alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Satgas Samata Joyo Bongkar Mafia Tanah

Serobot Lahan 1,7 Ha, Ada Oknum PNS yang Bikin Konsep Gugatan Perdata

14 Juni 2021, 12: 27: 42 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Tersangka Djerman, Subagiyo, dan Samsul Hadi diamankan di Polrestabes Surabaya dengan modus operandinya.

KOMPAK: Tersangka Djerman, Subagiyo, dan Samsul Hadi diamankan di Polrestabes Surabaya dengan modus operandinya. (DOK/GRAFIS JUJUK)

Share this      

SURYANTO/RADAR SURABAYA

KOMPAK: Tersangka Djerman, Subagiyo, dan Samsul Hadi diamankan di Polrestabes Surabaya.

Satgas Samata Joyo Bongkar Mafia Tanah

Baca juga: Pijat Sangat Membantu Orang Henti Jantung

Serobot Lahan 1,7 Hektare, Ada Oknum PNS Gresik yang Konsep Gugatan Perdata

SURABAYA - Pendalaman kasus terus dilakukan Satgas Anti Mafia Tanah Jogo Suroboyo (Samata Joyo) Polrestabes Surabaya terkait tiga tersangka Djerman Prasetyawan, 46, Subagiyo, 52, dan Samsul Hadi, 52. Ketiga tersangka secara sistematis melakukan penyerobotan lahan  warga di kawasan Manukan Kulon, Surabaya.

Pengurusan yang dilakukan bahkan sudah sampai tahap peta bidang. Subagiyo, oknum PNS di lingkungan Pemkab Gresik, ikut mengonsep gugatan perdata yang diduga hanya sandiwara saja. Tujuannya memuluskan penyerobot tanah senilai ratusan miliar rupiah.

Tersangka Subagiyo bahkan meminta anggota keluarganya untuk menjadi salah satu pihak yang mengajukan kasus perdata sengketa tanah. "Padahal, keduanya tidak punya hak sama sekali. Subagiyo ini mengonsep hingga seolah-olah mereka bertengkar memperebutkan tanah dan akhirnya damai," kata Kanit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Giadi Nugraha.

Giadi mengungkapkan, tersangka Subagiyo juga mengonsep surat-surat yang diperlukan selama pengurusan. Bahkan, ikut menjadi saksi. Tersangka paham dengan hal-hal tersebut karena pekerjaannya dulu berhubungan dengan pengurusan tanah.

 "Tersangka ini dulunya kepala desa (kades) dan sempat menjabat sebagai sekretaris kecamatan (sekcam) sehingga ia mengerti proses pengurusan tanah," terang AKP Giadi.

Sebelumnya, Samata Joyo Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan praktik penyerobotan tanah seluas 1,7 hektare seharga Rp 470 miliar. Setelah menangkap  Djerman Prasetyawan, 49, warga Pacarkeling, Surabaya, satgas juga menangkap Subagiyo, 52, PNS dan Samsul Hadi, 52. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP