alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ngaku Juragan Besi, Tipu Relasi Bisnis Rp 115 Juta

09 Juni 2021, 08: 43: 41 WIB | editor : Wijayanto

SIDANG ONLINE: Terdakwa Fajar Alfah disidang secara daring di Rutan Medaeng yang terhubung dengan Ruang Sidang Cakra di PN Surabaya.

SIDANG ONLINE: Terdakwa Fajar Alfah disidang secara daring di Rutan Medaeng yang terhubung dengan Ruang Sidang Cakra di PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Mengaku sebagai pengusaha besi baja, Fajar Alfah diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ia didakwa menipu pembeli hingga Rp 115 juta. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin menghadirkan Rendy Suyanto, saksi korban, dalam persidangan kemarin (8/6).

Rendy menuturkan, pada 23 September 2020 ia ditawari besi baja WF dengan ukuran 150 oleh Go Eng Sen melalui pesan singkat WhatsApp (WA). Go Eng melampirkan foto beserta harga besi tersebut.

Setelah itu, Randy tertarik dengan tawaran Go Eng. Randy pun mengirim uang muka senilai Rp 5 juta kepada Go Eng melalui transfer rekening. Selanjutnya, Go Eng pergi ke pergudangan kawasan Romokalisari. Di sana Go Eng bertemu dengan terdakwa Fajar.

Baca juga: Simpan 6 Poket Sabu, Warga Rusun Sombo Bunuh Diri Lompat dari Flat

Pada saat itu, terdakwa mengaku sebagai pemilik usaha besi baja di kawasan Romokalisari. Usai survei, Go Eng tertarik dengan tawaran Fajar. Ia pun memesan besi untuk dijual kembali kepada Randy. Go Eng mentransfer uang Rp 20 juta sebagai tanda jadi.

“Besoknya saya datang ke pergudangan itu sambil bawa truk untuk mengangkut bajanya. Tapi waktu akan saya angkut Fajar bilang truk saya tidak cukup,” kata Randy.

Randy pun percaya. Kemudian Fajar beralasan lagi kepada Randy akan memotong baja itu dan bisa diangkut keesokan harinya. Namun, pada 25 September 2020 besi pesanannya tidak kunjung diangkut ke dalam bak truk milik Randy.

Bukannya mengangkut besi itu, terdakwa malah menawarkan besi lain yang ada di gudang tersebut. “Waktu itu ditawari lagi agar saya membeli sisa besi di gudang itu. Saya tertarik dan langsung saya transfer Rp 57,7 juta biar diangkut sekalian,” tuturnya.

Setelah mentransfer uang tersebut ke rekening terdakwa, lagi-lagi pria tersebut berdalih bahwa pengangkutan besi akan selesai setelah salat  Jumat. Namun usai salat Jumat, pengangkutan besi itu tidak juga dikerjakan dan terdakwa malah menghilang tanpa jejak.

“Yang pertama saya sempat transfer Rp 20 juta, Rp 25 juta dan Rp 7,7 juta. Tapi sampai sekarang nggak kembali,” pungkasnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, terdakwa membenarkannya. Kini terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Keterangannya benar yang mulia,” kata Fajar.  (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP