alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Pegawai Ekspedisi Gelapkan Ratusan HP, Korban Rugi Rp 1,5 Miliar

SURABAYA – Hati-hati memilih jasa pengiriman barang atau ekspedisi. Jika tidak bisa jadi korban penggelapan. Ratusan unit telepon seluler (HP) yang seharusnya dikirim dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, malah digelapkan. Polsek Pabean Cantikan akhirnya menangkap tersangka EM, 46, warga Jalan Rembang, Surabaya, serta empat penadah.

Keempat penadah yang ikut ditahan adalah M, 49, warga Jalan Randu Barat, Surabaya; FH, 24, AF, 32, dan CA, 34, ketiganya warga Pamekasan, Madura. Polisi berhasil menyita sekitar 280 unit HP merek Vivo, beberapa baju dan celana yang diduga dibeli dari hasil uang penjualan HP.

“Sebanyak 276 kami sita dari EM. Kerugian yang diderita korban mencapai Rp 1,5 miliar,” ungkap Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Hegy Renanta melalui Kanitreskrim Iptu M Fauzi, Kamis (4/8).

Kejadian ini bermula ketika korban hendak mengirim ratusan HP merek Vivo ke Banjarmasin. Saat itu sebanyak 424 unit HP diambil oleh tersangka EM yang ditugasi perusahaan ekspedisi. Diduga beberapa unit sudah dikirim. Kemudian ada HP yang tidak sampai ke tujuan.

“Korban melaporkan ke kami. Kami lidik dan ternyata EM tidak masuk kerja,” kata Fauzi.

Polisi kemudian mencari keberadaan EM. Ia diketahui ia berada di sebuah penginapan di Jalan Yos Sudarso, Sidoarjo. Polisi langsung ke lokasi dan menggerebek tersangka. Pengakuan tersangka, ratusan unit itu disembunyikan. “Kami temukan ratusan HP di wilayah Tulangan, Sidoarjo,” ungkapnya.

Sejumlah HP yang udah dijual ke tersangka M. Pengakuannya, M tinggal di Pondok Nirwana, Jalan Yos Sudarso, Sidoarjo. Setelah itu, dikembangkan lagi dan menangkap tersangka FH, AF, serta CH, di Pamekasan.

“Mereka menguasai satu sampai dua HP. Mereka membeli karena murah,” jelasnya. (gun/rek)

SURABAYA – Hati-hati memilih jasa pengiriman barang atau ekspedisi. Jika tidak bisa jadi korban penggelapan. Ratusan unit telepon seluler (HP) yang seharusnya dikirim dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, malah digelapkan. Polsek Pabean Cantikan akhirnya menangkap tersangka EM, 46, warga Jalan Rembang, Surabaya, serta empat penadah.

Keempat penadah yang ikut ditahan adalah M, 49, warga Jalan Randu Barat, Surabaya; FH, 24, AF, 32, dan CA, 34, ketiganya warga Pamekasan, Madura. Polisi berhasil menyita sekitar 280 unit HP merek Vivo, beberapa baju dan celana yang diduga dibeli dari hasil uang penjualan HP.

“Sebanyak 276 kami sita dari EM. Kerugian yang diderita korban mencapai Rp 1,5 miliar,” ungkap Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Hegy Renanta melalui Kanitreskrim Iptu M Fauzi, Kamis (4/8).

Kejadian ini bermula ketika korban hendak mengirim ratusan HP merek Vivo ke Banjarmasin. Saat itu sebanyak 424 unit HP diambil oleh tersangka EM yang ditugasi perusahaan ekspedisi. Diduga beberapa unit sudah dikirim. Kemudian ada HP yang tidak sampai ke tujuan.

“Korban melaporkan ke kami. Kami lidik dan ternyata EM tidak masuk kerja,” kata Fauzi.

Polisi kemudian mencari keberadaan EM. Ia diketahui ia berada di sebuah penginapan di Jalan Yos Sudarso, Sidoarjo. Polisi langsung ke lokasi dan menggerebek tersangka. Pengakuan tersangka, ratusan unit itu disembunyikan. “Kami temukan ratusan HP di wilayah Tulangan, Sidoarjo,” ungkapnya.

Sejumlah HP yang udah dijual ke tersangka M. Pengakuannya, M tinggal di Pondok Nirwana, Jalan Yos Sudarso, Sidoarjo. Setelah itu, dikembangkan lagi dan menangkap tersangka FH, AF, serta CH, di Pamekasan.

“Mereka menguasai satu sampai dua HP. Mereka membeli karena murah,” jelasnya. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/