alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Buntut Ricuh PPKM di Bulak Banteng, Pemilik Warung Diamankan

11 Juli 2021, 20: 13: 12 WIB | editor : Wijayanto

DITANGKAP: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menginterogasi tersangka E yang diduga jadi pemicu kerusuhan saat penertiban PPKM di Jalan Bulak Banteng.

DITANGKAP: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menginterogasi tersangka E yang diduga jadi pemicu kerusuhan saat penertiban PPKM di Jalan Bulak Banteng. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Petugas gabungan dari Forkopimka Kenjeran mendapat perlawanan saat melaksanakan patroli PPKM darurat di Jalan Bhineka, Bulak Banteng, Sabtu (10/7) malam. Petugas gabungan, Polsek Kenjeran, Linmas, dan Satpol PP Kenjeran mendapat perlawanan. Sempat ada perusakan terhadap mobil patroli petugas. 

Tiga video tersebar di media sosial memperlihat rombongan patroli dipaksa berhenti dan dikerubungi masyarakat. Beberapa anggota Satpol PP Kecamatan dan Linmas akhirnya turun dari mobil yang sudah terjebak massa. "Kisruh Bulak Banteng.. kisruh," kata pengambil video.

Anggota Satpol PP yang terjebak dikerumunan massa hingga akhirnya berhasil ditarik polisi dan Satpol PP yang lain. Sementara dari salah satu video tampak kendaraan patroli petugas meninggalkan lokasi, pengambil video dan warga yang menghalau petugas meneriakkan polisi j***k berulang-ulang.

Baca juga: BRI Bantu Fasilitas Penunjang RS di Berbagai Wilayah di Indonesia

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menyayangkan sikap masyarakat tersebut. Saat itu, patroli dipimpin oleh Camat Kenjeran. Namun, ia tidak menutup mata terkait kejadian tersebut. "Kami menyayangkan adanya kejadian ini, kami harap masyarakat mendukung kebijakan PPKM darurat ini. Ini demi kesehatan dan keselamatan kita," ujarnya.

Tak berselang lama, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengamankan pemilik warung berinisial E, warga Bulak Banteng, Surabaya, yang diduga sebagai pemicu kericuhan. Ini karena saat operasi yustisi yang dilaksanakan Forkopimca Kenjeran, Sabtu (10/7) malam, warung ini masih buka. Saat hendak ditertibkan, pemilik warung melawan petugas.

Tersangka E ngotot membuka warungnya meskipun sudah lewat pukul 20.00. Petugas gabungan yang sedang patroli PPKM darurat langsung mendatangi warung. Namun, pemilik diduga enggan menutup dan melawan petugas. "Ini awal kejadian yang membuat masyarakat berdatangan. Kami masih dalami apa yang dilakukan E hingga warga datang dan melawan petugas," jelas Ganis Setyaningrum.

Tersangka E dikenakan pasal 212 karena melawan petugas. Pihaknya masih mendalami lagi peran tersangka dalam kejadian tersebut. "Kami masih dalami kemungkinan tersangka lain. Provokator juga masih kami cari," ungkap Ganis. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP