alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Surabaya Isi Ulang Tabung Oksigen Langsung ke RS dan Puskesmas

22 Juli 2021, 08: 13: 11 WIB | editor : Lambertus Hurek

Oksigen menjadi kebutuhan pokok pasien Covid-19 yang mengalami masalah pernapasan.

Oksigen menjadi kebutuhan pokok pasien Covid-19 yang mengalami masalah pernapasan. (Suryanto/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya melakukan pengisian ulang tabung oksigen melalui  stasiun pengisian kemudian ditransfer ke tabung di rumah sakit dan puskesmas. 

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, pengisian tabung oksigen dengan cara mobilisasi dilakukan untuk menunjang fasilitas kesehatan dalam penanganan pasien covid.  Utamanya, memenuhi ketersediaan oksigen bagi warga yang sedang dirawat di rumah sakit dan puskesmas.

Transfer atau pengisian ulang oksigen dilakukan di Asrama Haji, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), RSUD dr Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada hingga Puskesmas Medokan Ayu dan Simomulyo. Setidaknya, ada 200 lebih tabung oksigen yang setiap harinya dilakukan pengisian ulang. 

Baca juga: Pendaftaran CASN Diperpanjang, Khofifah Ajak Nakes Manfaatkan Peluang

"Kita melayani dengan sembilan unit pikap on call. Sekitar 200 tabung setiap harinya," ujar Febri.

Data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya 20 Juli mencatat, sebanyak 207 tabung oksigen ukuran besar atau 6 meter kubik  yang dilakukan transfer pengisian. Sedangkan untuk ukuran kecil atau 1 meter kubik ada 45 tabung oksigen.

Febri menyebut,  pengisian ulang tabung oksigen di BDH dilakukan dua kali jalan atau dua rit. Ini dikarenakan jumlah tabung oksigen yang dimiliki pemkot untuk mentransfer terbatas.

Menurut Febri, pemkot juga menyediakan tabung oksigen di RSLT karena tingginya kebutuhan oksigen di sana. Apalagi saat ini RSLT tak hanya digunakan untuk merawat OTG dan gejala ringan, tapi juga pasien dengan saturasi oksigen di bawah 80 persen.

Karena semakin tingginya kebutuhan oksigen di RSLT, maka pemkot kemudian melengkapi dengan alat oksigen konsentrator sekitar 100 unit. Alat ini dapat mengonversi udara menjadi oksigen medis hanya dengan disambungkan ke aliran listrik.

(sb/rmt/rek/JPR)

 TOP