alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kemendag Dorong Pemanfaatan Gudang SRG Lebih Optimal di Jatim

09 Juni 2021, 23: 02: 08 WIB | editor : Wijayanto

OPTIMALKAN SRG: Jerry Sambuaga saat Rakor Percepatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim secara Online. Dia mengajak semua stake holder agar mengoptimalkan.pemanfaatan SRG untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

OPTIMALKAN SRG: Jerry Sambuaga saat Rakor Percepatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim secara Online. Dia mengajak semua stake holder agar mengoptimalkan.pemanfaatan SRG untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Share this      

SURABAYA -  Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terus melakukan aksi untuk pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG).  Sebab, kehadiran SRG bila dimanfaatkan secara maksimal dapat  mensejahterakan nasib petani.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga, pembangunan gudang SRG merupakan bukti komitmen pemerintah hadir di tengah petani. SRG dapat menjadi instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk perdagangan komoditas.

Baca juga: Gagal Isap Sabu, Warga Kenjeran Malah Ditahan di Sel Polisi

OPTIMALKAN SRG. Jerry Sambuaga saat Rakor Percepatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim secara Online. Dia mengajak semua stake holder agar mengoptimalkan.pemanfaatan SRG untuk tingkatkan kesejahteraan

OPTIMALKAN SRG. Jerry Sambuaga saat Rakor Percepatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim secara Online. Dia mengajak semua stake holder agar mengoptimalkan.pemanfaatan SRG untuk tingkatkan kesejahteraan (ISTIMEWA)

Banyak komoditas di Jatim yang dapat diresigudangkan seperti gabah,beras, jagung, ikan, ayam beku karkas, gula kristal putih, garam dan komoditas lainnya. Pemerintah telah membangun 23 gudang SRG di 17 kabupaten  di wilayah Jawa Timur  agar dapat memicu berkembangnya SRG  di Jatim.

“Hal ini merupakan tugas kita semua untuk membuat sistem ini berjalan dan memberikan manfaatnya untuk warga yang memerlukannya,” kata Jerry Sambuaga secara online, Rabu (9/6) saat acara Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Sistem Resi Gudang (SRG) Propinsi Jatim.

Dikatakan, SRG selama ini sangat berhubungan dengan UMKM dalam sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Pihaknya terus melakukan pendekatan ke berbagai stake holder, termasuk sektor perbankan agar SRG bisa optimal beroperasi dalam mendukung kestabilan harga dan ketersediaan barang.

Sektor perbankan penting sebagai backup dalam sektor pendanaan dan transaksi. Karena itu, pihaknya mengajak kepada bank-bank, khususnya bank BUMN untuk ikut aktif dalam mendukung SRG. Dengan adanya barang yang disimpan di SRG, petani dapat mengajukan pinjaman kepada perbankan, sehingga manfaatnya cukup besar bagi para petani.

“Kami berharap para pemangku kepentingan mulai Pemda/Pemkab/Pemkot, asosiasi, dan pelaku usaha bisa memaksimalkan pemanfaatan SRG, sehingga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya resi gudang tersebut,” tambah Jerry.

Sementara itu, Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG & PLK, Bappebti, yang hadir di acara Rakor menambahkan, saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membangun 123 gudangSRG yang tersebar di 105 kabupaten/kota dari 25 provinsi seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut sebanyak 23 gudang SRG ada di Jatim  yang tersebar di 17 Kabupaten. Dari 23 Gudang tersebut 15 Gudang telah beroperasi dengan menerbitkan sebanyak 364 Resi Gudang senilai Rp 96,61 miliar dan telah mendapatkan pembiayaan dari bank/LKNB sebesar 56 miliar.

Menurutnya,  potensi ekonomi SRG jika digarap dengan baik sangat besar. Karena itu, perlu komitmen Pemda agar SRG dapat berjalan secara optimal. Sinergi program Pemda terhadap prioritas pembangunan nasional dalam bidang perdagangan sebagaimana amanat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021.

“Saat ini sudah ada 20 komoditas yang bisa disimpan di gudang SRG, yaitu, gabah, garam, beras, gambir, jagung, teh, kopi, kopra, kakao, timah, lada, bawang merah, karet, ikan, rumput laut, pala, kedelai, gula kristal, rotan, dan ayam beku karkas,” ujar Widiastuti.

Dikatakan, implementasi pemanfaatan SRG di Jatim belum optimal. Masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Untuk itu perlu penerapan 5 faktor yang menjadi kunci keberhasilan dari pelaksanaan SRG.

Kelima faktor tersebut adalah profesionalitas sebagai Pengelola Gudang SRG, kemandirian pelaku pemilik komoditi, dukungan dan kelengkapan sarana prasarana dan kelembagaan dalam SRG, adanya akses hulu hingga hilir dalam satu mata rantai Resi Gudang.

“Dan yang tidak kalah penting faktor kelima dukungan dan sinergi Pemerintah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Melalui implementasi kelima faktor tersebut diharapkan SRG dapat berjalan dengan baik sebagaimana tujuan yang ingin dicapai,” tandas Widiastuti. (fix)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP