alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Restoran Nyambi Jualan Obat Covid Ilegal Digerebek Polda

11 Juli 2021, 20: 03: 22 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Petugas mengamankan obat-obatan ilegal di Polda Jatim.

DIAMANKAN: Petugas mengamankan obat-obatan ilegal di Polda Jatim. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II Polda Jatim mengamankan seorang tersangka penjual obat-obatan dan suplemen Covid-19 ilegal. Tersangka ES, 36, warga Jalan Margorejo Indah, Kelurahan Margorejo, Wonocolo, Surabaya. Korps Bhayangkara menyita 43 jenis obat-obatan berbagai merek dan suplemen.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, terungkapnya kasus bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penjualan obat-obatan yang dilakukan seseorang di luar bidangnya. Satgas Gakkum yang terdiri dari Ditreskrimum, Ditreskrimsus dan Ditresnarkoba lalu melakukan penyelidikan selama seminggu. 

Penyelidikan dilakukan di sebuah restoran di Jalan dr Seotomo, Surabaya. Dari lokasi tersebut ternyata benar ditemukan penjualan obat-obatan yang diproduksi dalam dan luar negeri. 

Baca juga: Airlangga Hartarto Berharap Golkar Institute Lahirkan Teknokrat Muda

Uniknya, tersangka menyediakan ruangan sendiri dan memasang logo di dalam restauran tersebut. Kemudian dijajar obat-obatan, alat kesehatan yang dijual tanpa memiliki kewenangan dan izin edar.

"Hasilnya, kami mengungkap adanya tindakan penjualan obat-obatan yang dilakukan orang yang tidak berhak. Tim melakukan penyitaan 43 jenis obat-obatan dan menetapkan tersangka satu orang," ujar Nico didampingi Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim, Minggu (11/7).

Nico melanjutkan, obat yang dijual tersangka bukan di apotek. Namun hanya di rumah biasa. Selain itu, tersangka juga tidak memiliki kewenangan untuk menjual obat-obatan tersebut.

Pelaku dikenakan ancaman pasal 198 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. ''Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan hal seperti ini," ungkapnya.

Menurut Nico, saat ini obat-obatan banyak dibutuhkan masyarakat. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak menjual obat bila tidak memiliki kewenangan. "Pasal yang disangkakan adalah orang itu bukan memiliki kewenangan untuk menjual dan mengedarkan," tegasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko meminta masyarakat untuk melapor bila menemukan penjualan obat-obatan atau alat kesehatan di atas harga eceran tertinggi (HET). Pengaduan bisa dilayangkan dengan menghubungi nomor 081333339025 (Subdit Indagsi). ''Namun, jangan sampai pengaduan yang disampaikan bersifat bohong," ucapnya.

Selain obat-obatan, Polda Jatim juga menyediakan hotline pengaduan terkait kelangkaan oksigen dengan nomor  082232781177 Subdit Tipidter. Adapun pengaduan terkait informasi bohong atau hoaks masyarakat bisa melapor melalui nomor 08119971996 Subdit Siber. "Pengaduan masyarakat yang disampaikan harus benar-benar akurat dan disertai bukti data yang konkret," pungkasnya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP