alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Naik 100 Persen, RPH Pegirian Terima Penyembelihan 240 Hewan Kurban

21 Juli 2021, 12: 25: 59 WIB | editor : Wijayanto

JAGA PROKES: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengepakan dan penyembelihan hewan kurban di RPH Pegirian, Surabaya.

JAGA PROKES: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengepakan dan penyembelihan hewan kurban di RPH Pegirian, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penyembelihan hewan kurban di  PD Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian di tengah PPKM darurat mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan dengan tahun lalu. 

Plt Direktur Utama PD RPH Pegirian Muhammad Faiz mengatakan, pada Idul Adha tahun ini 240 ekor hewan kurban baik sapi maupun kambing yang disembelih di sana. Meski mengalami peningkatan pihaknya tetap melakukan pembatasan waktu pemotongan disebabkan masih masifnya penyebaran Covid-19. Untuk hari pertama penyembelihan dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00.

"Biasanyakan banyak orang memilih memotong hewan sendiri, karena kondisi seperti ini, banyak orang memilih menyembelih di RPH. Agar lebih aman dan menghindari kerumunan," katanya, Selasa (20/7). 

Baca juga: Melalui Brand Kalpanax - Entrostop, Beraksi di Pasar Surabaya & Gresik

Pemotongan hewan kurban di RPH Pegirian dilakukan selama tiga hari hingga Jumat (23/7). Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan hewan kurban. Oleh karena itu pihaknya menambah jumlah petugas menjadi 150 orang untuk mempercepat proses mulai pemotongan, pengulitan, pengemasan hingga pengiriman.

"Hari ini disembelih 68 sapi dan sekitar 30 kambing. Rabu, 82 sapi, lebih banyak karena dimulai sejak pukul 05.00 dan di hari terakhir Jumat akan menyembelih 70 sapi," jelas pria yang juga menjabat sebagai Bawas PD RPH Pegirian tersebut.

Faiz mengaku, selain dari masyarakat yang melakukan penyembelihan di RPH, juga banyak pejabat maupun instansi di Surabaya yang mengirimkan hewan kurbannya untuk disembelih di RPH. Seperti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang berkurban dua ekor sapi hingga Polda Jatim sebanyak 25 ekor sapi.

"Pak Eri kurban dua ekor sapi, beratnya rata-rata di atas 800 kilogram. Dan sudah dipotong semuanya. Selain itu ada pak sekda, asisten, anggota DPRD dan Polda Jatim 25 sapi, kambing sekitar 10 ekor," ungkapnya.

Untuk memastikan kelayakan hewan saat hendak disembelih, pihaknya melibatkan dua dokter hewan yang mengecek antemortem dan postmortem (sesudah disembelih). Dalam pemeriksaan postmortem pihaknya menemukan dua ekor sapi yang ditemukan cacing pada bagian hati. "Sekitar dua ekor yang ada cacing di hati. Langsung dibersihkan dan sisihkan dan dibuang. Yang kena kontaminasi, kebanyakan di hati," ujarnya.

Selain itu, hewan kurban yang akan disembelih di RPH harus didaftarkan terlebih dahulu. Lalu akan diberikan jadwal penyembelihan hewan tersebut. Sehingga warga yang hendak menyembelihkan hewan kurbannya bisa datang sesuai jadwal. Pihaknya juga menyediakan dua layar monitor bagi  orang yang ingin melihat hewan kurbannya disembelih. Hal ini untuk menghindari kerumunan selama pemotongan. "Untuk menghindari kerumunan kita sediakan dua monitor, tapi kita persilahkan dua orang yang mau menyaksikan secara langsung ditempat penyembelihan," imbuhnya.

Selain itu, pada hari pertama penyembelihan hewan kurban, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak melakukan kunjungan ke RPH Pegirian. Dalam kunjungannya Emil mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan RPH dalam pemotongan hewan. "Kenaikan RPH 100 persen tahun ini, artinya animo masyarakat untuk mengunakan jasa profesional seperti RPH meningkat. Dengan jasa profesional akan melindungi masyarakat yang akan berkurban," katanya.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban. Yang dikhawatirkan membuang limbah sembarangan ke sungai. Sebab, limbah hewan kurban seperti darah, usus atau kotoran tersebut mengandung bakteri yang dapat merusak lingkungan jika dibuang sembarangan. Pasalnya, tidak semua melakukan penyembelihan di RPH Pegirian karena keterbatasan waktu dan tempat. Sehingga mereka diperbolehkan untuk melakukan penyembelian di tempat masing-masing dengan pembatasan waktu dan jumlah orang. 

Kepala DLH Kota Surabaya Eko Agus Supiadi mengatakan, pantauan hingga saat ini tidak ada warga yang membuang limbah sembarangan, terutama ke sungai. Menurutnya, saat ini warga semakin sadar akan bahaya limbah hewan kurban jika dibuang sembarangan. “Sementara ini belum ada laporan warga buang limbah hewan kurban sembarangan. Sejauh ini sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk memastikan warga tidak membuang limbah hewan kurban sembarangan, DLH Kota Surabaya menyebar petugas untuk melakukan pemantauan. Terutama masjid atau musala yang dekat dengan sungai. “Kita sebar petugas seluruh Surabaya untuk melakukan pemantauan. Terutama masjid atau musala yang berada dekat sungai,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP