alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jual Tabung Oksigen di Atas HET, Adik Kakak Ditangkap Polisi

13 Juli 2021, 09: 53: 45 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN:  Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menunjukkan barang bukti tabung berisi oksigen yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim.

DIAMANKAN: Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menunjukkan barang bukti tabung berisi oksigen yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Satgas Gakkum Polda Jatim membongkar kasus penjualan tabung oksigen yang dijual oleh adik kakak dengan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET). Selain merugikan konsumen, terjadi kelangkaan di pasar.

Tersangka TW dan ABS, warga Desa Sumberejo, Wonoayu, Sidoarjo, kini diamankan di Polda Jawa Timur. Kasus ini terungkap setelah Satgas Gakkum menerima informasi dari masyarakat terkait adanya penjualan tabung oksigen melebihi HET di masa pandemi Covid-19. Polisi lantas melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan ratusan tabung oksigen di rumah pelaku di kawasan Wonoayu, Sidoarjo.

"Kami melakukan pendalaman dan berhasil menyita 129 tabung oksigen di Sidoarjo," ujar Nico didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (12/7).

Baca juga: Ini Sebabnya Penyintas COVID-19 Bisa Terinfeksi Virus Corona Lagi

Nico menyebutkan, selain melakukan penyelidikan di TKP, polisi juga menyelidiki penjualan tabung oksigen beserta isinya di akun media sosial Facebook (FB) milik TW. "Kami mendapatkan nama TW dan AS," sebutnya.

Kedua pelaku mencari keuntungan dengan membeli tabung dan mengisi oksigen dari PT S dan PT N. "Mereka menjual kepada orang lain dengan harga dua kali lipat," ungkapnya. 

Menurut Nico, tugas Satgas Gakkum adalah menjamin ketersediaan, distribusi dan harga tabung oksigen maupun obat-obatan.  "Dari tiga ini, ada dua yang dilanggar. Masalah ketersediaan dan harga," ucapnya.

Tersangka AS membeli tabung beserta isinya satu meter kubik dari PT NI dengan harga Rp 700 ribu. Oleh AS, kemudian dijual kembali kepada FR dengan harga Rp 1,35 juta. Seharusnya harga eceran tertinggi pada kisaran Rp 750 ribu.

Tersangka AS dibantu TW yang merupakan adik kandungnya. TW memasarkan tabung oksigen beserta isinya satu meter kubik tersebut melalui akun FB dan grup WhatsApp (WA).Selama melancarkan bisnisnya, kedua pelaku mampu memperoleh keuntungan sebesar Rp 650 ribu per tabung oksigen ukuran satu meter kubik. "Kami imbau masyarakat supaya tidak usah membeli tabung gas oksigen untuk disimpan dijual kembali. Juga tidak usah membeli obat-obatan untuk disimpan atau dijual lagi juga," tegasnya.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti 129 tabung oksigen,  nota pembelian tabung oksigen ukuran 6 meter kubik sebanyak 60, dua ponsel, screnshoot postingan FB dan grup WA. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP