tujuan Cikarang, Jawa Barat.

Sekitar pukul 21.45, saat melintas di Jalan Tol Margomulyo, Surabaya, Rozaq ingin menjual susu Dancow tersebut. Rozaq lalu menghubungi rekannya, Joko, dan menawarkan susu tersebut. “Susu Dancow ditawarkan kepada saksi Joko Asmoko untuk dijual dengan harga Rp 400 juta,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Mendapat tawaran itu, Joko menghubungi Yustus lalu menawarkan susu yang telah ditawarkan Rozaq. Joko lalu meminta agar Yustus mencarikan pembeli. Hal itu direspon Rozaq dengan mengirimkan foto surat jalan. “Terdakwa Yustus menghubungi Dani (DPO) dan ditawar Rp 225 juta. Yustus lalu menghubungi Joko jika Susu Dancow itu ditawar seharga Rp 200 juta,” papar Irene.

Baca Juga :  Cuma Setengah Jam di Jalan Kenjeran, Sudah Tilang 65 Kendaraan

Joko menyampaikan kepada Rozaq jika Susu Dancow itu ditawar Rp 200 juta. Rozaq pun diminta untuk datang ke SPBU di Jalan Raya Weleri Kendal dan menunggu di warung depan SPBU. Setibanya di lokasi, Rozaq diminta meninggalkan truk dengan kunci kontak tetap menempel. Rozaq diminta ke warung. Saat itu, Yustus datang menemui Rozaq. Keduanya kemudian membawa truk berisi susu untuk anak-anak itu.

Keduanya lalu menuju pintu keluar Tol Batang bertemu dengan Wawan (DPO). Saat bertemu, Wawan (DPO) menyerahkan uang Rp 80 juta kepada Yustus sebagai uang muka. Sementara sisanya baru dibayar dua atau tiga hari kemudian.

Usai transaksi, Wawan membawa pergi truk berisi susu itu dan membongkar muatannya. Truk pun ditinggalkan di Jalan Kaliwungu, Krapyak, Semarang. Wawan lalu menghungi Yustus untuk menghilangkan truk tersebut. “Yustus dan Rozaq lalu membawa truk tersebut menuju ke Jalan Kaliwungu, Krapyak, Semarang dan diparkir di depan pintu keluar tol Brebes Jawa Tengah,” bebernya.

Baca Juga :  Baru Bebas dari Lapas, Berulah Lagi, Pelaku Curanmor Didor Kakinya

Nah, saat Joko menjemput Rozaq dan Yustus, Rozaq memberi Joko uang keuntungan Rp 50 juta. Pada 28 September 2021 lalu, Rozaq menerima uang Rp 40 juta. Sehingga total uang yang diterima Rozaq mencapai Rp 120 juta. Sedangkan Yustus menerima dapat ponsel Vivo Y15 seharga Rp 2,1 juta dan uang Rp 65,9 juta. Pada saat itu pula, Janu Kumbara menghubungi Kustoni dan mengatakan bahwa truk bermuatan susu itu belum sampai di Bekasi.

Janu kemudian menghubungi Rozaq. Sayang, HP Rozaq mati. Setelah dicek lewat history GPS, diketahui jika GPS dimatikan di Jalan Margomulyo, pada 24 September 2021 pukul 21.45. Hingga akhirnya, Joko Asmoko ditangkap anggota Polres Tanjung Perak di parkiran truk Jalan Banyu Putih, Batang, Jawa Tengah. Sementara Yustus dibekuk di Cengkareng Timur Jakarta Barat. (far/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/