alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Istri Cantik Jadi Barang Antik, Dikunci di Lemari Tak Bisa Sosialisasi

12 Juni 2021, 23: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

Share this      

Perempuan itu seperti barang antik. Harus dijaga agar tak rusak. Tapi, kalau barang antiknya dikunci di lemari, ya bodo amat.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

KARIN memang cantik. Bodinya semlohai. Kakinya jenjang mirip model-model yang wira-wiri di catwalk. Bulu matanya lentik, bibirnya ranum merah menggoda. Hidungnya mancung dengan pipi yang jika tersenyum, semerbak seperti tomat. Menggiurkan, gemoy banget.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Ramah Anak di Semarang

Punya istri seperti Karin, Donwori luar biasa hati-hatinya. Saking luar biasanya, pria 46 tahun itu melarang Karin bersosialisasi. “Ngomong sama tetangga, nggak boleh. Keluar rumah juga harus sama dia,” pusing Karin.

Ketika masih pacaran, hubungan Karin dan Donwori berjalan seperti pada umumnya. Namun, setelah mereka menikah dan tinggal satu atap, Donwori mulai memberikan aturan tak masuk akal. Kalau kata sekarang, obsesif. “Saya juga nggak boleh komunikasi sama orang tua,” sambung perempuan 22 tahun itu ketika ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, awal pekan lalu.

Soal aturan itu, Donwori tidak memberikan alasan yang pasti. Tapi, ia merasa jarak umur yang sangat jauh, 24 tahun, membuat Donwori super protektif. Membuat Donwori menganggap Karin sebagai barang antik yang nggak bisa disentuh oleh siapa pun, kecuali dia. Karin pun berontak dan merasa haknya untuk bersosialisasi dengan tetangga maupun keluarga sekitar terhalangi. “Saya nggak ngerti kok bisa punya aturan kayak gitu,” kata Karin.

Hingga pada akhirnya, Karin melanggar aturan suaminya. Diamdiam dia mengobrol dengan tetangganya. Laiknya ibu rumah tangga komplek, Karin mencoba mengakrabkan diri dengan ibu-ibu sekitar rumahnya. Ketahuan istrinya sedang asyik ngobrol, Donwori muntab. Karin disuruh pulang. “Ngobrol dengan tetangga membuat Mas Wori tidak suka. Ia marah. Marahnya luar biasa,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Karin dan Donwori kerab terlibat pertengakaran. Hampir setiap hari. “Saya juga dimarahi kalau lagi curhat kepada orang tua saya soal rumah tangga. Jadi saya ini nggak tenang hidup sama dia,” ucap Karin.

Hingga akhirnya Karin pun memilih pergi dari rumah. Ia memilih tinggal bersama kedua orang tuanya. Selama dua tahun Karin tidak mau tinggal seatap lagi dengan suaminya. Selama itu pula Donwori juga tidak pernah memberinya nafkah lahir maupun batin. “Dari pada saya disia-siakan dan dilarang-larang, mending saya ceraikan saja. Saya masih muda dan bisa cari yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP