Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Al Ressa Rizky Ungkap Luka Hati, Simpan Rasa Iri dan Harapan Bertemu Denada

N

 

Al Ressa Rizky Rosano didampingi ibu angkatnya, Ratih saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta.
Al Ressa Rizky Rosano didampingi ibu angkatnya, Ratih saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta.

RADAR SURABAYA - Al Ressa Rizky Rosano, pemuda yang mengaku sebagai anak kandung dan melayangkan gugatan perdata kepada penyanyi Denada, akhirnya mengungkap isi hatinya di hadapan publik.


Advertisement

Ia merasa diperlakukan tidak adil, seolah menjadi anak yang tak diakui, berbeda dengan perhatian penuh yang diberikan Denada kepada putrinya Aisha.

Selama ini masyarakat mengenal Denada sebagai sosok ibu tangguh yang berjuang demi kesembuhan Aisha dari leukemia.

Namun bagi Ressa, perjuangan itu justru menyisakan luka batin karena dirinya merasa harus berjuang sendirian tanpa pengakuan dari sang ibu kandung.

Advertisement

“Kenapa kok ada aku yang sehat, maksudnya kenapa kok sampai diginiin? Padahal anaknya yang itu (Aisha) sakit sampai Mbak Denadanya jatuh bangun begitu,” ujar Ressa di Jakarta.

Ressa mengakui adanya rasa cemburu melihat perjuangan Denada untuk Aisha, termasuk menjual aset dan bolak-balik Singapura–Indonesia. “Ya iri ada sedikit,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak membenci Denada maupun Aisha. Didikan dari ibu angkatnya, Ratih, membuatnya tetap berusaha memiliki hati yang luas.

Advertisement

“Bagaimanapun itu tetap ibu saya. Jelek buruknya kan tetap yang melahirkan. Ibu (Ratih) mengajarkan saya untuk punya hati yang tulus, menerima setulus-tulusnya, enggak boleh benci sama orang, harus baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ressa juga menyampaikan harapan sederhana yang ingin ia lakukan kepada Denada.

“Intinya aku pengin meluk Mbak Denada itu sama pengen cium kakinya saja. Sudah itu aja,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga kini, Denada belum memberikan pernyataan langsung. Namun melalui manajemennya, Risna Ories, ia menyampaikan sikap resmi.

“Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan: sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” tulisnya dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Risna menegaskan bahwa masalah ini bukan hal mudah bagi Denada. “Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujarnya.

Manajemen juga menambahkan bahwa Denada telah menyerahkan perkara ini kepada tim pengacara untuk ditangani secara profesional. (hot/nur)

Advertisement
Editor : Nurista Purnamasari
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

Bejat! Bapak Rudapaksa Anak Kandungnya di Surabaya, Sudah Berlangsung Tiga Tahun

Bejat! Bapak Rudapaksa Anak Kandungnya di Surabaya, Sudah Berlangsung Tiga Tahun

Kelakuan YS, 48, sungguh bejat. Pria yang tinggal di kawasan Kecamatan Genteng itu melakukan rudapaksa anak kandungnya sendiri S, 17.Aksi pencabulan tersebut dilakukan tersangka sejak 2023 -2026.

Manchester City Terancam Digugat Rp18,87 Triliun, 4 Klub Liga Inggris Bergerak

Manchester City Terancam Digugat Rp18,87 Triliun, 4 Klub Liga Inggris Bergerak

Manchester City terancam menghadapi gugatan hingga £800 juta dari empat klub Liga Inggris setelah kasus 115 tuduhan pelanggaran finansial memasuki babak baru.

Saksi Ahli Kasus Gugatan PT JFC ke Nany Widjaja: Direktur Tanggung Jawab Kerugian Perusahaan

Saksi Ahli Kasus Gugatan PT JFC ke Nany Widjaja: Direktur Tanggung Jawab Kerugian Perusahaan

Nany Widjaja menghadirkan Ermanto Fahamsyah, ahli hukum perdata dari Universitas Negeri Jember dalam sidang gugatan yang diajukan PT Java Fortis Corporindo (JFC) di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (2/9).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer