alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

IDI: Lonjakan Kasus di Bangkalan Diprediksi Akan Mereda dalam 2 Pekan

10 Juni 2021, 11: 29: 51 WIB | editor : Wijayanto

DIPREDIKSI: Ketua IDI Jatim dr Sutrisno menjelaskan lonjakan kasus covid 19 di Bangkalan dalam sepekan terakhir.

DIPREDIKSI: Ketua IDI Jatim dr Sutrisno menjelaskan lonjakan kasus covid 19 di Bangkalan dalam sepekan terakhir. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menyebut lonjakan angka kasus Covid-19 diikuti dengan banyaknya tenaga kesehatan terinfeksi, bahkan meninggal dunia di Bangkalan, sudah diprediksi. Ternyata cukup banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar virus corona oleh sumber yang tidak jelas.

“Ini memang membuat rumah sakit di Bangkalan kewalahan akibat banyaknya kasus hingga dilakukan lockdown. Kasus yang mengenai tenaga kesehatan ini sudah mendapat perhatian dari institusinya masingmasing. Mereka diiistirahatkan, sed a n g k a n nakes yang masih sehat mengompensasi pekerjaan yang ada,” ujar Ketua IDI Jawa Timur dr Sutrisno.

Pemprov Jawa Timur, Pemkab Bangkalan, Pemkot Surabaya, bahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersinergi untuk mengatasi lonjakan kasus di Bangkalan. Sutrisno memprediksi dua minggu ke depan sudah bisa tertangani dengan baik.

Baca juga: Wujudkan Urban Farming, Cak Eri Panen Padi di Taman Surya

Ia berharap kasus di Bangkalan tidak menyebar ke kabupaten/kota lain. “Sekarang Sampang, Pamekasan, dan Sumenep masih tenang. Begitu juga dengan Surabaya dan Sidoarjo juga tenang. Artinya, masalah telah terlokalisir di Bangkalan,” ungkapnya.

Apakah kasus di Bangkalan ini varian baru Covid-19? Sutrisno mengatakan, informasi yang ada adalah memang banyak pendatang dari tempat lain yang dicurigai sebagai pembawa virus. Memang ada kecurigaan adanya varian baru virus corona.

“Ada satu data yang menunjukkan bahwa varian baru yang mirip dari Afrika. Apalagi di Bangkalan banyak pekerja migran di mana-mana. Dan itu yang dicurigai. Tapi tetap saja bahwa varian baru ini kita menunggu pemeriksaan genetik,” jelasnya.

Selain itu, Sutrisno menilai kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan mulai menurun. Sementara tipikal virus itu semakin banyak pertemuan, rawan sekali menyebar. “Apalagi kalau penerapan prokes mulai tidak disiplin,” katanya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, kasus Covid-19 di Bangkalan meningkat sekitar 240 persen. Bahkan, saat ini Bangkalan menjadi daerah dengan kasus aktif terbanyak di Jawa Timur. “Sabtu (5/6) lalu, kasus aktif di Bangkalan masih 56. Kini, naik menjadi 190 kasus,” katanya.

Data Satgas Covid-19 Jatim menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Bangkalan hanya bertambah satu orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan meninggal dunia selama tiga hari sebanyak 10 orang. “Dari 190 kasus aktif di Bangkakan, 150 pasien saat ini dirawat di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSLI),” tuturnya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, beragam klaster di Bangkalan sudah mulai bermunculan. Yakni klaster keluarga dan klaster kampung. “Klaster kampung Arosbaya sudah kita tinjau, ada empat orang yang meninggal. Sementara klaster keluarga sembilan orang. Mereka akan segera kita angkut ke tempat penampungan,” jelasnya.

Suharyanto menambahkan, saat ini Kodam V Brawijaya bersama Pemprov Jatim, Pemkab Bangkalan, dan Pemkot Surabaya telah melakukan beberapa upaya penanggulangan. Selain penambahan kapasitas bed rumah sakit, juga memberikan beberapa tempat penampungan di Bangkalan.

“Untuk balai latihan kerja dan balai diklat dipersiapkan (tempat isolasi) bagi pasien orang tanpa gejala (OTG). Kapasitas balai diklat sebanyak 74 bed dan balai latihan kerja itu berkapasitas 50 bed. Kemudian di Suramadu baik sisi Madura maupun Surabaya dilaksanakan penyekatan,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP