alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Evaluasi PPKM Darurat di Surabaya

Mobilitas Warga Menurun, Kasus Positif Covid Melandai

22 Juli 2021, 13: 24: 28 WIB | editor : Wijayanto

PENYEKATAN DIPERPANJANG: Petugas memeriksa kelengkapan dokumen pengendara yang melewati posko penyekatan PPKM Darurat di Bundaran Cito, Menanggal, Surabaya.

PENYEKATAN DIPERPANJANG: Petugas memeriksa kelengkapan dokumen pengendara yang melewati posko penyekatan PPKM Darurat di Bundaran Cito, Menanggal, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Surabaya pada 3-20 Juli dinilai cukup efektif. Terbukti sesuai data yang ada di Pemkot Surabaya, kasus Covid-19 dan mobilitas masyarakat menurun selama dua pekan terakhir pelaksanaan pembatasan kegiatan dan mobilitas warga itu.

Data sebaran Covid-19 di Surabaya, per 20 Juli 2021 menunjukkan, orang yang terkonfirmasi dalam perawatan berjumlah 10.472 orang. Sedangkan orang yang terkonfirmasi sembuh 27.496 orang, suspek 61 orang, probable 21 orang dan data kumulatif konfirmasi 39.440 orang.

Sedangkan konfirmasi meninggal total sebanyak 1.472 orang. “Surabaya memang ada penurunan meskipun belum signifikan. Secara total Surabaya saat ini sekitar 150 orang,” kata Eri Cahyadi.

Baca juga: Pemerintah Fokus Reformasi Struktural Percepatan Pemulihan Ekonomi

Eri juga menyebutkan, angka pemakaman dengan prokes juga mulai turun. Saat naiknya kasus Covid-19 ada sekitar 180 orang per harinya. “Saat ini 120 orang dalam sehari,” ungkapnya.

Warga yang sudah melakukan tes swab antigen dengan hasil positif sudah masuk data. Eri menjelaskan, aturan kemenkes terbaru, orang yang dinyatakan positif dari swab antigen sudah masuk data. Sehingga tidak perlu lagi menggunakan tes swab PCR yang hasilnya terlalu lama ditunggu untuk mengetahui hasil negatif atau positif Covid-19. Dengan begitu, penanganan Covid-19 akan lebih cepat.

Eri menegaskan, warga tidak perlu malu apabila terpapar Covid-19. Pasalnya, penyakit tersebut bisa disembuhkan dan bukan aib. “Tempat-tempat yang sudah disediakan untuk penanganan cukup banyak. Kami bisa lebih mudah memantau memberikan makanan dan obatobatan agar cepat sembuh,” tegasnya.

Selain itu, wali kota menginstruksikan seluruh pimpinan puskesmas di 31 kecamatan agar menerapkan standar penanganan Covid-19 kepada warga yang hasil tes rapid antigennya positif. Standar ini juga diterapkan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

Eri juga kembali meminta warga Surabaya untuk tetap menaati prokes agar virus corona semakin hilang. Sehingga, ekonomi warga bisa kembali bergerak normal. “Ayo, bersama seluruh elemen, kita punya semangat yang sama. Seminggu ke depan kita turunkan biar relaksasi bisa kita lakukan,” ujarnya.

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP