alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Features
icon featured
Features

Ini Dia Cara Isoman Efektif yang Dianjurkan Dokter

21 Juli 2021, 04: 38: 46 WIB | editor : Lambertus Hurek

Isolasi mandiri jadi tren setelah terjadi lonjakan covid.

Isolasi mandiri jadi tren setelah terjadi lonjakan covid. (ANTARA)

Share this      

SURABAYA - Umumnya seseorang akan cepat panik saat mendapati hasil tes usap baik antigen maupun PCR menunjukkan kata positif. Hal itu wajar sebab tak ada satu pun orang yang ingin mendapati dirinya terkena virus menjadi pandemi di seluruh belahan dunia itu.

Namun sebenarnya tidak perlu panik berlebihan jika terpaksa harus mendapati diri terpapar virus corona. Meskipun untuk saat ini sebagian besar orang dengan gejala ringan hampir pasti kehabisan tempat rawat inap di rumah sakit khusus penanganan pandemi COVID-19.

Sebab terpapar virus corona dengan gejala ringan sampai sedang sejatinya dapat disembuhkan melalui skema isolasi mandiri atau Isoman di rumah dengan beberapa langkah mudah namun harus konsisten diterapkan.

Baca juga: Rombongan Kedua Atlet Olimpiade Indonesia Bertolak ke Tokyo

Isolasi mandiri dengan cara yang tepat merupakan solusi terkini yang turut disarankan sebagai solusi guna mengatasi polemik kehabisan tempat layanan di rumah sakit akibat melonjaknya pasien yang terpapar virus corona.

Pakar kesehatan dr Jonathan Surentu dari Siloam Hospitals Manado menjelaskan pentingnya beberapa langkah menuju sehat selama menjalankan program Isoman.

 Isoman mulai dilakukan saat PCR test atau hasil swab antigen diketahui positif dengan sejumlah gejala ringan pun gejala sedang. Misalnya batuk, pilek, sakit kepala atau tidak memiliki gejala sama sekali (asimtomatik).

Menurut dia, isoman dilakukan di lingkungan rumah atau di kamar yang memiliki ventilasi udara yang cukup baik. Setelah itu siapkan sejumlah peralatan medis pun obat dan vitamin.

Beberapa alat medis dasar yang perlu disiapkan antara lain masker medis, thermometer (pengukur suhu badan), oxymeter (pengukur saturasi oksigen), obat-obatan (paracetamol 3x500 mg bila demam/nyeri, vitamin C 3x500 mg, vitamin D 400-1000 IU, multivitamin, dan obat-obatan yang direkomendasikan dokter).

Selain itu, selama isoman, protokol kesehatan tetap dipertahankan, yaitu tetap di rumah, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, gunakan masker, dan tetap menjaga jarak dengan penghuni rumah di dalamnya.

Dokter Jonathan Surentu yang berpraktik tetap di RS Siloam Manado ini pun mengingatkan jika bergejala batuk, penting pula agar etika batuk pun diterapkan, yaitu gunakan tissue atau menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam jika batuk berkelanjutan. Hal lainnya yang tak kalah penting adalah melakukan olahraga ringan selama 30 menit 3-5 kali per minggu, serta berjemur di pagi hari selama 10-15 menit.

Kebersihan rumah dan kamar pun memegang hal penting selama isoman selain mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur.

(sb/antara/rek/JPR)

 TOP