30 C
Surabaya
Saturday, June 10, 2023

Pandemi Covid, Jumlah MBR Surabaya Meningkat Jadi 1 Juta Jiwa

SURABAYA – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mencatat adanya kenaikan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada Desember 2021 dibandingkan dengan 2020. Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin menuturkan, jumlah MBR per 31 Desember 2021 lalu sejumlah 1.010.000 jiwa, data ini meningkat dari tahun 2020 ke 2021, yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“Jadi, kemarin itu ada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan, dalam hal ini adalah data baru karena pandemi. Data yang kami punya ada dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), jadi MBR itu adalah bagian data dari DTKS,” kata Anna, Rabu (5/1).

Dengan naiknya jumlah MBR di Surabaya, Anna memastikan akan mengamankan dan menjamin orang-orang yang berhak menerima bantuan manfaat. Nantinya stiker itu juga dilengkapi dengan barcode, yang akan memudahkan pihaknya untuk mendata penerima manfaat pada semua kategori, seperti PKH, BPNT, BST dan lainnya.

Baca Juga :  Fokus Program Padat Karya, Optimistis MBR Turun

“Data penerima manfaat itu menjadi dasar kami untuk menempelkan stiker di tiap rumah MBR,” jelasnya.

Oleh karena itu, setiap bulannya data tersebut akan terus berubah (dinamis). Pengecekan data dinamis itu dilakukan, agar data lama yang mungkin sudah tidak menerima bantuan tidak muncul kembali. “Agar data itu lebih tertata lagi, bagi warga kita yang mungkin betul-betul membutuhkan,” tuturnya.

Para penerima bantuan manfaat tersebut juga akan diukur berdasarkan kategori, karena intervensi yang diberikan akan berbeda-beda. Ia menjelaskan, seperti usia 40 tahun ke bawah, tidak diusulkan untuk menerima bansos (bantuan sosial), melainkan akan dilakukan pemberdayaan atau pelatihan.

“Segala sesuatunya itu yang telah disiapkan pemkot, maupun yang sudah disediakan oleh Kemensos. Rencananya, bagi semua penerima manfaat yang berkategori MBR, rumahnya akan kami tempelkan stiker untuk mengamankan warga yang berhak menerima bantuan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mampir ke KONI Jatim, Marselino Siap Redam Lionel Messi di FIFA Matchday

Ia juga sudah memberikan sosialisasi berkaitan dengan pengisian dan verifikasi data melalui laman website resmi Pemkot Surabaya. Nantinya para camat dan lurah akan membantu melakukan sosialisasi pengisian data kepada perangkat kampung setempat. (rmt/nur)

SURABAYA – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mencatat adanya kenaikan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada Desember 2021 dibandingkan dengan 2020. Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin menuturkan, jumlah MBR per 31 Desember 2021 lalu sejumlah 1.010.000 jiwa, data ini meningkat dari tahun 2020 ke 2021, yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“Jadi, kemarin itu ada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan, dalam hal ini adalah data baru karena pandemi. Data yang kami punya ada dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), jadi MBR itu adalah bagian data dari DTKS,” kata Anna, Rabu (5/1).

Dengan naiknya jumlah MBR di Surabaya, Anna memastikan akan mengamankan dan menjamin orang-orang yang berhak menerima bantuan manfaat. Nantinya stiker itu juga dilengkapi dengan barcode, yang akan memudahkan pihaknya untuk mendata penerima manfaat pada semua kategori, seperti PKH, BPNT, BST dan lainnya.

Baca Juga :  Truk Lindas Motor, 1 Orang Tewas

“Data penerima manfaat itu menjadi dasar kami untuk menempelkan stiker di tiap rumah MBR,” jelasnya.

Oleh karena itu, setiap bulannya data tersebut akan terus berubah (dinamis). Pengecekan data dinamis itu dilakukan, agar data lama yang mungkin sudah tidak menerima bantuan tidak muncul kembali. “Agar data itu lebih tertata lagi, bagi warga kita yang mungkin betul-betul membutuhkan,” tuturnya.

Para penerima bantuan manfaat tersebut juga akan diukur berdasarkan kategori, karena intervensi yang diberikan akan berbeda-beda. Ia menjelaskan, seperti usia 40 tahun ke bawah, tidak diusulkan untuk menerima bansos (bantuan sosial), melainkan akan dilakukan pemberdayaan atau pelatihan.

“Segala sesuatunya itu yang telah disiapkan pemkot, maupun yang sudah disediakan oleh Kemensos. Rencananya, bagi semua penerima manfaat yang berkategori MBR, rumahnya akan kami tempelkan stiker untuk mengamankan warga yang berhak menerima bantuan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Doyan Nonton Bola malah Judi Bola di Warkop Ketintang

Ia juga sudah memberikan sosialisasi berkaitan dengan pengisian dan verifikasi data melalui laman website resmi Pemkot Surabaya. Nantinya para camat dan lurah akan membantu melakukan sosialisasi pengisian data kepada perangkat kampung setempat. (rmt/nur)

Most Read

Berita Terbaru