alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Curi Sepeda Angin untuk Anak, Kuli Bangunan Ditangkap

18 Juni 2021, 18: 08: 36 WIB | editor : Wijayanto

DIBORGOL: Tersangka Muriyono diamankan di Mapolsek Rungkut.

DIBORGOL: Tersangka Muriyono diamankan di Mapolsek Rungkut. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Muriyono, warga Jalan Ngaglik DKA, Tambaksari, Surabaya, harus berurusan dengan pihak berwajib. Pria 36 tahun itu ditangkap polisi setelah tepergok mencuri sepeda angin merek Polygon milik Yoga Wiwit Hidayat, 46, warga Jalan Rungkut Barata XVI, Surabaya.

Kapolsek Rungkut Kompol Bambang Prakoso mengatakan, tersangka Muriyono mencuri sepeda angin korban, Senin (14/6) sekitar pukul 04.30. Saat itu tersangka masuk ke teras rumah korban dengan cara memanjat pagar.

Dirasa aman, tersangka lalu mengutak-atik sepeda korban dan mengeluarkan sepeda. Tidak lama berselang, aksi tersangka didengar korban. Korban sempat mengintip tersangka melalui jendela rumah kemudian bergegas keluar rumah.

Baca juga: Fenomena MJO dan Rossby Sebabkan Hujan di Musim Kemarau

"Korban menegur pelaku. Namun, bukannya menjawab, pelaku malah memukul korban," ujar Kompol Bambang.

Mendapat pukulan tersebut, korban pun langsung membalas. Antara tersangka dan korban sempat terjadi adu pukul. Namun, akhirnya pelaku tersungkur dan kalah. "Posisi sepeda korban sudah di luar rumah. Kemudian tersangka diserahkan ke polisi," jelasnya. 

Sementara itu, tersangka Muriyono mengaku mencuri sepeda korban karena ingin memberikan hadiah sepeda ke anaknya. "Rencananya, sepeda akan saya berikan ke anak pertama," ucap Muriyono menunduk. 

Bapak tiga anak ini mengaku sebelumnya ingin membelikan sepeda anaknya pada akhir 2019 lalu. Namun, karena penghasilan sebagai kuli bangunan tidak cukup, akhirnya tertunda.

"Kemarin itu, sebelum mencuri, anak saya kembali mengingatkan saya terkait sepeda itu. Saya bingung hingga nekat melakukan aksi pencurian," ujar Muriyono lirih.

Akibat ulahnya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP