alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Operasional RS Darurat GOR Indoor GBT Tunggu Jaringan Oksigen

21 Juli 2021, 06: 56: 29 WIB | editor : Wijayanto

SIAP OPERASIONAL: Pengerjaan rumah sakit darurat COVID-19 di gedung indoor Gelora Bung Tomo, Benowo, Surabaya, Selasa (20/7).

SIAP OPERASIONAL: Pengerjaan rumah sakit darurat COVID-19 di gedung indoor Gelora Bung Tomo, Benowo, Surabaya, Selasa (20/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rumah sakit darurat di GOR Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) terus disiapkan untuk penanganan kesehatan pasien Covid-19. Tempat tidur (bed) untuk pasien sudah tertata dengan rapi di dalam GOR.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Iman Krestian mengatakan, pihaknya masih proses persiapan perlengkapan untuk menunjang beroperasinya rumah sakit darurat tersebut. “Tabung oksigen sudah siap, tinggal perlengkapan jaringan oksigen saja,” kata Iman Krestian.

Secara keseluruhan, menurut Iman, bangunan sudah siap. Terkait dengan kelengkapan bed serta tenaga kesehatan, pihaknya menunggu tim dari Rumah Sakit BDH dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. “Operasionalnya kapan, menunggu RS BDH sebagai operator rumah sakit darurat,” jelasnya.

Baca juga: SATGAS: Kebijakan Relaksasi Kerap Disalahartikan sebagai Keadaan Aman

Phaknya sudah merampungkan lobi rumah sakit sebagai pintu masuk pasien. Pintu masuk pasien ada di sisi utara. RS Darurat GBT rencananya menyediakan 225 bed untuk pasien Covid-19. Kelengkapannya pun seperti di RS Lapangan Tembak, Kedung Cowek.

Selain itu, pemkot sudah merampungkan bangunan laboratorium PCR di RS BDH. Laboratorium tersebut untuk menunjang hasil PCR bagi rumah sakit darurat. Pasalnya, saat ini Labkesda sudah penuh menerima hasil PCR. “Untuk peralatannya (PCR) didatangkan oleh BDH,” ungkapnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, RS Darurat GBT akan diisi oleh pasien dengan kondisi ringan atau sedang. Sebab, rumah sakit darurat ini telah disiapkan oksigen untuk pasien yang sesak napas.

Pemkot saat ini tengah menggencarkan tracing. Wali Kota Eri meminta setiap kepala OPD bertanggung jawab pada tracing di satu puskesmas. Dia mencontohkan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertanggung jawab pada hasil tracing yang ada di Puskesmas Ketabang. Dinas PU Bina Marga bertanggung jawab pada Puskesmas Dupak dan Morokrembangan. “Ini yang namanya percepatan. Semua harus saling mendukung,” urainya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu meminta agar puskesmas maupun BPB Linmas memberikan akses kepada seluruh OPD untuk mengetahui kinerja para stafnya dalam melakukan tracing.

Hal ini menjadi penting dilakukan agar seluruh petugas yang terjun maksimal dalam melakukan pelacakan untuk menemukan kontak erat pasien yang terpapar Covid-19. “Dengan begini, semua saling bertanggung jawab pada tugasnya masing-masing. Dan, puskesmas terbantu dengan adanya tambahan personel,” pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP