alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Khofifah: Cepat Tertangani, BOR RS Bangkalan Sudah di Bawah 40 Persen

14 Juni 2021, 18: 34: 28 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bed occupancy rate (BOR) ICU di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu (RS Syamrabu) sudah di bawah 60 persen, yakni 38 persen. Kemudian untuk BOR isolasi sebanyak 82 persen."

Enam rumah sakit penyangga di Surabaya untuk penanganan Covid-19 di Bangkalan ini berjalan cukup efektif. Selain itu penyekatan di Suramadu juga masih terus dilakukan hingga saat ini," ujar Khofifah ditemui usai Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Senin (14/6).

Pada kesempatan tersebut Khofifah menyampaikan berdasarkan laporan Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) ditemukan tiga kasus virus varian baru strain India, yakni B.1617.2.

Baca juga: Eriksen Tak Punya Masalah Kesehatan di Inter dan Tottenham Hotspurs

Tiga yang terkonfirmasi tersebut, berasal dari 24 Genome Sequencing yang dikirimkan oleh Tim Penanganan Covid-19 Jatim. "Ketiganya kini sudah dilakukan penanganan, yakni dua pasien sedang manjalani perawatan di Surabaya, sedangkan satu pasien dirawat di Bojonegoro," ujarnya.

Mantan Menteri Sosial ini juga menugaskan kepada koordinator Tim Tracing dr Kohar Hari Santoso, untuk melakukan tracing yang sudah terkonfirmasi pernah menjadi kontak erat dari tiga pasien tersebut. Menurutnya kasus ini sama dengan yang di Kudus.

"Saat ini, Tim Penanganan Covid-19 Jatim, menunggu hasil Genome Sequencing berikutnya. kami berharap, semua dapat terkomunikasikan dan terkelola dengan baik. Kami juga meminta ada pengecekan dan ditelusuri menular dari mana virus varian baru tersebut. Apakah yang bersangkutan hanya kontak erat, ataukah Pekerja Migran Indonesia (PMI)," paparnya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan angka kesembuhan di Bangkalan dalam 7 hari terakhir sangat rendah. Yakni hanya sekitar 20 pasien.

"Untuk pasien Covid-19 yang meninggal di Bangkalan dalam sepekan terakhir sebanyak 41 orang. Sedangkan kasus aktif sebanyak 483. Ini menjadikan Bangkalan sebagai daerah dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Jatim," jelasnya.

Lebih lanjut Jibril mengatakan untuk zonasi saat ini Bangkalan masuk zona oranye Covid-19. Sementara empat kecamatan di Bangkalan masuk zona merah.

"Awalnya hanya Arosbaya yang zona merah. Saat ditracing, banyak ditemukan kasus di beberapa kecamatan lain seperti Kecamatan Kota, Geger, dan Klampis," katanya.

Sementara itu pada hari yang sama Forkopimda Jatim melakukan peninjauan di ruang isolasi sementara penanganan pasien Covid-19, di Universitas Trunojoyo Madura kabupaten Bangkalan.

Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menjelaskan tempat Isolasi di asrama Universitas Trunojoyo dapat menampung sebanyak 336 orang, yang dikhususkan bagi masyarakat Bangkalan, yang terpapar Covid-19.

"Untuk ruang isolasi terdiri dari 2 Flat. Masing-masing Flat memiliki 42 kamar dengan kapasitas maksimal 4 orang per kamar," ungkapnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP