alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

DPRD Mataram Belajar Ilmu Peduli Sungai di Sidoarjo

Komisi III DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sidoarjo, Senin (7/5). 

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram H. Muhtar diterima Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan,  Kepala Bidang Bina Manfaat Bambang Tjatur, dan Pemimpin Redaksi Radar Sidoarjo Rudianto. 

“Kami ingin belajar banyak program Sidoarjo Peduli Sungai dan infrastruktur lainnya di Sidoarjo,” ujar Muhtar. Pihaknya sengaja memilih Sidoarjo yang infrastruktur maupun APBD-nya di atas Kota Mataram. “Kami ingin mengetahui tips terkait kebersihan sungai, penanganan infrastruktur jalan dan bangunan. Nantinya kami gelar hearing dengan dinas terkait untuk diterapkan di Mataram,” katanya.

Muhtar mengaku tertarik dengan program Sidoarjo Peduli Sungai (SPS). Sebab, masyarakat mau diajak bekerja sama untuk bersih-bersih sungai di Sidoarjo. Di Mataram, menurut dia, tidak mudah membangkitkan semangat masyarakat untuk gotong royong membersihkan sungai. “Kalaupun ada program, pasti yang bekerja aparatnya. Nah, membangun kepercayaan masyarakat inilah yang akan kami adopsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengapresiasi kunjungan Komisi III DPRD Kota Mataram. Ia mengatakan, keberhasilannya Dinas PUPR menjalankan program tidak terlepas dari peran media. “Sosialisasi sendiri tidak bakal diperhatikan oleh masyarakat. Akhirnya, kami menggandeng Radar Sidoarjo untuk program Sidoarjo Peduli Sungai (SPS),” katanya.

Program SPS ini dikemas dengan hiburan dan acara yang menarik. Pihaknya juga menggandeng forkopimka dan masyarakat. “Sehingga, warga yang awalnya cuma protes bisa ikut bersama-sama membersihkan sungai,” ujarnya.

Sigit menambahkan, pihaknya juga mengedukasi warga terkait normalisasi dengan tidak membuang sampah di sungai. Juga akan memasang jaring sampah di sungai tiap desa. “Jadi, bakal ketahuan warga desa mana yang buang sampah sembarangan,” paparnya.

Bukan itu saja. Dinas PUPR juga membongkar jembatan-jembatan kecil di sungai-sungai. Masyarakat diimbau tidak membuat jembatan. (mus/rek)

Komisi III DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sidoarjo, Senin (7/5). 

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram H. Muhtar diterima Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan,  Kepala Bidang Bina Manfaat Bambang Tjatur, dan Pemimpin Redaksi Radar Sidoarjo Rudianto. 

“Kami ingin belajar banyak program Sidoarjo Peduli Sungai dan infrastruktur lainnya di Sidoarjo,” ujar Muhtar. Pihaknya sengaja memilih Sidoarjo yang infrastruktur maupun APBD-nya di atas Kota Mataram. “Kami ingin mengetahui tips terkait kebersihan sungai, penanganan infrastruktur jalan dan bangunan. Nantinya kami gelar hearing dengan dinas terkait untuk diterapkan di Mataram,” katanya.

Muhtar mengaku tertarik dengan program Sidoarjo Peduli Sungai (SPS). Sebab, masyarakat mau diajak bekerja sama untuk bersih-bersih sungai di Sidoarjo. Di Mataram, menurut dia, tidak mudah membangkitkan semangat masyarakat untuk gotong royong membersihkan sungai. “Kalaupun ada program, pasti yang bekerja aparatnya. Nah, membangun kepercayaan masyarakat inilah yang akan kami adopsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengapresiasi kunjungan Komisi III DPRD Kota Mataram. Ia mengatakan, keberhasilannya Dinas PUPR menjalankan program tidak terlepas dari peran media. “Sosialisasi sendiri tidak bakal diperhatikan oleh masyarakat. Akhirnya, kami menggandeng Radar Sidoarjo untuk program Sidoarjo Peduli Sungai (SPS),” katanya.

Program SPS ini dikemas dengan hiburan dan acara yang menarik. Pihaknya juga menggandeng forkopimka dan masyarakat. “Sehingga, warga yang awalnya cuma protes bisa ikut bersama-sama membersihkan sungai,” ujarnya.

Sigit menambahkan, pihaknya juga mengedukasi warga terkait normalisasi dengan tidak membuang sampah di sungai. Juga akan memasang jaring sampah di sungai tiap desa. “Jadi, bakal ketahuan warga desa mana yang buang sampah sembarangan,” paparnya.

Bukan itu saja. Dinas PUPR juga membongkar jembatan-jembatan kecil di sungai-sungai. Masyarakat diimbau tidak membuat jembatan. (mus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/