alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Selama 5 Hari Penyekatan, Sudah 13.735 Pengendara Di-swab, 239 Positif

11 Juni 2021, 09: 47: 11 WIB | editor : Wijayanto

TRACING: Petugas medis mengambil sampel untuk tes swab antigen pada pengendara yang melintasi Jembatan Suramadu di Tambak Wedi, Surabaya, Kamis (10/6).

TRACING: Petugas medis mengambil sampel untuk tes swab antigen pada pengendara yang melintasi Jembatan Suramadu di Tambak Wedi, Surabaya, Kamis (10/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan. Sejak dilakukan penyekatan di Jembatan Suramadu, Minggu (6/6) hingga Kamis (10/5), ada 13.735 pengendara yang menjalani tes rapid antigen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan jajarannya juga terus memantau perkembangan setiap hari di posko penyekatan. Eri mengatakan, dari 13.735 pengendara yang dites rapid antigen, sebanyak 13.496 orang hasilnya negatif dan 239 positif.

“Sampai dengan pukul 12.00, yang sudah dites PCR sebanyak 574 orang. Hasilnya, 441 negatif dan 120 positif. Terus masih ada 13 tes yang hasilnya belum keluar,” kata Cak Eri di kawasan Suramadu, Kamis (10/6).

Baca juga: Satgas Mafia Tanah Bongkar Praktik Penyerobotan Lahan Rp 470 Miliar

PERIKSA KTP: Petugas memeriksa identitas pengendara yang melintasi jembatan Surmadu di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, Kamis (10/6).

PERIKSA KTP: Petugas memeriksa identitas pengendara yang melintasi jembatan Surmadu di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, Kamis (10/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Menurut dia, warga yang hasil tes swabnya positif langsung dibawa ke rumah sakit penyangga sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan yang masih menunggu hasil tes PCR, sementara diarahkan ke Asrama Haji Sukolilo. Pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur Jatim, Kapolda, dan Pangdam V untuk melakukan penyekatan di satu titik.

“Insya Allah, kita siap lahir batih untuk membantu karena ini demi kepentingan bersama. Nakes kita siap support dan juga antigennya kita siapkan. Jadi, kita akan mengikuti saja apa arahan Ibu Gubernur,” katanya.

Selain penyekatan di Suramadu serta pintu masuk Surabaya, Cak Eri juga memastikan pihaknya tengah fokus melakukan antisipasi di dalam kota. Ia tidak ingin ada peningkatan kasus di dalam kota. “Swab masal dan Swab Hunter di dalam kota terus kita lakukan baik di permukiman warga maupun keramaian masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pemkot terus melakukan pendataan kepada warga yang melakukan mobilitas pada beberapa minggu terakhir ini. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini sebaran Covid-19 di Surabaya. “Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, kita lakukan tracing dan tes. Termasuk tes ke pasar-pasar,” katanya.

Sementara itu, Komisi C DPRD Surabaya juga meninjau langsung penyekatan di Suramadu. Ketua Komisi C Baktiono meminta Pemprov Jatim untuk membantu penyekatan yang telah dilakukan Pemkot Surabaya. Ini karena sejak Minggu hingga Kamis semua pekerjaan dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya. “Pemrov Jatim jangan meninggalkan begitu saja. Harus ada upaya untuk membantu langkah Pemkot Surabaya,” katanya.

Pihaknya juga meminta agar penyekatan yang utama dilakukan di Bangkalan. Sehingga mereka yang akan masuk ke Surabaya sudah tersaring. “Surabaya kan kena imbasnya. Seharusnya swab dan penyekatan ini ada di Bangkalan. Jadi, mereka masuk Surabaya dalam kondisi sehat. Jangan semua dibebankan pada Surabaya,” tandasnya.

Pembina Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Jatim Estiningtyas Nugraheni menilai keputusan Satgas Covid-19 Surabaya dengan melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu sangat tepat. Menurut dia, penyekatan merupakan langkah yang paling efektif dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

Esti menyebut, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dapat pula berpengaruh terhadap kondisi di Surabaya. Pengaruh itu bisa dilihat dari keterisian tempat tidur (BOR) di beberapa rumah sakit atau ruang isolasi di Surabaya. “Penghuni Asrama Haji, Rumah Sakit Lapangan Indrapura kan naik,” ungkap Esti.

DIRAWAT DI RS UNAIR

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 asal Bangkalan, Madura, semakin mengkhawatirkan. Data dari Dinas Kominfo Provinsi Jatim, pada 9 Juni 2021 jumlah kasus positif di Bangkalan mencapai 1,979 orang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim telah menyurati beberapa rumah sakit di Surabaya agar menampung pasien korona asal Bangkalan.

Salah satunya RS Universitas Airlangga. Satgas Covid-19 RS Unair Wiwin Is Effendi memaparkan, sejak Rabu (9/6) total ada 17 pasien baru. Rinciannya, pasien masuk rumah sakit 10 orang, keluar rumah sakit lima orang, dan masih di IGD ada dua pasien.

Kemarin, lanjut Wiwin, ada lima pasien baru lagi di RS Unair. Jadi, total pasien yang dirawat di RS Unair ada tujuh orang. Wiwin melanjutkan, dari 17 pasien itu, dua di antaranya pasien rujukan asal Bangkala.

Apakah para pasien tersebut limpahan dari RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan? Wiwin belum bisa memastikanya. “Yang pasti, pasien tersebut dari Bangkalan. Tidak mesti dari RSUD,” ujar Wiwin. (rmt/gin/rek)

(sb/rmt/gin/jay/JPR)

 TOP