alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perkuat Pasar Ekspor, Sekar Bumi Optimis Penjualan Tumbuh 15 Persen

22 Juli 2021, 19: 09: 04 WIB | editor : Wijayanto

OPTIMIS: Direksi dan Komisaris PT Sekar Bumi Tbk saat RUPS dan dilanjutkan Public Expose secara virtual, Kamis (22/7). Tahun ini perseroan optimis penjualan akan naik minimal 15 persen meskipun ada pandemi.

OPTIMIS: Direksi dan Komisaris PT Sekar Bumi Tbk saat RUPS dan dilanjutkan Public Expose secara virtual, Kamis (22/7). Tahun ini perseroan optimis penjualan akan naik minimal 15 persen meskipun ada pandemi. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Meskipun dibayangi pandemi Covid 19, namun manajemen PT Sekar Bumi Tbk tetap optimis tahun ini mempu meningkatkan penjualannya 15 pesen dari tahun lalu. Selain menggarap market lokal emiten berkode SKBM ini juga fokus memacu penjualan di pasar ekspor.

Harry Lukmito, Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk, mengatakan, akibat pandemi Covid 19, memang semua lini bisnis terkena imbasnya. Namun begitu, pihaknya masih yakin tahun ini mampu memacu penjualannya dari tahun lalu.

“Kami tetap optimis tahun ini ada pertumbuhan minimal 15 pesen dari tahun lalu,” kata Harry Lukmito saat Public Expose secara virtual, Kamis (22/7).

Baca juga: Kejar Free PPN, CitraHarmoni Bangun Rumah dan Ruko Ready Lagi

Tahun 2020, lanjutnya, pereroan sukses membukukan penjualan sebesar p 3,1 triliun. Jumlah tersebut naik 50,1 persen dari  pencapaian tahun 2019 yakni Rp 2,1 triliun. Pencapaian tahun lalu juga 37 persen lebih tinggi dari target awal yakni sebesar Rp 3,07 triliun.

Sebab itu, pihaknya sangat optimis penjualannya juga akan melebihi dari target. Hingga kuartal pertama (Q1/2021), penjualanya mencapai Rp 855,9 miliar atau naik 44 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni sebesar Rp 592,8 miliar. 

“Hingga Juni tahun ini kondisinya masih sama. Kami yakin kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti sehingga target akan terlampui ,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya akan menerapkan beberapa langkah staregis. Pihaknya akan memperkuat pasar ekspor.  Sebab selama ini, pasar ekspor memberikan kontribusi terbesar dari total penjualan perseroan yakni sekitar 97 pesen. Sisanya berasal dari pasar lokal.

Dia mengaku, selama pandemi ini pihaknya fokus menggarap pasar ekspor yang sudah ada (existing) yakni ke Amerika, Asia dan Eropa. Namun begitu, pihaknya juga terus berupaya memperlebar pasar ekspor ke sejumlah Negara lain. Sebab peluangnya masih terbuka lebar terutama untuk ekspor udang.

“Kami masih fokus pada pasar yang ada terutama Amerika. Disana masih terbuka lebar. Selama ini ekspor ke Amerika berkontribusi 91 persen. Sedangkan Asia dan Eropa 4,8 dan 4 persen,” tandasnya.

Terkait pasar lokal, Howard Ken Lukmito, Direktur SKBM menambahkan, pasar memang tidak besar kontribusinya. Namun begitu, pihaknya tetap menggarapnya  terutama e-commerce, pasar traditional dan modern market.

Selain terus memperbanyak produk, pihaknya juga melakukan strategi mengurangi bobot kemasan dari 500 gram menjadi 250 gram. Hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat.

“Pasar lokal sangat terdampak selama pandemic terutama food service (horeca). Karena itu, kami akan terus memperkuat e-commerce dan traditional maket. Tahun ini kami akan belanja modal (capex) Rp 20 miliar untuk perluasan pabrik di Jakarta dan Sidoarjo terutama untuk cold storage dan pengembangan lainnya,” ujar Howard Ken Lukmito.  (fix)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP