alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Fisik Rampung, Akses Jalan ke Flat Tambak Wedi Tunggu Kementerian PUPR

13 Juni 2021, 21: 45: 57 WIB | editor : Wijayanto

BELUM SERAH TERIMA: Pembangunan akses jalan menuju flat Tambak Wedi menunggu Kementerian PUPR selaku pembantu modal anggaran.

BELUM SERAH TERIMA: Pembangunan akses jalan menuju flat Tambak Wedi menunggu Kementerian PUPR selaku pembantu modal anggaran. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Meskipun bangunan fisik flat Tambak Wedi secara keseluruhan sudah rampung. Namun masih ada beberapa fasilitas yang saat ini akan dikerjakan, yakni akses jalan masuk flat yang saat ini menunggu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pihak kontraktor pun sudah mengajukan perampungan flat itu ke Kementerian PUPR selaku pembantu modal anggaran karena pembangunan itu menggunakan anggaran APBN untuk kemudian dicek secara pengerjaan. Namun, hingga kini serah terima bangunan dari kementerian PUPR ke Pemkot Surabaya belum terlaksana.

General Affair PT Tiga Mas Soni Suharsono mengatakan, hampir seluruh pengerjaan utama pembangunan flat Tambak Wedi dapat dipastikan selesai. Progress pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai 98 persen. Dua persennya hanya meliputi perbaikan kecil dan pembersihan material sekitar bangunan.

Baca juga: Terdampak Pandemi, Pendidikan Butuh Inovasi Tata Kelola Pembelajaran

Termasuk juga untuk memperbaiki akses jalan menuju flat Tambak Wedi yang saat ini masih berupa makadam. ”Kalau bangunan ya sudah selesai. Tinggal yang kecil-kecil juga. Termasuk nanti kalau sudah diserahkan nanti juga kita lakukan perbaikan jalannya dengan aspal,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam sebulan terakhir pihaknya rutin menerima pemeriksaan dari kementerian PUPR untuk memeriksa beberapa perbaikan dan kekurangan dari bagian bagunan termasuk akses jalannya.

Terkait serah terima dengan Pemkot Surabaya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kementerian PUPR. ”Serah terima mungkin bisa dibilang molor,” tegasnya.

Flat tersebut diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hunian empat lantai ini kapasitasnya mencapai 60 unit. Sedangkan, masingmasing kamar ukurannya 36 meter persegi. Dengan adanya pembangunan, maka akan ada dua flat di Tambak Wedi.

Sebelumnya sudah ada hunian bertingkat di dekat kantor kelurahan. Flat dari APBN dibangun 2017, kapasitasnya mencapai 70 unit kamar. Biayanya jadi satu dengan anggaran pembangunan tiga hunian untuk MBR di Provinsi Jatim tahun 2020. Nilai pagunya Rp 85 miliar.

Dengan molornya waktu serah terima itu, sedikit banyak akan berpengaruh pada antrean warga yang akan menghuni flat. Bahkan, sebelumnya data dari Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya di tahun ini sudah ada 11 ribu pemohon yang hendak menghuni flat. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP