alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Kaka Edu Ungkap Rahasia Sukses Tim Emas Sepak Bola PON Papua

JAYAPURA – Euforia keberhasilan tim sepak bola putra PON Papua merebut medali emas putra di ajang empat tahunan Indonesia masih terasa meski PON XX telah berakhir pada 15 Oktober 2021. Raihan medali emas sepak bola putra PON XX Papua ini tentunya tidak terlepas dari polesan tangan dingin sang pelatih Kaka Edu, sapaan akrab Coach Eduard Ivakdalam, 47.

Racikan strategi mengembangkan sepak bola modern kepada talenda muda Papua yang terus diterapkan pelatih Eduard Ivakdalam kepada skuad PON XX Papua yang dikomandoi Ricky Ricardo Cawor selama dua tahun empat bulan itu telah melahirkan catatan prestasi karir kepelatihan yang cukup mentereng di kancah nasional PON XX Papua.

Sejak babak penyisihan hingga partai puncak final, tim besutan Eduard Ivakdalam ternyata mampu meraih poin sempurna, 21 poin dari tujuh kali bertanding dan meraih kemenangan. Hasil di babak penyisihan tim PON XX Papua, Ricky Ricardo Cawor dkk sangat produktif mencetak 22 gol dan hanya kebobolan tiga gol dari tujuh pertandingan selama perhelatan olahraga nasional di Tanah Air itu.

Pada babak penyisihan pembuka pertandingan PON, Papua sukses mengasak Jabar 5-1, Malut 3-1, NTT 4-0, Aceh 1-0, Sumut 2-0, Kaltim 5-1 hingga di babak final juga berhasil mengalahkan Aceh dengan skor 2-0. Ricky Cawor sendiri menjadi pemain tersubur alias top skor dengan koleksi 11 gol.

Pelatih Eduard mengakui bahwa taktik bermain sepak bola dari zaman ke zaman terus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan bermain. Bahkan, taktik tersebut bisa berubah seusai perkembangan permainan sepak bola saat bertanding.

Terlebih pada era sepak bola modern seperti sekarang ini, menurut Eduard, kualitas permainan individu dari seorang pemain bukanlah kekuatan mutlak dan jaminan dari sebuah tim untuk mengalahkan lawan.

Artinya, jika ada satu hingga dua orang pemain yang menonjol di suatu klub atau tim sepak bola bukan berarti tim tersebut bisa memenangkan permainan dengan mudah. “Para pelatih sepak bola saat ini sangat dituntut untuk menguasai beberapa formasi agar bisa memainkan banyak strategi ketika dihadapkan pada situasi tertentu,” ungkap mantan kapten Persipura Jayapura itu.

Pola taktik bermain sepak bola terus dikembangkan klub-klub besar Eropa hingga timnas negara-negara Eropa dimana sebagian besar mereka mengembangkan pola permainan total football.

Strategi bermain sepak bola modern jika mampu diterapkan pemain saat bertanding, maka sangat asyik untuk ditonton dan tidak monoton sehingga memberi banyak kepuasan kepada semua orang yang menonton.

Total football mengedepankan sepak bola menyerang agresif dengan kekuatan penguasaan bola tanpa meninggalkan segi pertahanan. Alhasil, ketika klub dan tim telah sempurna menerapkan sepak bola moden, maka dipastikan mereka mampu meraih prestasi.

Pola permainan sepak bola kembali berkembang pada dekade 1990 hingga 2000-an. Perkembangan formasi sepak bola pada dekade tersebut terletak pada segi variasi permainan.

“Untuk formasi yang digunakan saat bertanding masih sama dengan pola bermain 5-3-2, 5-4-1, 4-4-2, 4-3-3, 4-5-1, 3-5-2, hingga 3-4-3. ya, strategi bermain sangat bergantung kebutuhan di lapangan,”ujarnya.

Selepas PON Papua, Eduard Ivakdalam belum dapat memastikan karir selanjutnya karena tugas utamanya sebagai pelatih kepala sepak bola putra PON XX Papua telah selesai dan berhasil mencapai target meraih medali emas.

“Saya belum bisa memastikan apakah tetap menjadi pelatih sepak bola PON Papua atau tidak karena semuanya akan diserahkan dengan rencana Tuhan saja,” ujarnya.

Eduard menyebut selain meracik penerapan strategi sepak bola modern dalam tim PON XX Papua, dirinya juga menanamkan pendekatan spiritual keagamaan kepada Tuhan terhadap 29 pemain setiap hari saat beraktivitas dan latihan sepak bola.

Dia menyakini setiap kehidupan manusia untuk mencapai keberhasilan dalam usaha tidak terlepas dari adanya rencana Tuhan kepada siapa pun, termasuk tim sepak bola PON XX Papua.

“Tidak lupa kepada anak-anak asuh para pemain PON XX Papua ini juga terus ditanamkan tentang hidup disiplin selama berlatih serta menjaga kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan,” ungkap Eduard Ivakdalam. (antara/rek)


JAYAPURA – Euforia keberhasilan tim sepak bola putra PON Papua merebut medali emas putra di ajang empat tahunan Indonesia masih terasa meski PON XX telah berakhir pada 15 Oktober 2021. Raihan medali emas sepak bola putra PON XX Papua ini tentunya tidak terlepas dari polesan tangan dingin sang pelatih Kaka Edu, sapaan akrab Coach Eduard Ivakdalam, 47.

Racikan strategi mengembangkan sepak bola modern kepada talenda muda Papua yang terus diterapkan pelatih Eduard Ivakdalam kepada skuad PON XX Papua yang dikomandoi Ricky Ricardo Cawor selama dua tahun empat bulan itu telah melahirkan catatan prestasi karir kepelatihan yang cukup mentereng di kancah nasional PON XX Papua.

Sejak babak penyisihan hingga partai puncak final, tim besutan Eduard Ivakdalam ternyata mampu meraih poin sempurna, 21 poin dari tujuh kali bertanding dan meraih kemenangan. Hasil di babak penyisihan tim PON XX Papua, Ricky Ricardo Cawor dkk sangat produktif mencetak 22 gol dan hanya kebobolan tiga gol dari tujuh pertandingan selama perhelatan olahraga nasional di Tanah Air itu.

Pada babak penyisihan pembuka pertandingan PON, Papua sukses mengasak Jabar 5-1, Malut 3-1, NTT 4-0, Aceh 1-0, Sumut 2-0, Kaltim 5-1 hingga di babak final juga berhasil mengalahkan Aceh dengan skor 2-0. Ricky Cawor sendiri menjadi pemain tersubur alias top skor dengan koleksi 11 gol.

Pelatih Eduard mengakui bahwa taktik bermain sepak bola dari zaman ke zaman terus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan bermain. Bahkan, taktik tersebut bisa berubah seusai perkembangan permainan sepak bola saat bertanding.

Terlebih pada era sepak bola modern seperti sekarang ini, menurut Eduard, kualitas permainan individu dari seorang pemain bukanlah kekuatan mutlak dan jaminan dari sebuah tim untuk mengalahkan lawan.

Artinya, jika ada satu hingga dua orang pemain yang menonjol di suatu klub atau tim sepak bola bukan berarti tim tersebut bisa memenangkan permainan dengan mudah. “Para pelatih sepak bola saat ini sangat dituntut untuk menguasai beberapa formasi agar bisa memainkan banyak strategi ketika dihadapkan pada situasi tertentu,” ungkap mantan kapten Persipura Jayapura itu.

Pola taktik bermain sepak bola terus dikembangkan klub-klub besar Eropa hingga timnas negara-negara Eropa dimana sebagian besar mereka mengembangkan pola permainan total football.

Strategi bermain sepak bola modern jika mampu diterapkan pemain saat bertanding, maka sangat asyik untuk ditonton dan tidak monoton sehingga memberi banyak kepuasan kepada semua orang yang menonton.

Total football mengedepankan sepak bola menyerang agresif dengan kekuatan penguasaan bola tanpa meninggalkan segi pertahanan. Alhasil, ketika klub dan tim telah sempurna menerapkan sepak bola moden, maka dipastikan mereka mampu meraih prestasi.

Pola permainan sepak bola kembali berkembang pada dekade 1990 hingga 2000-an. Perkembangan formasi sepak bola pada dekade tersebut terletak pada segi variasi permainan.

“Untuk formasi yang digunakan saat bertanding masih sama dengan pola bermain 5-3-2, 5-4-1, 4-4-2, 4-3-3, 4-5-1, 3-5-2, hingga 3-4-3. ya, strategi bermain sangat bergantung kebutuhan di lapangan,”ujarnya.

Selepas PON Papua, Eduard Ivakdalam belum dapat memastikan karir selanjutnya karena tugas utamanya sebagai pelatih kepala sepak bola putra PON XX Papua telah selesai dan berhasil mencapai target meraih medali emas.

“Saya belum bisa memastikan apakah tetap menjadi pelatih sepak bola PON Papua atau tidak karena semuanya akan diserahkan dengan rencana Tuhan saja,” ujarnya.

Eduard menyebut selain meracik penerapan strategi sepak bola modern dalam tim PON XX Papua, dirinya juga menanamkan pendekatan spiritual keagamaan kepada Tuhan terhadap 29 pemain setiap hari saat beraktivitas dan latihan sepak bola.

Dia menyakini setiap kehidupan manusia untuk mencapai keberhasilan dalam usaha tidak terlepas dari adanya rencana Tuhan kepada siapa pun, termasuk tim sepak bola PON XX Papua.

“Tidak lupa kepada anak-anak asuh para pemain PON XX Papua ini juga terus ditanamkan tentang hidup disiplin selama berlatih serta menjaga kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan,” ungkap Eduard Ivakdalam. (antara/rek)



Most Read

Berita Terbaru