alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Arema FC Belum Menang, Pelatih Eduardo Almeida Terancam Dipecat

SURABAYA – Kinerja pelatih Arema FC Eduardo Almeida mulai disorot pihak manajemen, karena belum mampu membawa tim berjuluk Singo Edan meraih hasil yang memuaskan pada gelaran kompetisi BRI Liga 1 musim 2021–2022.

Media Officer Arema FC Sudarmaji di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan bahwa dengan kekalahan pada pertandingan terakhir melawan PSS Sleman, jajaran direksi menginginkan adanya evaluasi total dalam tim Singo Edan.

“Dengan hasil laga terakhir, jajaran direksi langsung tegas memberi reaksi, mengingatkan kepada pelatih dan pemain untuk segera evaluasi total,” kata Sudarmaji.

Selain itu, pelatih dan pemain Arema FC diminta untuk bisa meningkatkan kualitas permainan dan melakukan introspeksi diri. Jika hasil tidak sesuai target, manajemen akan mengambil langkah untuk menyelamatkan tim.

Ia menambahkan, sejak mengantongi hasil imbang pada dua laga awal, pihak manajemen telah meminta adanya evaluasi dan memberikan masukan agar mampu mendapatkan poin maksimal pada laga selanjutnya.

Namun, Arema FC harus menelan kekalahan pada laga ketiga pada saat melawan PSS Sleman dengan skor 2-1. Manajemen Arema FC akhirnya mengambil sikap tegas kepada pelatih, dan tim, untuk melakukan evaluasi total.

“Jika kualitasnya menurun dan hasilnya tidak sesuai target, maka akan disiapkan langkah tegas untuk menyelamatkan tim,” ujarnya.

Langkah tegas tersebut, nantinya akan menjadi bahan perbaikan ke depannya untuk skuad Arema FC agar mampu bermain baik dalam BRI Liga 1 2021. Bahkan, langkah tegas seperti pemecatan bisa diambil oleh manajemen Arema FC.

“Apa langkah tegasnya? Yang terburuk bisa saja berujung pada permohonan untuk mundur atau pemecatan. Tujuannya agar tim ini segera on the track serta meraih poin maksimal,” katanya.

Grafik permainan Arema FC dalam tiga pekan pertama Liga 1 musim 2021–2022 memang menunjukkan tren yang tidak memuaskan. Pada laga pertama, Arema FC harus bermain imbang melawan PSM Makassar.

Hasil kurang memuaskan kembali terjadi pada laga kedua melawan Bhayangkara FC. Tim yang baru saja berulang tahun pada Agustus 2021 lalu, hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1.

Puncaknya, pada pekan ketiga, Arema FC harus bertekuk lutut dari PSS Sleman dengan skor 2-1. Dengan hasil tersebut, Arema FC kini bercokol pada urutan 14 klasemen sementara dalam BRI Liga 1.

Pada laga selanjutnya, tim yang pada musim ini mendatangkan sejumlah pemain baru tersebut akan menghadapi pimpinan klasemen sementara, yakni PSIS Semarang. Jika kembali kalah, Arema FC berpeluang masuk ke zona degradasi. (antara/rek)


SURABAYA – Kinerja pelatih Arema FC Eduardo Almeida mulai disorot pihak manajemen, karena belum mampu membawa tim berjuluk Singo Edan meraih hasil yang memuaskan pada gelaran kompetisi BRI Liga 1 musim 2021–2022.

Media Officer Arema FC Sudarmaji di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan bahwa dengan kekalahan pada pertandingan terakhir melawan PSS Sleman, jajaran direksi menginginkan adanya evaluasi total dalam tim Singo Edan.

“Dengan hasil laga terakhir, jajaran direksi langsung tegas memberi reaksi, mengingatkan kepada pelatih dan pemain untuk segera evaluasi total,” kata Sudarmaji.

Selain itu, pelatih dan pemain Arema FC diminta untuk bisa meningkatkan kualitas permainan dan melakukan introspeksi diri. Jika hasil tidak sesuai target, manajemen akan mengambil langkah untuk menyelamatkan tim.

Ia menambahkan, sejak mengantongi hasil imbang pada dua laga awal, pihak manajemen telah meminta adanya evaluasi dan memberikan masukan agar mampu mendapatkan poin maksimal pada laga selanjutnya.

Namun, Arema FC harus menelan kekalahan pada laga ketiga pada saat melawan PSS Sleman dengan skor 2-1. Manajemen Arema FC akhirnya mengambil sikap tegas kepada pelatih, dan tim, untuk melakukan evaluasi total.

“Jika kualitasnya menurun dan hasilnya tidak sesuai target, maka akan disiapkan langkah tegas untuk menyelamatkan tim,” ujarnya.

Langkah tegas tersebut, nantinya akan menjadi bahan perbaikan ke depannya untuk skuad Arema FC agar mampu bermain baik dalam BRI Liga 1 2021. Bahkan, langkah tegas seperti pemecatan bisa diambil oleh manajemen Arema FC.

“Apa langkah tegasnya? Yang terburuk bisa saja berujung pada permohonan untuk mundur atau pemecatan. Tujuannya agar tim ini segera on the track serta meraih poin maksimal,” katanya.

Grafik permainan Arema FC dalam tiga pekan pertama Liga 1 musim 2021–2022 memang menunjukkan tren yang tidak memuaskan. Pada laga pertama, Arema FC harus bermain imbang melawan PSM Makassar.

Hasil kurang memuaskan kembali terjadi pada laga kedua melawan Bhayangkara FC. Tim yang baru saja berulang tahun pada Agustus 2021 lalu, hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1.

Puncaknya, pada pekan ketiga, Arema FC harus bertekuk lutut dari PSS Sleman dengan skor 2-1. Dengan hasil tersebut, Arema FC kini bercokol pada urutan 14 klasemen sementara dalam BRI Liga 1.

Pada laga selanjutnya, tim yang pada musim ini mendatangkan sejumlah pemain baru tersebut akan menghadapi pimpinan klasemen sementara, yakni PSIS Semarang. Jika kembali kalah, Arema FC berpeluang masuk ke zona degradasi. (antara/rek)



Most Read

Berita Terbaru