alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Baru Bebas Setahun, Residivis Narkoba Ditahan Lagi

SURABAYA – Baru bebas dari tahanan tahun lalu, Agus Effendi kini harus kembali mendekam di tahanan. Warga Jalan Kebonsari Baru, Surabaya, ini ditangkap lantaran menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Hedjen Oktianto mengungkapkan, terbongkarnya kasus peredaran sabu-sabu bermula dari informasi masyarakat. Tersangka kerap transaksi sabu dan membantu memindahkan paket sabu yang diperintah oleh bandar. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka berada di Jalan Dukuh Menanggal Jumat (22/7) sekitar pukul 21.30.

Saat itu gerak-gerik tersangka mencurigakan. Polisi lantas menyergap tersangka yang sudah menjadi target operasi. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga poket sabu masing-masing berat 0,40 gram, 0,44 gram, dan 0,33 gram.

“Barang bukti disimpan di saku celana depan sebelah kanan. Kami juga sita HP dan timbangan digital,” ujar Hedjen, Kamis (4/8).

Hedjen menyebutkan, tersangka mengaku membeli sabu tersebut dari bandar berinisial B. Tiga poket barang haram itu dibeli dengan harga Rp 500 ribu. “Awal pengakuannya dipakai sendiri, namun tersangka juga mengedarkan,” sebutnya.

Sementara itu, tersangka Agus Effendi mengaku nekat menjual sabu karena alasan ekonomi. Pasalnya, dia tidak memiliki pekerjaan tetap setelah berhenti menjadi pegawai konter HP. “Karena konter HP tutup, saya ikut jualan (sabu),” ucapnya.

Agus mengaku sebelum tertangkap telah berhasil menjual dan memindahkan paket sabu yang diranjau bandar sebanyak lima kali. Setiap berhasil memindahkan satu paket sabu, tersangka mendapatkan upah Rp 100 ribu.

“Saya ambil barang pesanan, dan sekalian memindahkan barang. Biasanya sabu ditaruh di tempat tertentu,” katanya.

Pada tahun 2017 Agus pernah ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya karena kasus narkoba. Tersangka kena hukuman lima tahun penjara. Dia sempat mendekam di Lapas Pamekasan dan Rutan Medaeng. “Saya dapat kenalan pengedar saat masih di dalam lapas. Dikenalin teman,” ucapnya. (rus)

SURABAYA – Baru bebas dari tahanan tahun lalu, Agus Effendi kini harus kembali mendekam di tahanan. Warga Jalan Kebonsari Baru, Surabaya, ini ditangkap lantaran menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Hedjen Oktianto mengungkapkan, terbongkarnya kasus peredaran sabu-sabu bermula dari informasi masyarakat. Tersangka kerap transaksi sabu dan membantu memindahkan paket sabu yang diperintah oleh bandar. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka berada di Jalan Dukuh Menanggal Jumat (22/7) sekitar pukul 21.30.

Saat itu gerak-gerik tersangka mencurigakan. Polisi lantas menyergap tersangka yang sudah menjadi target operasi. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga poket sabu masing-masing berat 0,40 gram, 0,44 gram, dan 0,33 gram.

“Barang bukti disimpan di saku celana depan sebelah kanan. Kami juga sita HP dan timbangan digital,” ujar Hedjen, Kamis (4/8).

Hedjen menyebutkan, tersangka mengaku membeli sabu tersebut dari bandar berinisial B. Tiga poket barang haram itu dibeli dengan harga Rp 500 ribu. “Awal pengakuannya dipakai sendiri, namun tersangka juga mengedarkan,” sebutnya.

Sementara itu, tersangka Agus Effendi mengaku nekat menjual sabu karena alasan ekonomi. Pasalnya, dia tidak memiliki pekerjaan tetap setelah berhenti menjadi pegawai konter HP. “Karena konter HP tutup, saya ikut jualan (sabu),” ucapnya.

Agus mengaku sebelum tertangkap telah berhasil menjual dan memindahkan paket sabu yang diranjau bandar sebanyak lima kali. Setiap berhasil memindahkan satu paket sabu, tersangka mendapatkan upah Rp 100 ribu.

“Saya ambil barang pesanan, dan sekalian memindahkan barang. Biasanya sabu ditaruh di tempat tertentu,” katanya.

Pada tahun 2017 Agus pernah ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya karena kasus narkoba. Tersangka kena hukuman lima tahun penjara. Dia sempat mendekam di Lapas Pamekasan dan Rutan Medaeng. “Saya dapat kenalan pengedar saat masih di dalam lapas. Dikenalin teman,” ucapnya. (rus)

Most Read

Berita Terbaru


/