alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Operasi Lalin di Jembatan Suramadu Sukses Turunkan Arus Kendaraan 70%

21 Juli 2021, 06: 17: 19 WIB | editor : Wijayanto

EFEK PPKM: rus lalu lintas di Jembatan Suramadu tidak A seramai tahun lalu.

EFEK PPKM: rus lalu lintas di Jembatan Suramadu tidak A seramai tahun lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sebagai antisipasi arus mudik Idul Adha 1442 H, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Kepala Staf Komando Daerah Militer V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan meninjau operasi lalu lintas di Jembatan Suramadu, Senin (19/7) malam.

Wagub Emil melihat bagaimana para aparat mengecek kelengkapan dokumen para pengendara mobil dan motor. Tak hanya itu. Emil juga mengunjungi pos pengendalian PPKM darurat di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Menurut mantan Bupati Trenggalek itu, pengendalian arus lalu lintas dirasa penting karena tren kenaikan kasus Covid-19 terjadi pada saat arus besar mudik.

Momen tersebut mengakibatkan kemacetan dan kerumunan. “Ada atensi yang sangat tinggi terhadap risiko apabila ada mobilitas. Maka, belajar dari pengalaman tahun lalu, kami memantau langsung di lapangan pada jam-jam di mana orang-orang biasanya mencoba melanggar,” katanya.

Baca juga: Mensos Risma Siapkan Rp 7 Triliun untuk Korban PPKM Darurat

KONDUSIF: Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Kastaf Kodam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan meninjau operasi lalu lintas di Jembatan

KONDUSIF: Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Kastaf Kodam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan meninjau operasi lalu lintas di Jembatan (ISTIMEWA)

Namun, Emil mengaku sangat senang melihat adanya perubahan yang cukup signifikan dalam tren antrean lalu lintas menjelang lebaran. Sebab, menurut data Dirlantas Polda Jatim, terjadi penurunan 70 persen dibanding tahun lalu.

“Ada berita tentang warga toron yang memenuhi Jembatan Suramadu. Tapi, kenyataan di lapangan sekarang tidak demikian. Bukan berarti tidak ada yang toron. Tentu ada, tetapi kita sudah memenuhi komitmen bahwa mereka yang di aglomerasi, mereka yang ingin mencari nafkah tidak dihalangi,” terangnya.

Dengan kondisi arus lalu lintas yang lancar dan kooperatifnya warga untuk tidak mudik, maka tindakan yang diambil petugas masih berupa pengendalian. Mereka hanya akan memeriksa kelengkapan dokumen pengendara saja.

“Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa nanti jika arus mudik besar, akan dilakukan penyekatan. Untuk sekarang masih berupa pengendalian. Ini saya rasa cukup, karena toh sudah ada banyak pengendara yang disuruh putar balik karena tidak taat dan dokumennya tidak lengkap,” jelasnya.

Wagub berterima kasih kepada warga yang taat beserta personil aparat yang telah bekerja keras. Selain itu, ia juga berharap agar Idul Adha 1442 H berjalan lancar tanpa lonjakan kasus Covid-19. “Mudah-mudahan terus terjaga kondusivitas ini. Termasuk pemotongan kurban juga dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan,” harapnya.

Sementara itu, Wakapolda Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, pengendalian di Jembatan Suramadu akan terus dilakukan hingga 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga kestabilan kondisi lalu lintas seperti sekarang ini.

“Jangan mempermasalahkan kapan ini berakhir. Yang harus kita lakukan adalah memikirkan bagaimana kita semua menaati protokol kesehatan. Kalau sudah melakukan ikhtiar ini, saya yakin kita bisa melewati pandemi ini,” paparnya.

Kasdam Brigjen TNI Agus Setiawan menambahkan, pengendalian tersebut dilakukan secara nasional, khususnya di Jawa dan Bali. Langkah itu dilakukan untuk melawan penyebaran mata rantai Covid-19. Hal ini juga sebagai tindak lanjut adanya PPKM darurat.

“Kami melibatkan ribuan aparat baik di perbatasan antarprovinsi, perbatasan kabupaten/kota, maupun di dalam kabupaten/kota. Mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah konkrit menekan penyebaran virus corona ini,” ujarnya.

Pengendalian di Jembatan Suramadu sendiri dilakukan dengan pengecekan surat-surat berupa surat izin keluar masuk (SIKM), vaksinasi tahap satu, serta rapid antigen. Mereka yang tidak memiliki dokumen tersebut akan diminta untuk memutar arah dan tidak diperkenankan melewati perbatasan.

Walaupun begitu, truk-truk bermuatan bahan bangunan, medis ataupun sembako akan langsung diizinkan lewat untuk menghindari terjadinya kemacetan. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP