alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Covid dari Bangkalan, Terjunkan 500 Nakes Sehari, Dibagi 5 Shif

10 Juni 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Petugas medis mengambil sampel untuk tes swab antigen pada pengendara yang melintasi Jembatan Suramadu di Tambak Wedi, Surabaya.

ANTISIPASI: Petugas medis mengambil sampel untuk tes swab antigen pada pengendara yang melintasi Jembatan Suramadu di Tambak Wedi, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tenaga kesehatan (nakes) di Surabaya terus bekerja keras di pos penyekatan Jembatan Suramadu sejak Minggu (6/6) lalu untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Pemkot Surabaya pun menambah personel nakes dan meja swab. Mereka bekerja lima sif per hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, total nakes yang bertugas kemarin mencapai 500 orang. Mereka berasal dari 63 puskesmas se-Kota Surabaya, RSUD dr Mohamad Sowandhie, serta RS Bhakti Dharma Husada (BDH).

“Kita juga sudah nambah meja diperbanyak. Memang ini sudah menjadi tugas kami. Para nakes lebih baik bekerja di depan seperti ini. Jangan sampai masuk RS dan bertambah parah yang mengakibatkan nakes juga tertular,” kata Febria.

Baca juga: Striker Brasil Jose Wilkson Resmi Perkuat Lini Depan Persebaya

SIAGA: Sebanyak 500 nakes dikerahkan dari puskesmas dan rumah sakit di Surabaya untuk melakukan tes swab masal di gate Jembatan Suramadu.

SIAGA: Sebanyak 500 nakes dikerahkan dari puskesmas dan rumah sakit di Surabaya untuk melakukan tes swab masal di gate Jembatan Suramadu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Demam BTS di Gresik, Antrean Panjang Langgar Prokes

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, awalnya dalam sehari para nakes tersebut dibagi menjadi tiga sif. Setiap sif ada 60 orang nakes yang bertugas. Namun, karena semakin banyaknya warga yang harus dilakukan tes rapid, maka personel ikut bertambah. ”Dari 60 orang per sif, sekarang kita tambah satu sifnya menjadi 100 orang,” katanya.

Eri menjelaskan, selain jumlah nakes yang ditambah, sifnya juga diperbanyak. Sebelumnya, dalam sehari nakes yang bertugas sebanyak tiga sif, dimulai pukul 06.00. Menurut Cak, penambahan personel sangat penting agar para nakes tidak kewalahan dalam menangani pasien. “Penambahan ini juga sekaligus mencegah terjadinya kerumunan saat menunggu antrean,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu menegaskan, kondisi ini adalah momentum bagi pemerintah daerah untuk saling bahu-membahu, tidak menyalahkan, dan saling memberi dukungan. Karena itu, ia tidak keberatan apabila Pemkab Bangkalan meminta bantuan nakes dari Surabaya.

“Kalau ternyata memang kekuatan nakesnya lebih banyak di kami, maka tidak apa-apa kami ke sana (Bangkalan). Yang penting, saling membantu karena Madura dan Surabaya tidak dapat dipisahkan. Saat ini bantuannya ada tenda dan antigen,” pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP