alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Dimulai Tahun Ini, Fly Over Gedangan Dibangun Pakai APBN

SIDOARJO – Pembangunan Fly Over Gedangan dimulai tahun ini. Pada tahap pertama, pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bahrul Amig mengatakan, pemkab sudah menerima surat pemberitahuan dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Isinya menjelaskan pembangunan Fly Over Gedangan dimulai tahun ini.

Dalam surat tersebut mengatur tugas pembangunan Fly Over Gedangan. Jembatan layang itu bakal dikerjakan bersama. Pemkab bertugas membebaskan lahan. Sedangkan pembangunan dikerjakan BBPJN VIII.

Amig menjelaskan, pembebasan lahan harus dimulai tahun ini. Pemkab akan membeli lahan di sisi timur dan barat jalan. Saat ini lahan tersebut mayoritas digunakan sebagai tempat usaha. Namun anggaran pembebasan lahan saat ini belum tersedia. “Kami ajukan saat PAK,” katanya.

Baca Juga :  PDAM Optimistis Dapat Lahan, Bangun DC di Tanggulangin dan Kota

Targetnya, pembebasan lahan dituntaskan tahun ini. Dishub juga meminta bantuan Pemprov untuk pembebasannya. Nantinya, panjang Fly Over Gedangan mencapai 477 meter dengan lebar 18 meter. Mulai dari Jalan Muncul ke arah selatan menuju Sidoarjo. Diperkirakan anggaran pembangunan Fly Over Gedangan mencapai Rp 180 Miliar.

Anggaran pembangunan Fly Over Gedangan disediakan pemerintah pusat. Setelah lahan dibebaskan, pemerintah segera membangun jalan layang tersebut.

Selain Fly Over Gedangan, Dishub sebenarnya mengusulkan tambahan pembangunan jalan. Yakni membuka akses tol dari Kloposepuluh. Solusi itu bertujuan meringankan beban jalan Waru hingga Buduran.

Kabid Manajemen Rekayasa Lalu-Lintas Dishub Evi Anita mengatakan laju penambahan kendaraan semakin cepat. Terutama di Jalan Waru hingga Buduran. Menurut dia, pemkab perlu membangun jalan-jalan alternatif.

Baca Juga :  Cari Solusi Kemacetan Jalan Pahlawan

Evi mengatakan, pembukaan ruas tol Kloposepuluh itu sangat dibutuhkan. Tujuannya memberikan akses bagi kendaraan yang melintas dari Sidoarjo ke Pasuruan. Kendaraan tidak lagi memenuhi jalur pusat kota. (far/nis)

SIDOARJO – Pembangunan Fly Over Gedangan dimulai tahun ini. Pada tahap pertama, pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bahrul Amig mengatakan, pemkab sudah menerima surat pemberitahuan dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Isinya menjelaskan pembangunan Fly Over Gedangan dimulai tahun ini.

Dalam surat tersebut mengatur tugas pembangunan Fly Over Gedangan. Jembatan layang itu bakal dikerjakan bersama. Pemkab bertugas membebaskan lahan. Sedangkan pembangunan dikerjakan BBPJN VIII.

Amig menjelaskan, pembebasan lahan harus dimulai tahun ini. Pemkab akan membeli lahan di sisi timur dan barat jalan. Saat ini lahan tersebut mayoritas digunakan sebagai tempat usaha. Namun anggaran pembebasan lahan saat ini belum tersedia. “Kami ajukan saat PAK,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Dorong Pemkab Fokus Tuntaskan FR dan Rumah Sakit Barat

Targetnya, pembebasan lahan dituntaskan tahun ini. Dishub juga meminta bantuan Pemprov untuk pembebasannya. Nantinya, panjang Fly Over Gedangan mencapai 477 meter dengan lebar 18 meter. Mulai dari Jalan Muncul ke arah selatan menuju Sidoarjo. Diperkirakan anggaran pembangunan Fly Over Gedangan mencapai Rp 180 Miliar.

Anggaran pembangunan Fly Over Gedangan disediakan pemerintah pusat. Setelah lahan dibebaskan, pemerintah segera membangun jalan layang tersebut.

Selain Fly Over Gedangan, Dishub sebenarnya mengusulkan tambahan pembangunan jalan. Yakni membuka akses tol dari Kloposepuluh. Solusi itu bertujuan meringankan beban jalan Waru hingga Buduran.

Kabid Manajemen Rekayasa Lalu-Lintas Dishub Evi Anita mengatakan laju penambahan kendaraan semakin cepat. Terutama di Jalan Waru hingga Buduran. Menurut dia, pemkab perlu membangun jalan-jalan alternatif.

Baca Juga :  Bocah Berusia 3 Tahun Suspect Difteri

Evi mengatakan, pembukaan ruas tol Kloposepuluh itu sangat dibutuhkan. Tujuannya memberikan akses bagi kendaraan yang melintas dari Sidoarjo ke Pasuruan. Kendaraan tidak lagi memenuhi jalur pusat kota. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/