alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Varian Baru, Forkopimda Jatim Gandeng BNPB Tegakkan Prokes - 3T

09 Juni 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

PENCEGATAN: Penyekatan dan tes swab on the spot terus dilakukan sampai dua minggu ke depan di pintu keluar Jembatan Suramadu dari arah Madura guna mencegah penyebaran Covid-19.

PENCEGATAN: Penyekatan dan tes swab on the spot terus dilakukan sampai dua minggu ke depan di pintu keluar Jembatan Suramadu dari arah Madura guna mencegah penyebaran Covid-19. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Forkopimda Jatim terus melaksanakan pencegahan penularan Covid-19, terutama varian baru. Yakni dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dengan karantina dan tes swab di Asrama Haji Sukolilo serta pos pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

“Berkaitan dengan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Bangkalan, maka forkopimda bersama-sama melaksanakan antisipasi dengan penyekatan di Suramadu dan titik lain untuk mencegah penyebaran di daerah lain serta pelaksanaan swab antigen masal maupun tracing, testing, treatment (3T),” jelas Khofifah.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menyebut penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 40 orang dengan kasus aktif 115 orang. Fokus penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dengan 3T di Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Geger.

Baca juga: Jadi Kurir 1,6 Kg Sabu, Sopir Lyn Diringkus BNN Saat Ambil Uang di ATM

“Kami melibatkan Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak dan Polres Bangkalan dalam melakukan penyekatan di perbatasan Bangkalan maupun Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kita perlu bekerja sama dengan meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di segala sektor lini untuk menangani Covid-19,” katanya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyebut upaya yang dilaksanakan dalam menekan Covid-19 dengan rapat koordinasi, mengecek Bed Occupancy Rate (BOR), penambahan tenaga kesehatan dan alat kesehatan serta penerapan protokol kesehatan.

Menurut Pangdam, dari pelaksanaan penyekatan di perbatasan Surabaya dan Bangkalan pada 6 Juni terkonfirmasi 30 orang positif Covid-19, Kemudian pada 7 Juni 41 orang positif. “Hal ini perlu menjadi perhatian khusus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito menyebut kasus kenaikan Covid-19 di Bangkalan tidak diikuti dengan ketersediaan BOR yang cukup. Ini menjadi atensi BNPB untuk mengantisipasi hingga menekan angka kematian.

“Pembelajaran dari lonjakan kasus di Kabupaten Kudus, apabila diantisipasi pada dua minggu sebelumnya, maka tidak terjadi lonjakan mencapai 2.000 kasus aktif,” katanya.

Ganip juga mengimbau Forkopimda Jatim untuk memastikan ketersediaan BOR dan tenaga kesehatan di rumah sakit hingga tempat isolasi mandiri. Selain itu, Ganip menyebut penting dilakukan tracing dan testing hingga membatasi mobilitas penduduk.

“Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan baik tracing maupun testing, dan pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk serta diperlukan kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar stakeholder dalam menangani kasus Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, pasien Covid-19 yang dirawat terus bertambah. Ini disebabkan adanya limpahan hasil penyekatan dan pemeriksaan di Jembatan Suramadu. “Ada limpahan pasien baru dari Suramadu sebanyak 136 orang. Rinciannya, 53 laki-laki dan 83 perempuan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI Radian Jadid, dari jumlah tersebut, sebanyak 25 pasien diduga terjangkit Covid-19 mutasi baru. Dugaan ini merujuk dari hasil pemeriksaan yang menunjukan CT value kurang dari 25. “Sebanyak 25 orang dari 30 yang terkonfirmasi swab PCR positif, CT valuenya dibawah 25,” katanya.

Jadid menambahkan, , melihat cepatnya penularan, angka kematian yang tinggi, kondisi pasien ini patut diduga terinfeksi varian baru. Namun, kepastiannya menunggu pemeriksaan spesimen. “Ini baru dugaan awal saja. Kevalidan itu menunggu hasil pemeriksaan spesimen sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes dan ITD Unair,” ungkapnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP