alexametrics
25 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Aji Fokus Benahi Mental Pemain Persebaya Jelang Hadapi Arema FC

SURABAYA – Pelatih Persebaya  Aji Santoso tengah mengemban misi berat untuk kembali membangkitkan Skuad Green Force  dari keterpurukan. Namun, ia optimistis, timnya bisa segera bangkit di pertandingan Liga 1 2022-2023 berikutnya.

Usai jeda FIFA Matchday, Persebaya akan menjalani Derby Jatim lawan seteru abadinya, Arema FC pada Minggu (2/10).

Untuk itu, Aji Santoso saat ini fokus membenahi mentalitas para pemainnya. Aji Santoso menyempatkan diri untuk menggelar latihan ringan dengan para pemain di tengah jeda FIFA Matchday September 2022.

Persebaya Surabaya sedang tidak baik-baik saja terutama dalam tiga laga terakhir usai mendapat hasil mengecewakan. Green Force  saat ini terperosok di papan bawah, tepatnya di peringkat ke-14 dengan torehan sepuluh poin.

Persebaya Surabaya setidaknya telah mengalami tiga kekalahan beruntun. Kalah dari Bali United 0-1, dari PSM Makassar 0-3, dan terakhir dari RANS Nusantara FC 1-2. Ketiga tim itu berhasil membuat mental pemain Bajul Ijo drop.

Namun, Aji Santoso enggan anak asuhnya berlama larut dalam keterpurukan. Sehingga, ia kembali melakukan latihan untuk menatap pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 melawan Arema FC. Ia mengatakan fokus utama adalah memperbaiki mental pemain.

“Latihan hari ini saya lebih banyak mengajak bicara para pemain. Ini juga jadi bagian tugas saya. Salah satunya adalah untuk menyiapkan mental anak-anak untuk segera bangkit,” papar Aji Santoso, dilansir dari laman resmi PT LIB.

Hal itu dilakukan, lantaran mentalitas diakuinya sangat penting. Pemain tidak hanya diterpa ketidakpercayaan dari pihak luar usai kekalahan tiga kali beruntun. Bukan hanya tekanan dari para suporter, tetapi juga perasaan kecewa di dalam diri mereka lantaran tidak bisa meraih poin penuh.

“Tugas utama saya saat ini adalah menjaga pemain untuk tidak terpengaruh dengan berita-berita yang beredar selama ini. Jadi hal ini yang paling saya antisipasi,” tambah eks pelatih Persela Lamongan.

Di sisi lain, Aji Santoso menjelaskan bahwa perasaan kecewa dan sedih sudah seharusnya dilupakan dan perasaan itu tidak boleh berlarut. Sho Yamamoto dkk akan terus dievaluasi untuk bisa lebih baik di laga selanjutnya.

“Rasa penyesalan dan kesedihan yang sempat ada sudah cukup. Saatnya kami sudah harus pikirkan evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.(sam/pps/rak)

SURABAYA – Pelatih Persebaya  Aji Santoso tengah mengemban misi berat untuk kembali membangkitkan Skuad Green Force  dari keterpurukan. Namun, ia optimistis, timnya bisa segera bangkit di pertandingan Liga 1 2022-2023 berikutnya.

Usai jeda FIFA Matchday, Persebaya akan menjalani Derby Jatim lawan seteru abadinya, Arema FC pada Minggu (2/10).

Untuk itu, Aji Santoso saat ini fokus membenahi mentalitas para pemainnya. Aji Santoso menyempatkan diri untuk menggelar latihan ringan dengan para pemain di tengah jeda FIFA Matchday September 2022.

Persebaya Surabaya sedang tidak baik-baik saja terutama dalam tiga laga terakhir usai mendapat hasil mengecewakan. Green Force  saat ini terperosok di papan bawah, tepatnya di peringkat ke-14 dengan torehan sepuluh poin.

Persebaya Surabaya setidaknya telah mengalami tiga kekalahan beruntun. Kalah dari Bali United 0-1, dari PSM Makassar 0-3, dan terakhir dari RANS Nusantara FC 1-2. Ketiga tim itu berhasil membuat mental pemain Bajul Ijo drop.

Namun, Aji Santoso enggan anak asuhnya berlama larut dalam keterpurukan. Sehingga, ia kembali melakukan latihan untuk menatap pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 melawan Arema FC. Ia mengatakan fokus utama adalah memperbaiki mental pemain.

“Latihan hari ini saya lebih banyak mengajak bicara para pemain. Ini juga jadi bagian tugas saya. Salah satunya adalah untuk menyiapkan mental anak-anak untuk segera bangkit,” papar Aji Santoso, dilansir dari laman resmi PT LIB.

Hal itu dilakukan, lantaran mentalitas diakuinya sangat penting. Pemain tidak hanya diterpa ketidakpercayaan dari pihak luar usai kekalahan tiga kali beruntun. Bukan hanya tekanan dari para suporter, tetapi juga perasaan kecewa di dalam diri mereka lantaran tidak bisa meraih poin penuh.

“Tugas utama saya saat ini adalah menjaga pemain untuk tidak terpengaruh dengan berita-berita yang beredar selama ini. Jadi hal ini yang paling saya antisipasi,” tambah eks pelatih Persela Lamongan.

Di sisi lain, Aji Santoso menjelaskan bahwa perasaan kecewa dan sedih sudah seharusnya dilupakan dan perasaan itu tidak boleh berlarut. Sho Yamamoto dkk akan terus dievaluasi untuk bisa lebih baik di laga selanjutnya.

“Rasa penyesalan dan kesedihan yang sempat ada sudah cukup. Saatnya kami sudah harus pikirkan evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.(sam/pps/rak)

Most Read

Berita Terbaru


/