alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

UMKM di Buduran Rasakan Manfaat Program PKM dari Tiga Dosen UMAHA

SIDOARJO – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo Tahun 2021 yang beranggotakan Khoirul Ngibad, S.Si., M.Si (Dosen D3 Teknologi Laboratorium Medik), Nambi Sembilu S.Kom, M.Kom (Dosen S1 Teknik Informatika), Drs Setiawan Ak, M.M (Dosen S1 Akuntansi), Vica Ayu Caesaria (Mahasiswa Program Sarjana Teknik Industri), dan Rasi Andante Arnando (Mahasiswa Program Sarjana Desain Komunikasi Visual) telah selesai melaksanakan program PKM Sirup Herbal di Perum Jenggolo Asri Blok M No 2 Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (31/8).

Serangkaian kegiatan dalam kegiatan PKM tahun 2021 ini antara lain sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya syarat mutu sirup berdasarkan SNI dan pedoman cara produksi pangan olahan yang baik. Serah terima teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pemarut dan pemeras jahe merah, mesin pemarut kunyit dan alat pemeras lemon. Kemudian juga edukasi tentang manajemen pemasaran, pelatihan dan pendampingan dalam pemasaran online, dan pelatihan dan pendampingan foto produk.

Khoirul Ngibad, ketua tim PKM menjelaskan bahwa luaran dari program pengabdian kepada masyarakat dalam aspek produksi meliputi 1 unit mesin pemarut dan pemeras jahe merah, 2 unit mesin pemarut kunyit, mesin dan 1 unit alat pemeras lemon yang sudah dihibahkan kepada mitra. “Diharapkan dengan adanya bantuan mesin-mesin tersebut dapat meningkatan kapasitas produksi dan jumlah produk sirup herbal,” jelasnya.

Di sisi lain, luaran dalam aspek pemasaran adalah website untuk pemasaran dan penjualan sirup herbal www.sirupherbalmadani.com, akun dashboard Google AdWords, akun shopee madani_makmur dan foto-foto produk mitra yang menarik. “Diharapkan luaran-luaran tersebut dapat meningkatan omset dan pendapatan mitra,” harapnya.

Khoirul Ngibad menambahkan bahwa meskipun serangkaian kegiatan PKM sudah selesai dilaksanakan, tim PKM akan melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan. Tim PKM melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberlanjutan kegiatan atau program PKM ke depan. Selain itu, tim PKM juga akan melakukan pengumpulan data tentang kapasitas produksi, jumlah produk, omset dan pendapatan mitra baik sebelum dan sesudah kegiatan PKM untuk mengetahui tingkat pemberdayaan mitra.

Lia selaku mitra PKM dan pemilik usaha sirup herbal madani mengungkapkan dengan adanya PKM kemitraan bersama tim dari dosen UMAHA, banyak perkembangan baik dari segi produksi maupun cara pandang pemasaran di era digital.

“Dulu usaha ini hanya sekadar memproduksi dan menjual saja. Tapi ternyata bila ingin berkembang tidak sesederhana itu. Masih banyak yang perlu kami perbaiki. Masih banyak yang perlu kami pelajari. Dari segi produksi, kami mendapatkan peralatan yang bisa menambah kualitas maupun kuantitas produk. Kami juga mendapatkan pendampingan cara pengolahan hingga pemasaran,” ungkapnya. (rpp/jay)


SIDOARJO – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo Tahun 2021 yang beranggotakan Khoirul Ngibad, S.Si., M.Si (Dosen D3 Teknologi Laboratorium Medik), Nambi Sembilu S.Kom, M.Kom (Dosen S1 Teknik Informatika), Drs Setiawan Ak, M.M (Dosen S1 Akuntansi), Vica Ayu Caesaria (Mahasiswa Program Sarjana Teknik Industri), dan Rasi Andante Arnando (Mahasiswa Program Sarjana Desain Komunikasi Visual) telah selesai melaksanakan program PKM Sirup Herbal di Perum Jenggolo Asri Blok M No 2 Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (31/8).

Serangkaian kegiatan dalam kegiatan PKM tahun 2021 ini antara lain sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya syarat mutu sirup berdasarkan SNI dan pedoman cara produksi pangan olahan yang baik. Serah terima teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pemarut dan pemeras jahe merah, mesin pemarut kunyit dan alat pemeras lemon. Kemudian juga edukasi tentang manajemen pemasaran, pelatihan dan pendampingan dalam pemasaran online, dan pelatihan dan pendampingan foto produk.

Khoirul Ngibad, ketua tim PKM menjelaskan bahwa luaran dari program pengabdian kepada masyarakat dalam aspek produksi meliputi 1 unit mesin pemarut dan pemeras jahe merah, 2 unit mesin pemarut kunyit, mesin dan 1 unit alat pemeras lemon yang sudah dihibahkan kepada mitra. “Diharapkan dengan adanya bantuan mesin-mesin tersebut dapat meningkatan kapasitas produksi dan jumlah produk sirup herbal,” jelasnya.

Di sisi lain, luaran dalam aspek pemasaran adalah website untuk pemasaran dan penjualan sirup herbal www.sirupherbalmadani.com, akun dashboard Google AdWords, akun shopee madani_makmur dan foto-foto produk mitra yang menarik. “Diharapkan luaran-luaran tersebut dapat meningkatan omset dan pendapatan mitra,” harapnya.

Khoirul Ngibad menambahkan bahwa meskipun serangkaian kegiatan PKM sudah selesai dilaksanakan, tim PKM akan melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan. Tim PKM melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberlanjutan kegiatan atau program PKM ke depan. Selain itu, tim PKM juga akan melakukan pengumpulan data tentang kapasitas produksi, jumlah produk, omset dan pendapatan mitra baik sebelum dan sesudah kegiatan PKM untuk mengetahui tingkat pemberdayaan mitra.

Lia selaku mitra PKM dan pemilik usaha sirup herbal madani mengungkapkan dengan adanya PKM kemitraan bersama tim dari dosen UMAHA, banyak perkembangan baik dari segi produksi maupun cara pandang pemasaran di era digital.

“Dulu usaha ini hanya sekadar memproduksi dan menjual saja. Tapi ternyata bila ingin berkembang tidak sesederhana itu. Masih banyak yang perlu kami perbaiki. Masih banyak yang perlu kami pelajari. Dari segi produksi, kami mendapatkan peralatan yang bisa menambah kualitas maupun kuantitas produk. Kami juga mendapatkan pendampingan cara pengolahan hingga pemasaran,” ungkapnya. (rpp/jay)



Most Read

Berita Terbaru