alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Arumi Bachsin Bongkar Persoalan UMKM di Jatim: 45% Kesulitan Modal

11 Juni 2021, 08: 32: 14 WIB | editor : Wijayanto

BUKA: Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin saat berbicara tentang Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2011 tentang Pemberdayaan UMKM.

BUKA: Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin saat berbicara tentang Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2011 tentang Pemberdayaan UMKM. (ISTIMEWA/HUMAS PEMPROV)

Share this      

SURABAYA - Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan berbagai solusi bagi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, di masa pandemi ini kalangan UMKM punya kendala modal, pemasaran, penjualan produk, dan bahan baku.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin mengatakan, masalah permodalan untuk pelaku usaha mencapai 45 persen. Lalu produk yang terhambat 17 persen, penjualan 28 persen, kesulitan bahan baku 9 persen, serta distribusi terhambat 1 persen.

“Sedangkan permasalahan yang dialami koperasi sebesar 93,56 persen terhambat dalam pembayaran kredit anggota,” ujar Arumi saat menghadiri Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Jatim Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pemberdayaan UMKM, kemarin.

Baca juga: Ketua & Anggota DPRD Surabaya Positif Covid, Kegiatan Dewan via Daring

Menurut dia, sektor usaha paling terdampak selama pandemi adalah industri pengolahan sebesar 49 persen. Kemudian sektor penyedia akomodasi makanan dan minuman sebesar 45 persen. Lalu, untuk koperasi, sektor terdampak adalah jasa keuangan dan asuransi sebesar 93,56 persen.

“Dari permasalahan-permasalahan tersebut, sebenarnya kami sudah menyiapkan solusi yang dapat diakses. Perda Nomor 6 Tahun 2011 ini yang memang dirumuskan untuk melindungi pelaku UMKM,” terangnya.

Arumi menegaskan, fasilitas yang disediakan pemerintah dapat diakses pelaku usaha meliputi dana bergulir, paket kredit petani Jawa Timur (PKPJ), kredit usaha rakyat (KUR), pemulihan ekonomi nasional (PEN), serta lembaga pengelola dana bergulir (LPDB).

“Masyarakat juga bisa langsung mendatangi Bank UMKM dan mendiskusikan kredit paling cocok untuk usaha Bapak dan Ibu. Insya Allah, ini jangkauannya akan dikembangkan agar bisa mencapai tingkat kecamatan,” lanjut Arumi. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP