alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Rayakan Idul Adha di Rumah dengan Cemilan Samosa Kambing

19 Juli 2021, 01: 03: 35 WIB | editor : Wijayanto

OLAHAN DAGING KAMBING: Chef Dolies Barmawi menunjukkan makanan ringan samosa dengan isian daging kambing di salah satu hotel di Jalan Darmo.

OLAHAN DAGING KAMBING: Chef Dolies Barmawi menunjukkan makanan ringan samosa dengan isian daging kambing di salah satu hotel di Jalan Darmo. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Masih bingung menyiapkan menu apa ketika lebaran Idul Adha 1442 Hijriyah? Tidak perlu bingung, ada tips cemilan sehat yang dapat disajikan pada saat momen tersebut. 

Menu tersebut adalah samosa kambing. Sesuai dengan namanya, samosa kambing dibuat dari bahan dasar olahan daging kambing yang dicacah menjadi kecil kemudian dicampur dengan bumbu rempah-rempah khas Timur Tengah. 

Dolies Barmawi, Eksekutif Chef di salah satu hotel di kawasan Darmo menjelaskan, cara mengolah menu sehat ini dari awal hingga akhir. Yang pertama adalah dipersiapkan kulit tepung lumpia, kemudian dibagi menjadi tiga lembar. 

Baca juga: FIFA Ujicoba Lima Aturan Baru Sepak Bola

“Nah kalau samosa ini butuh dua lembar, jadi dipotongnya agak memanjang. Jadi agar bisa dibentuk menyerupai piramid. Kalau satu saja nanti nggak bisa dibentuk,” ujar Chef Dolies.

Dolies juga menjelaskan mengenai cara pembuatan isian dari samosa. Karena tema khusus Idul Adha, Dolies menggunakan bahan daging kambing. Sebenarnya juga bisa menggunakan bahan daging lain seperti sapi atau ayam. 

Untuk daging kambing yang digunakan samosa ini pilihan. Yakni bagian betis dari kambing alias sengkel. Menurutnya, rasa daging kambing bagian ini memiliki taste tersendiri dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. “Paha atas atau iga itu saja sudah berbeda rasanya. Kalau sengkel kan lebih ada crunchy-nya,” ujar Dolies. 

Sementara itu untuk bumbunya dibuat dari bahan rempah pilihan, seperti madras kari, bawang putih, bawang bombay, wortel dipotong kecil-kecil, kentang dan dicampur dengan potongan sengkel kambing dimasak menjadi satu.

Setelah itu, lanjut Dolies, olahan daging tersebut dilapisi dengan kulit tepung dibentuk menyerupai piramida. “Rasanya lebih ke khas Timur Tengah ini, karena ada madras karinya, aroma khasnya dari situ. Rasanya lebih ke gurih,” kata Dolies. 

Sementara itu cara menggorengnya sama dengan caranya menggoreng pisang goreng, hingga warnanya keemasan. “Digoreng nggak terlalu lama, seperti menggoreng pisang goreng sampai keemasan. Jadi cemilan ini cocok untuk santapan ketika pandemi, karena ada olahan rempah-rempahnya,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP