alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Wujudkan Urban Farming, Cak Eri Panen Padi di Taman Surya

10 Juni 2021, 11: 06: 58 WIB | editor : Wijayanto

URBAN FARMING: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanen padi di lahan halaman Balai Kota Surabaya, kemarin.

URBAN FARMING: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanen padi di lahan halaman Balai Kota Surabaya, kemarin. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sudah lama Surabaya tidak punya lahan sawah yang luas. Namun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kemarin (9/6) bisa memanen padi di kawasan Balai Kota. Panen padi itu hasil dari urban farming yang dirancang untuk kedaulatan pangan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sebanyak 18 bak fiber ditanami padi dengan ukuran enam meter persegi. Tiap fibernya rata-rata menghasilkan empat kilogram gabah. “Di Taman Surya ini merupakan percontohan. Jadi, tidak harus punya lahan yang besar untuk bercocok tanam,” kata Cak Eri.

Cak Eri menjelaskan, budidaya padi pada bak fiber tersebut bakal terus dikembangkan dan dimasifkan ke seluruh penjuru Kota Surabaya. Padi bisa dipanen hanya berkisar tiga bulan. Nantinya jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengoordinasi warga yang telah bercocok tanam padi untuk dibantu terhubung dengan konsumen.

Baca juga: Tiga Rekomendasi Penting untuk Capai Ketahanan Air Nasional di 2021

“Biasanya warga juga digunakan untuk ketahanan pangan di rumahnya. Untuk yang petani besar dia sudah bisa menjualkan sendiri. Kalau yang saya panen ini estimasi total gabah sekitar 72,3 kilogram,” kata Cak Eri.

Ke depan, warga yang tidak memiliki lahan yang luas dapat melakukan budidaya tanaman padi. Tidak hanya padi saja, warga bisa menanam cabai, tomat, hingga selada air. “Kalau hasilnya banyak, kami akan fasilitasi untuk dipasarkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang menambahkan, apabila masyarakat berminat dipersilakan datang ke DKPP untuk mendapatkan bibit padi. Varietas yang digunakan lebih tahan hama dan penyakit. “Juga sesuai dengan lahan yang terbatas,” katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP