27.8 C
Surabaya
Thursday, June 8, 2023

Tingkat Pengangguran Terbuka di Jatim Tembus 1,28 Juta Orang

SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jika Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur (Jatim) per Agustus 2021 sebesar 5,74 persen, atau turun 0,1 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Namun, jumlah itu naik 0,57 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021.

“Hingga Agustus 2021, sebanyak 1,28 juta orang di Jatim berstatus pengangguran. Jika dibanding dengan Februari 2021, jumlah pengangguran itu bertambah 134.330 orang,” ujar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan, Senin (8/11).

Dadang menambahkan, untuk jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 22,32 juta orang, bertambah 55,03 ribu orang dibanding Agustus 2020 dan bertambah 141,37 ribu orang dibanding Februari 2021. Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2021 turun sebesar 0,33 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

Baca Juga :  Triwulan III, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Capai 5,53 Persen

Lebih lanjut Dadang menuturkan, untuk penduduk yang bekerja sebanyak 21,04 juta orang. Yakni meningkat sebanyak 74,78 ribu orang dari Agustus 2020. “Tiga lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor jasa pendidikan (0,54 persen poin), sektor perdagangan besar dan eceran (0,52 persen poin) dan sektor industri pengolahan (0,50 persen poin),” jelasnya.

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan atau 1,33 persen poin. Sebanyak 7,86 juta orang atau 37,36 persen bekerja pada kegiatan formal. Ini naik 1,00 persen poin dibanding Agustus 2020.

“Persentase setengah penganggur turun sebesar 1,52 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,56 persen poin dibandingkan Agustus 2020,” katanya.

Baca Juga :  Titis Sempat Pesan Nasi Tiga Bungkus ke Ibunya

Lebih lanjut Dadang mengatakan, terdapat 3,36 juta orang atau 10,52 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 248,05 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 88,53 ribu orang.

“Sementara tidak bekerja karena Covid-19  sebanyak 240,35 ribu orang. Sedangkan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 2,78 juta orang,” pungkasnya. (mus/nur)

SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jika Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur (Jatim) per Agustus 2021 sebesar 5,74 persen, atau turun 0,1 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Namun, jumlah itu naik 0,57 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021.

“Hingga Agustus 2021, sebanyak 1,28 juta orang di Jatim berstatus pengangguran. Jika dibanding dengan Februari 2021, jumlah pengangguran itu bertambah 134.330 orang,” ujar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan, Senin (8/11).

Dadang menambahkan, untuk jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 22,32 juta orang, bertambah 55,03 ribu orang dibanding Agustus 2020 dan bertambah 141,37 ribu orang dibanding Februari 2021. Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2021 turun sebesar 0,33 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

Baca Juga :  BPS: Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 1,53 Persen

Lebih lanjut Dadang menuturkan, untuk penduduk yang bekerja sebanyak 21,04 juta orang. Yakni meningkat sebanyak 74,78 ribu orang dari Agustus 2020. “Tiga lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor jasa pendidikan (0,54 persen poin), sektor perdagangan besar dan eceran (0,52 persen poin) dan sektor industri pengolahan (0,50 persen poin),” jelasnya.

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan atau 1,33 persen poin. Sebanyak 7,86 juta orang atau 37,36 persen bekerja pada kegiatan formal. Ini naik 1,00 persen poin dibanding Agustus 2020.

“Persentase setengah penganggur turun sebesar 1,52 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,56 persen poin dibandingkan Agustus 2020,” katanya.

Baca Juga :  Pandemi Mereda, Kunjungan Wisman ke Jatim Meningkat, Okupansi Hotel Naik

Lebih lanjut Dadang mengatakan, terdapat 3,36 juta orang atau 10,52 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 248,05 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 88,53 ribu orang.

“Sementara tidak bekerja karena Covid-19  sebanyak 240,35 ribu orang. Sedangkan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 2,78 juta orang,” pungkasnya. (mus/nur)

Most Read

Berita Terbaru