alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Features
icon featured
Features

Betapa Sulitnya Membujuk ODGJ di Surabaya untuk Divaksin

14 Juni 2021, 12: 18: 21 WIB | editor : Lambertus Hurek

SABAR: Petugas bersiap memberikan vaksin kepada kelompok rentan di Surabaya.

SABAR: Petugas bersiap memberikan vaksin kepada kelompok rentan di Surabaya.

Share this      

 Perjuangan tenaga kesehatan (nakes) dalam mempercepat vaksinasi Covid-19 tahap ketiga di Kota Surabaya, menuai berbagai kisah unik dan menarik.  Sebab, berbeda dari vaksin tahap sebelumnya, sasaran pasien yang disuntik vaksin sejak Kamis (3/6) lalu  diperuntukkan bagi masyarakat rentan. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan disabilitas. 

Kepala Puskesmas Rangkah Dwiastuti Setyorini menceritakan berbagai pengalaman menariknya saat menjemput bola atau door to door mendatangi rumah pasien ODGJ dan disabilitas. Dia membutuhkan waktu yang tidak sebentar demi membujuk pasien agar tidak terjadi penolakan saat proses vaksinasi. Bahkan, sebelum berkomunikasi dengan pasien, Ririn sapaan akrab Dwiastuti Setyorini memastikan telah mendapat persetujuan dari keluarganya terlebih dahulu.

"Kami meminta izin dahulu kepada anggota keluarganya untuk menjelaskan pentingnya vaksin. Kami juga terangkan bahwa ODGJ dan disabilitas termasuk kelompok yang rentan. Makanya, harus menerima vaksin lebih dahulu," kata Dwiastuti.

Baca juga: Stop Mengunyah Makanan Hanya di Satu Sisi Mulut

Nah, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga, ia didampingi oleh Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah bersama-sama membujuk pasien agar berkenan untuk vaksin.  Ririn bersama timnya pun keliling door to door ke rumah pasien di sekitar Bogen, Kelurahan Ploso.

 Para pasien tersebut bisa dibujuk berkat bantuan Satgas Covid-19 yang merupakan  tokoh masyarakat setempat. Menurut Ririn, tokoh masyarakat jadi lebih mudah dalam memberikan pemahaman.

Dalam sehari, Ririn tidak bisa memastikan berapa jumlah pasien yang dapat disuntik vaksin. Namun, ia bersama timnya akan terus mempercepat pelaksanaan vaksin di wilayah tiga kelurahan yang menjadi cakupan Puskesmas Rangkah. 

Dia merinci jumlah pasien disabilitas yang sudah divaksin sampai dengan Sabtu (5/6) ini mencapai 72 pasien. Sedangkan untuk pasien ODGJ berjumlah 10 orang.

"Karena wilayah kami totalnya ODGJ sekitar 86 orang. Jadi sisanya kami akan terus kebut agar lekas selesai. Tentunya dengan cara humanis dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Tetapi sejauh ini tetap aman terkendali," katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Kepala Puskesmas Tambakrejo Yekti Hapsari. Ia memastikan proses vaksinasi untuk wilayahnya setiap hari dilakukan secara bertahap. 

Selain itu, Yekti menegaskan, total sasaran di wilayah puskesmas tersebut, sebanyak 65 orang ODGJ dan 75 penyandang disabilitas. Untuk tahap awal,  ODGJ yang sudah tervaksin sebanyak 17 orang dan disabilitasnya 13 orang.

Setiap pagi mulai pukul 08.00 sampai 13.00, Yekti berkeliling ke rumah-rumah pasien untuk memasifkan proses vaksinasi itu. Alhasil, pelan tapi pasti dalam sehari ini setidaknya, ada 12 orang  ODGJ yang berhasil disuntik. 

"Lalu nanti untuk penjadwalan vaksin kedua, kami hubungi keluarganya. Semua ini terasa lebih mudah karena satgas ikut membantu," katanya.

(sb/antara/rek/JPR)

 TOP