alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Pulang dari Bandung, Persebaya Gelar TC di Jogja

SURABAYA – Aji Santoso tidak terlalu kecewa karena gagal melangkah ke babak selanjutnya di turnamen pramusim Piala Presiden 2022. Pelatih Persebaya, Aji Santoso sebelumnya memang tidak menargetkan tinggi skuadnya di Piala Presiden 2022. Sebab, Persebaya melakukan perombakan skuad dan berisi mayoritas para pemain muda potensial.

Karena itu, selama tiga kali berlaga, skuad Green Force selalu turun dengan komposisi pemain yang berbeda. Hanya satu pemain Persebaya Surabaya yang tak tergantikan yaitu kapten tim, Alwi Slamat.

Persebaya dipastikan gugur di babak grup Piala Presiden 2022. Itu setelah Green Force menelan dua kali kekalahan dan satu hasil imbang di penyisihan grup C.

Sementara dari total 32 pemain yang dibawa oleh Persebaya di Piala Presiden 2022, tercatat hanya dua oemain yang tak mendapatkan menit bermain yaitu penjaga gawang I Gede Dida dan Ernando Ari.

Rotasi yang dilakukan oleh Aji Santoso semakin terlihat dari distribusi menit bermain untuk para pemainnya. Ini termasuk dua pemain trial yaitu Julian Mancini dan Riswan Lauhim yang juga sempat diturunkan.

Meski tak bisa melangkah lebih jauh, Aji Santoso mengaku puas dengan karena bisa melihat kelebihan dan kekurangan tim racikannya. Aji Santoso cukup percaya diri timnya akan tampil lebih baik di kompetisi Liga 1 nanti.

Tidak ingin larut dengan kekecewaan karena gagal di Piala Presiden, Aji Santoso sudah menyiapkan langkah untuk Alwi Slamat dan kawan-kawan. Aji menuturkan, dirinya akan memanfaatkan kegagalan ini sebagai bahan evaluasi buat menatap Liga 1 2022-2023 nanti.

Menurut Aji, Persebaya memang belum siap 100 persen berlaga di Piala Presiden. Pelatih yang pernah menukangi Persik Kediri ini menilai, kegagalan di Piala Presiden 2022 ini karena para pemainnya belum dalam kondisi terbaiknya.

Menurut Aji Santoso, para pemain didikannya kini masih dalam kondisi 50 persen hingga 60 persen, baik dari taktik maupun fisik. Demi memaksimalkan persiapan jelang Liga 1 2022-2023 nanti, Persebaya berencana fokus menjalani pemusatan latihan (TC) untuk meningkatkan performa pemain.

Pelatih asal Malang itu mengatakan bahwa ia akan memaksimalkan sisa waktu yang ada hingga Liga 1 bergulir dengan maksimal. Dengan harapan para pemain menunjukkan peningkatan performa ke depannya dan pastinya bisa tampil kompetitif di Liga 1 nanti.

Untuk meningkatkan kesiapan skuad Green Force mengarungi musim kompetisi mendatang. Aji Santoso menjadwalkan Persebaya menjalani training center mulai 24 Juni hingga 5 Juli mendatang di Jogjakarta.

Selama 12 hari skuad Green Force akan digembleng dengan latihan taktikal maupun fisik. “Jadi, ada waktu sisa ini saya akan memanfaatkan sebaik mungkin supaya nanti di kompetisi kami bisa mencapai target,” ujar pelatih terbaik di Liga 1 2021-2022 itu. (sam/rak)

SURABAYA – Aji Santoso tidak terlalu kecewa karena gagal melangkah ke babak selanjutnya di turnamen pramusim Piala Presiden 2022. Pelatih Persebaya, Aji Santoso sebelumnya memang tidak menargetkan tinggi skuadnya di Piala Presiden 2022. Sebab, Persebaya melakukan perombakan skuad dan berisi mayoritas para pemain muda potensial.

Karena itu, selama tiga kali berlaga, skuad Green Force selalu turun dengan komposisi pemain yang berbeda. Hanya satu pemain Persebaya Surabaya yang tak tergantikan yaitu kapten tim, Alwi Slamat.

Persebaya dipastikan gugur di babak grup Piala Presiden 2022. Itu setelah Green Force menelan dua kali kekalahan dan satu hasil imbang di penyisihan grup C.

Sementara dari total 32 pemain yang dibawa oleh Persebaya di Piala Presiden 2022, tercatat hanya dua oemain yang tak mendapatkan menit bermain yaitu penjaga gawang I Gede Dida dan Ernando Ari.

Rotasi yang dilakukan oleh Aji Santoso semakin terlihat dari distribusi menit bermain untuk para pemainnya. Ini termasuk dua pemain trial yaitu Julian Mancini dan Riswan Lauhim yang juga sempat diturunkan.

Meski tak bisa melangkah lebih jauh, Aji Santoso mengaku puas dengan karena bisa melihat kelebihan dan kekurangan tim racikannya. Aji Santoso cukup percaya diri timnya akan tampil lebih baik di kompetisi Liga 1 nanti.

Tidak ingin larut dengan kekecewaan karena gagal di Piala Presiden, Aji Santoso sudah menyiapkan langkah untuk Alwi Slamat dan kawan-kawan. Aji menuturkan, dirinya akan memanfaatkan kegagalan ini sebagai bahan evaluasi buat menatap Liga 1 2022-2023 nanti.

Menurut Aji, Persebaya memang belum siap 100 persen berlaga di Piala Presiden. Pelatih yang pernah menukangi Persik Kediri ini menilai, kegagalan di Piala Presiden 2022 ini karena para pemainnya belum dalam kondisi terbaiknya.

Menurut Aji Santoso, para pemain didikannya kini masih dalam kondisi 50 persen hingga 60 persen, baik dari taktik maupun fisik. Demi memaksimalkan persiapan jelang Liga 1 2022-2023 nanti, Persebaya berencana fokus menjalani pemusatan latihan (TC) untuk meningkatkan performa pemain.

Pelatih asal Malang itu mengatakan bahwa ia akan memaksimalkan sisa waktu yang ada hingga Liga 1 bergulir dengan maksimal. Dengan harapan para pemain menunjukkan peningkatan performa ke depannya dan pastinya bisa tampil kompetitif di Liga 1 nanti.

Untuk meningkatkan kesiapan skuad Green Force mengarungi musim kompetisi mendatang. Aji Santoso menjadwalkan Persebaya menjalani training center mulai 24 Juni hingga 5 Juli mendatang di Jogjakarta.

Selama 12 hari skuad Green Force akan digembleng dengan latihan taktikal maupun fisik. “Jadi, ada waktu sisa ini saya akan memanfaatkan sebaik mungkin supaya nanti di kompetisi kami bisa mencapai target,” ujar pelatih terbaik di Liga 1 2021-2022 itu. (sam/rak)

Most Read

Berita Terbaru


/