alexametrics
30 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Didominasi Sakit Jantung, Kematian Jamaah Haji dari Jatim Tertinggi Nasional

SURABAYA – Sebanyak 23 orang jamaah haji asal Jawa Timur melalui Embarkasi Surabaya meninggal dunia di Arab Saudi. Angka kematian haji itu paling tinggi secara nasional pada tahun ini.

Karena itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya terus melakukan mitigasi kesehatan jamaah yang hendak pulang ke tanah air. Tujuannya, angka kematian jamaah haji di tanah suci bisa ditekan pada tahun-tahun mendatang.

Wakabid Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya dr Acub Zaenal Amoe mengakui jamaah haji Jawa Timur via Embarkasi Surabaya menempati urutan tertinggi secara nasional dalam jumlah jamaah yang meninggal di Arab Saudi.

Penyebab meninggalnya puluhan jamaah tersebut didominasi gangguan jantung dan pernapasan. Karena itu, ia berharap ada proses skrining yang ketat calon jamaah haji (CJH) musim depan. Fakta ini juga akan menjadi evaluasi keberangkatan ibadah haji.

“Jadi, sebelum keberangkatan, terutama di kabupaten/kota perlu dilakukan pembinaan kesehatan lebih optimal,” terangnya.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurut Acub Zaenal, jumlah tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) berkurang. Tahun sebelumnya TKHI ada tiga orang terdiri dari satu dokter dan dua perawat. Sedangkan tahun ini TKHI di masing-masing kloter hanya dua orang, yakni satu dokter dan satu perawat.

Saat ini jamaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Haji masih ada tiga orang. Sedangkan yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) ada dua orang. Juga ada 38 orang yang positif Covid-19.

Sementara itu, hingga kemarin masih ada dua jamaah haji asal Jawa Timur yang tertinggal di Makkah karena sakit. Kedua jamaah tersebut dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan RS Al Noer Makkah.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Abdul Haris mengatakan, jamaah haji yang masih mendapatkan perawatan medis di tanah suci akan terus dipantau sampai kesehatannya membaik. Pihaknya berkoordinasi dengan PPIH Arab Saudi untuk mengantarkan kepulangan ke Indonesia.

”Jadi, tidak bisa dipulangkan segera. Kami tunggu sampai kesehatannya membaik karena berkaitan dengan kelayakan terbang dan hak jamaah supaya kembali ke tanah air dalam kondisi sehat,” kata Haris.

Sampai Jumat (5/8), sekitar 75 persen jamaah haji asal Embarkasi Surabaya telah kembali. Sudah ada 29 kloter yang pulang melalui Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kloter 28 dari Banyuwangi dan kloter 29 dari Bali. (rmt/rek)

 

SURABAYA – Sebanyak 23 orang jamaah haji asal Jawa Timur melalui Embarkasi Surabaya meninggal dunia di Arab Saudi. Angka kematian haji itu paling tinggi secara nasional pada tahun ini.

Karena itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya terus melakukan mitigasi kesehatan jamaah yang hendak pulang ke tanah air. Tujuannya, angka kematian jamaah haji di tanah suci bisa ditekan pada tahun-tahun mendatang.

Wakabid Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya dr Acub Zaenal Amoe mengakui jamaah haji Jawa Timur via Embarkasi Surabaya menempati urutan tertinggi secara nasional dalam jumlah jamaah yang meninggal di Arab Saudi.

Penyebab meninggalnya puluhan jamaah tersebut didominasi gangguan jantung dan pernapasan. Karena itu, ia berharap ada proses skrining yang ketat calon jamaah haji (CJH) musim depan. Fakta ini juga akan menjadi evaluasi keberangkatan ibadah haji.

“Jadi, sebelum keberangkatan, terutama di kabupaten/kota perlu dilakukan pembinaan kesehatan lebih optimal,” terangnya.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurut Acub Zaenal, jumlah tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) berkurang. Tahun sebelumnya TKHI ada tiga orang terdiri dari satu dokter dan dua perawat. Sedangkan tahun ini TKHI di masing-masing kloter hanya dua orang, yakni satu dokter dan satu perawat.

Saat ini jamaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Haji masih ada tiga orang. Sedangkan yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) ada dua orang. Juga ada 38 orang yang positif Covid-19.

Sementara itu, hingga kemarin masih ada dua jamaah haji asal Jawa Timur yang tertinggal di Makkah karena sakit. Kedua jamaah tersebut dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan RS Al Noer Makkah.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Abdul Haris mengatakan, jamaah haji yang masih mendapatkan perawatan medis di tanah suci akan terus dipantau sampai kesehatannya membaik. Pihaknya berkoordinasi dengan PPIH Arab Saudi untuk mengantarkan kepulangan ke Indonesia.

”Jadi, tidak bisa dipulangkan segera. Kami tunggu sampai kesehatannya membaik karena berkaitan dengan kelayakan terbang dan hak jamaah supaya kembali ke tanah air dalam kondisi sehat,” kata Haris.

Sampai Jumat (5/8), sekitar 75 persen jamaah haji asal Embarkasi Surabaya telah kembali. Sudah ada 29 kloter yang pulang melalui Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kloter 28 dari Banyuwangi dan kloter 29 dari Bali. (rmt/rek)

 

Most Read

Berita Terbaru


/