30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Pura-Pura Kerasukan Arwah, Ngaku Bisa Gandakan Uang

Masih saja ada ulah yang mengaku bisa menggandakan uang. Kali ini diduga dilakukan oleh Regar Indah Mahulu, 39, warga Desa Penjarakan, Kecamatan Jabon. Namun kini dia ditahan di Polsek Buduran. 

Regar Indah Mahulu juga dijadikan tersangka karena diduga telah menipu pengusaha besi tua Muriso, 60, warga Desa Banjarkemantren RW 4, Kecamatan Buduran. Sebelumnya, Muriso yang merupakan rekan kerjanya ini telah menyerahkan uang Rp 570 juta yang dijanjikan bisa digandakan. Nyatanya setelah tiga bulan, uang itu tidak ada hasilnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, kejadian tersebut bermula dari perkenalan keduanya sebagai mitra kerja beberapa tahun yang lalu. Karena sudah saling akrab, akhirnya sekitar November 2017 lalu, korban berkeluh kesah kepada tersangka mengenai masalah keuangan. 

Tersangka yang melihat ada kesempatan memanfaatkan korban dengan berpura-pura dirasuki arwah gaib. Ia mengaku bisa menggandakan uang. “Korban yang kesulitan keuangan percaya begitu saja dengan tersangka dan berjanji memberikan uang,” kata Kapolsek Buduran Kompol Hery Mulyanto, Selasa (6/3).

Pertama kali korban memberikan uang Rp 270 juta dengan bukti pembayaran berupa kwitansi bermeterai. Setelah ditunggu beberapa hari ternyata bukti jika tersangka bisa menggandakan uang ternyata tidak kunjung ada. Setelah ditanya, tersangka berkelit jika jumlah yang diberikan masih sedikit. 

“Lalu korban menambah lagi pada 14 Desember dan 18 Desember masing-masing Rp 150 juta. Total uang yang disetorkan Rp 570 juta,” lanjutnya.

Setelah menyerahkan uang yang terakhir, bukannya uangnya kembali dan jumlahnya dua kali lipat namun, tersangka malah menghilang. Korban pun kebingungan mencari keberadaan tersangka ini, hingga ia pun melaporkannya ke polisi 19 Februari lalu. Setelah itu, tersangka dicari dan akhirnya ditemukan di wilayah Mojosari, Mojokerto. 

“Tersangka kos di sana. Ia sering berpindah-pindah lokasi tempat tinggal namun akhirnya diketahui ada di Mojosari,” tuturnya.

Saat itu korban membawanya dan menyerahkannya ke Polsek Buduran. Korban juga menunjukkan kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 570 juta tersebut. Setelah diselidiki ternyata uang tersebut sudah habis digunakan oleh tersangka untuk membayar utang. 

“Selama ini tersangka terbelit utang. Ia sebelumnya meminjam mobil dari rental dan digadaikan. Uangnya ini untuk menebus mobil-mobil tersebut yang diduga lebih dari dua,” jelasnya.

Terrsangka sendiri mengaku, jika ia menipu korban dengan berpura-pura ia dirasuki oleh arwah gaib dan bisa menggandakan uang. Ia menipu dengan total layaknya pemain film, karena saat dimasuki arwah ia langsung mengubah suaranya seperti sedang dirasuki. “Sebenarnya saya tidak dirasuki, saya hanya pura-pura,” katanya lalu tertawa kecil. (gun/jee) 

Masih saja ada ulah yang mengaku bisa menggandakan uang. Kali ini diduga dilakukan oleh Regar Indah Mahulu, 39, warga Desa Penjarakan, Kecamatan Jabon. Namun kini dia ditahan di Polsek Buduran. 

Regar Indah Mahulu juga dijadikan tersangka karena diduga telah menipu pengusaha besi tua Muriso, 60, warga Desa Banjarkemantren RW 4, Kecamatan Buduran. Sebelumnya, Muriso yang merupakan rekan kerjanya ini telah menyerahkan uang Rp 570 juta yang dijanjikan bisa digandakan. Nyatanya setelah tiga bulan, uang itu tidak ada hasilnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, kejadian tersebut bermula dari perkenalan keduanya sebagai mitra kerja beberapa tahun yang lalu. Karena sudah saling akrab, akhirnya sekitar November 2017 lalu, korban berkeluh kesah kepada tersangka mengenai masalah keuangan. 

Tersangka yang melihat ada kesempatan memanfaatkan korban dengan berpura-pura dirasuki arwah gaib. Ia mengaku bisa menggandakan uang. “Korban yang kesulitan keuangan percaya begitu saja dengan tersangka dan berjanji memberikan uang,” kata Kapolsek Buduran Kompol Hery Mulyanto, Selasa (6/3).

Pertama kali korban memberikan uang Rp 270 juta dengan bukti pembayaran berupa kwitansi bermeterai. Setelah ditunggu beberapa hari ternyata bukti jika tersangka bisa menggandakan uang ternyata tidak kunjung ada. Setelah ditanya, tersangka berkelit jika jumlah yang diberikan masih sedikit. 

“Lalu korban menambah lagi pada 14 Desember dan 18 Desember masing-masing Rp 150 juta. Total uang yang disetorkan Rp 570 juta,” lanjutnya.

Setelah menyerahkan uang yang terakhir, bukannya uangnya kembali dan jumlahnya dua kali lipat namun, tersangka malah menghilang. Korban pun kebingungan mencari keberadaan tersangka ini, hingga ia pun melaporkannya ke polisi 19 Februari lalu. Setelah itu, tersangka dicari dan akhirnya ditemukan di wilayah Mojosari, Mojokerto. 

“Tersangka kos di sana. Ia sering berpindah-pindah lokasi tempat tinggal namun akhirnya diketahui ada di Mojosari,” tuturnya.

Saat itu korban membawanya dan menyerahkannya ke Polsek Buduran. Korban juga menunjukkan kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 570 juta tersebut. Setelah diselidiki ternyata uang tersebut sudah habis digunakan oleh tersangka untuk membayar utang. 

“Selama ini tersangka terbelit utang. Ia sebelumnya meminjam mobil dari rental dan digadaikan. Uangnya ini untuk menebus mobil-mobil tersebut yang diduga lebih dari dua,” jelasnya.

Terrsangka sendiri mengaku, jika ia menipu korban dengan berpura-pura ia dirasuki oleh arwah gaib dan bisa menggandakan uang. Ia menipu dengan total layaknya pemain film, karena saat dimasuki arwah ia langsung mengubah suaranya seperti sedang dirasuki. “Sebenarnya saya tidak dirasuki, saya hanya pura-pura,” katanya lalu tertawa kecil. (gun/jee) 

Most Read

Berita Terbaru


/