25 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Dimakamkan Berdampingan, Dua Pilot TNI AL Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta

SIDOARJO – Dua penerbang pesawat latih TNI Angkatan Laut jenis Bonanza G-36 T-2503 yang jatuh di Selat Madura dimakamkan berdampingan di Makam Bahagia TNI AL Wilayah Timur, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat (9/9).

Dua penerbang tersebut adalah Kapten Laut (Anumerta) Yudistira Eka Permadi dan kopilot Letnan Satu Laut (Anumerta) Dendy Kresna Bhakti. Kedua penerbang muda ini mendapatkan kenaikan pangkat secara luar biasa karena gugur dalam tugas.

Pengumuman kenaikan pangkat masing-masing satu tingkat ini diumumkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono di Jakarta, Kamis (8/9). “”Almarhum keduanya mendapat kenaikan pangkat luar biasa yang tadi kep-nya sudah turun, barusan tadi. Tadi kita ajukan dan ini sudah turun, jadi naik satu tingkat,” kata Yudo Margono.

Istri mendiang kopilot Kapten Laut (Anumerta) Yudistira Eka Permadi didampingi kolega dan Kowal. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, Laksamana Muda Dwika Tjahja Setiawan bertindak sebagai inspektur upacara dalam pemakaman yang dilakukan secara militer tersebut. Acara pemakaman ini juga dihadiri langsung oleh KSAL Laksamana Yudo Margono dan keluarga pilot yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Laksda Dwika dalam pengantarnya mengatakan, kedua almarhum selama hidup memberikan contoh tutur kata dan budi pekerti yang baik serta dedikasi yang tinggi kepada bangsa dan negara. “Mari bersama-sama doakan arwah kedua almarhum bisa diterima Allah dan diampuni dosanya, dan jasa-jasanya selalu dikenang,” ujarnya.

KHIDMAT: Prosesi pemakaman dua penerbang pesawat Bonanza yang jatuh di Selat Madura. (Suryanto/Radar Surabaya)

Sebelum dimakamkan, kedua jenazah pilot muda tersebut disemayamkan di Wisma Perwira di dalam kompleks Puspenerbal Juanda. TNI AL mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari mulai Kamis (8/9) sampai Sabtu (10/9) untuk mengenang peristiwa duka jatuhnya pesawat latih Beechcraft G-36 Bonanza nomor registrasi T-2503 itu.

Pesawat milik TNI AL ini mengalami kecelakaan dan jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Rabu (7/9). “Pesawat mengalami kecelakaan saat melaksanakan latihan dengan KRI-KRI di jajaran Koarmada II,” kata Kepala Dinas Penerangan Koarmada II, Letkol Asep Aryansyah. Menurut Asep, untuk penyebab jatuhnya pesawat T-2503 hingga saat ini masih belum diketahui. (jpc/ant/jay)

SIDOARJO – Dua penerbang pesawat latih TNI Angkatan Laut jenis Bonanza G-36 T-2503 yang jatuh di Selat Madura dimakamkan berdampingan di Makam Bahagia TNI AL Wilayah Timur, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat (9/9).

Dua penerbang tersebut adalah Kapten Laut (Anumerta) Yudistira Eka Permadi dan kopilot Letnan Satu Laut (Anumerta) Dendy Kresna Bhakti. Kedua penerbang muda ini mendapatkan kenaikan pangkat secara luar biasa karena gugur dalam tugas.

Pengumuman kenaikan pangkat masing-masing satu tingkat ini diumumkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono di Jakarta, Kamis (8/9). “”Almarhum keduanya mendapat kenaikan pangkat luar biasa yang tadi kep-nya sudah turun, barusan tadi. Tadi kita ajukan dan ini sudah turun, jadi naik satu tingkat,” kata Yudo Margono.

Istri mendiang kopilot Kapten Laut (Anumerta) Yudistira Eka Permadi didampingi kolega dan Kowal. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, Laksamana Muda Dwika Tjahja Setiawan bertindak sebagai inspektur upacara dalam pemakaman yang dilakukan secara militer tersebut. Acara pemakaman ini juga dihadiri langsung oleh KSAL Laksamana Yudo Margono dan keluarga pilot yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Laksda Dwika dalam pengantarnya mengatakan, kedua almarhum selama hidup memberikan contoh tutur kata dan budi pekerti yang baik serta dedikasi yang tinggi kepada bangsa dan negara. “Mari bersama-sama doakan arwah kedua almarhum bisa diterima Allah dan diampuni dosanya, dan jasa-jasanya selalu dikenang,” ujarnya.

KHIDMAT: Prosesi pemakaman dua penerbang pesawat Bonanza yang jatuh di Selat Madura. (Suryanto/Radar Surabaya)

Sebelum dimakamkan, kedua jenazah pilot muda tersebut disemayamkan di Wisma Perwira di dalam kompleks Puspenerbal Juanda. TNI AL mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari mulai Kamis (8/9) sampai Sabtu (10/9) untuk mengenang peristiwa duka jatuhnya pesawat latih Beechcraft G-36 Bonanza nomor registrasi T-2503 itu.

Pesawat milik TNI AL ini mengalami kecelakaan dan jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Rabu (7/9). “Pesawat mengalami kecelakaan saat melaksanakan latihan dengan KRI-KRI di jajaran Koarmada II,” kata Kepala Dinas Penerangan Koarmada II, Letkol Asep Aryansyah. Menurut Asep, untuk penyebab jatuhnya pesawat T-2503 hingga saat ini masih belum diketahui. (jpc/ant/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/