alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tangkap Dua Provokator Kerusuhan PPKM di Bulak Banteng

14 Juli 2021, 09: 16: 28 WIB | editor : Wijayanto

DIBORGOL: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus perusakan mobil polisi dan penyebar video kebencian yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

DIBORGOL: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus perusakan mobil polisi dan penyebar video kebencian yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli lalu untuk mengatasi lonjakan Covid-19. Karena itu, pembatasan itu perlu didukung masyarakat. Kericuhan di Bulak Banteng saat patroli PPKM  membuat tokoh masyarakat ikut bergerak.

Setelah mengamankan E, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap dua orang tersangka lain. Tersangka adalah Faisal Akbar, 20, warga Madura, saat itu berada di rumah orang tuanya di Bulak Banteng, Surabaya.

Faisal yang merusak mobil dan merobek kertas tilang yang ditujukan pada adiknya karena tidak pakai masker. Tersangka Herman, 33, warga Jalan Kunti, Semampir, ditangkap karena memprovokasi dengan mengirim video-video saat kejadian dengan nada provokatif.

Baca juga: Antisipasi Kelangkaan, Gubernur Bentuk Satgas Oksigen

BOLONG: Petugas menunjukkan batu yang dilempar tersangka untuk merusak kaca belakang mobil patroli polisi saat rusuh razia PPKM di Bulak Banteng.

BOLONG: Petugas menunjukkan batu yang dilempar tersangka untuk merusak kaca belakang mobil patroli polisi saat rusuh razia PPKM di Bulak Banteng. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

 "Kami amankan kedua tersangka. Mereka bukan warga setempat. Saat kejadian mereka berkunjung ke lokasi," kata Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum kemarin (13/7).

Tersangka Faisal diduga melempar mobil dengan batu yang sudah diamankan sebagai barang bukti. Ia melempari mobil patroli Satpol PP, Linmas, dan polisi yang saat itu ada di lokasi. Sedangkan tersangka Herman membuat konten dan disebar ke media sosial (medsos).

"Ia mengirim video dan mengajak agar bersama-sama melakukan penolakan terhadap PPKM darurat. Faisal melempar menggunakan batu sehingga memprovokasi massa lain melakukan hal yang sama," jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Asrhi Yuanita mengungkapkan, sebagai tokoh masyarakat, dia memastikan bahwa warga Bulak Banteng mendukung PPKM darurat yang dilaksanakan pemerintah. Bahkan setelah kejadian ia juga sempat membagi masker dan disambut baik masyarakat. 

"Kami mendukung karena angka covid meningkat dan angka kematian tiap hari juga terus ada. Ini yang terbaik untuk masyarakat agar PPKM darurat cepat selesai," ujarnya.

Tokoh masyarakat Bulak Banteng, Yanto, menjamin jika warga Bulak Banteng mendukung penuh PPKM darurat. Sebenarnya yang melakukan aksi tersebut bukan warganya, tapi oknum dari pulau sebelah. 

Yanto mengatakan, angka kematian dan positif Covid-19 di wilayahnya saat ini terbilang tinggi. Ini yang membuat masyarakat sadar perlunya pembatasan mobilitas. "Bahkan, sampai sekarang saya kunci makam di sana dan saya perbolehkan hanya untuk warga setempat saja," ujarnya.

Tersangka Faisal mengaku melakukan perusakan awalnya untuk menyelamatkan adiknya yang hendak dibawa Satpol PP karena tidak mengenakan masker. Sementara Herman mengaku membuat video tersebut dan mengirimkan melalui grup whatsApp dan medsos. "Saya lakukan agar viral saja," ungkapnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP