alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tertipu Beli Jaket Mahasiswa, BEM Unair Laporkan Vendor ke Polisi

25 Juni 2021, 19: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

MELAPOR: Achmad Alak menunjukkan laporan kepolisian perkara dugaan penipuan dan penggelapan di Polrestabes Surabaya.

MELAPOR: Achmad Alak menunjukkan laporan kepolisian perkara dugaan penipuan dan penggelapan di Polrestabes Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Polrestabes Surabaya menyelidiki dugaan perkara penipuan dan penggelapan uang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, setelah menerima laporan dari salah satu pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pelapor perkara ini adalah Achmad Alak, yang menjabat menteri ekonomi kreatif BEM Unair. 

Alak melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan uang untuk pembuatan jaket mahasiswa Unair yang dipercayakan kepada pihak ketiga atau vendor yang diwakili oleh Widhi Arif Budiman. Sebagai pengikat kerja sama, BEM Unair bersama vendor tersebut telah menandatangani kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) pembuatan jaket. 

Sebagai tindak lanjut dari MoU, beberapa waktu lalu BEM Unair telah menyetor uang tanda jadi sekaligus pembayaran termin pertama senilai Rp 20 juta yang diterima oleh Widhi Arif Budiman.

Baca juga: Jatim Rawan Bencana, Basarnas Serahkan Kapal KN SAR 249 Permadi

Uang pembuatan jaket tersebut merupakan sumbangan dari mahasiswa Unair. Namun, hingga kini jaket mahasiswa Unair yang dijanjikan tidak pernah terwujud. Widhi Arif Budiman pun susah dihubungi dan tidak diketahui rimbanya. 

Tidak hanya itu. Alak juga menuding sejumlah oknum pengurus BEM Unair, masing-masing berinisial AC dan ZR, turut bersekongkol. Sebab, belakangan diketahui saling kenal dengan Widhi Arif Budiman.

Indikasinya, tanpa persetujuan Alak sebagai menteri ekonomi kreatif BEM Unair, terduga AC dan ZR diam-diam pinjam uang senilai Rp 20 juta kepada Direktorat Kemahasiswaan Unair dengan dalih untuk menalangi uang pembuatan jaket mahasiswa yang telah dibawa kabur Widhi. 

Uang Rp 20 juta yang dipinjam AC dan ZR dari Direktorat Kemahasiswaan Unair dengan mengatasnamakan BEM Unair untuk menalangi uang pembuatan jaket itu pun hingga kini juga dinilai tidak jelas penggunaannya. Maka, menurut Alak, kini BEM Unair harus menanggung kerugian total Rp 40 juta. 

Kasatreksrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian Purwono memastikan akan segera menindaklanjuti laporan dugaan penipuan dan penggelapan tersebut dengan menggelar penyelidikan. "Mohon bersabar. Pasti kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan," katanya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP